Mbah, saya tidak lagi mau membahas istilah pluralisme karena akan 
terus pro and kontra. Meski ada banyak pertanyaan yang timbul dari 
artikelnya bung Gun ini, diantaranya dimana ia memberi definisi baru 
Pluralisme sebagai suatu sikap...:-)

Saya hanya ingin mengikuti nasehat seorang ustadz untuk memakai pola 
pendekatan asmaul husna...:-) karena pluralisme tidak pernah 
diperdebatkan di masa Rasulullah SAW meski pluralitasnya telah 
diterapkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jadi contoh saja 
kepluralitasan Rasulullah SAW.

Hanya saja Saya mengkhawatirkan bbrp hal pada tulisan Bung Gun ini, 
ternyata kekhawatiran saya terbukti bahwa artikel ini telah mislead 
mbah dalam mengartikannya. 

Sebetulnya saya ingin mengutip ayat 41 hingga 45 dari surah Al-
Maidah agar bisa dimengerti makna keseluruhan, tapi takut 
kepanjangan saya kutipkan saja ayat 43 komplitnya sbb :
"Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal 
mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian 
mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-
sungguh bukan orang yang beriman." [Kasarnya kan Tuhan tuh ngewanti-
wanti, gimana bisa orang Yahudi mengangkat kamu  menjadi hakim, wong 
di Taurat sendiri sebetulnya udah ada hukum2Ku kok. Mereka itu 
berharap kamu akan mengikuti dan membenarkan hukum yg akan 
dilakukannya thdp pezina tsb. Sesudah inipun mereka pasti akan 
berpaling dari keputusanmu]

Ada bbrp riwayat yang menjadi sebab musabab turunnya ayat 41-45 ini. 
Saya pilihkan salah satunya yang jelas menggambarkan situasi ayat 
tsb.

Berlalulah didepan Rasulullah SAW orang2 Yahudi membawa seorang 
terhukum yang dijemur dan dipukuli. Rasulullah SAW memanggil mereka 
dan bertanya,"Apakah demikian hukuman orang berzina yang akan kalian 
dapati di dalam kitab kalian (Taurat)?" Mereka menjawab "Ya!". 
Kemudian Rasul SAW memanggil seorang ulama mereka dan bersabda,"Aku 
bersumpah atas Nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, 
apakah demikian kamu dapati hukuman bagi orang yg berzina di dalam 
kitabmu?" Ia menajwab," Tidak, Demi Allah, jika engkau tidak 
bersumpah lebih dahulu, tidak akan kuterangkan. Sesungguhnya hukuman 
bagi orang berzina didalam kitab kami adalah dirajam (dilempari batu 
hingga mati). Akan tetapi karena banyak pembesar2 kami yang 
melakukan zina, maka kami mengabaikannya. Namun, apabila seorang 
hina melakukan zina, kami tegakkan hukum sesuai dengan kitab. 
Kemudian kami berkumpul dan mengubah hukuman tersebut dengan 
menetapkah hukuman yang ringan dilaksanakan, baik bagi orang hina 
ataupun pembesar, yaitu menjemur dan memukulinya." Kemudian 
Rasulullah SAW bersabda,"Ya Allah, sesungguhnya saya yang pertama 
menghidupkan PerintahMu setelah dihapuskan oleh mereka". Kemudian 
Rasulullah SAW menetapkan hukum rajam kembali, maka dirajamlah 
Yahudi pezina itu. [Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dll yang 
bersumber dari al-Barra' bin Azib]

Kesimpulan ayat tsb adalah kaum Yahudi itu aneh. Sebenarnya mereka 
tidak beriman kepada Taurat dengan sebenar-benarnya iman, sedang 
kepada Nabi SAWpun tidak.  Karena kalau mereka beriman kepada suatu 
syariat, tentu mrk tak akan membenci syariat tsb dan tak perlu 
meminta putusan kepada syariat lain, kecuali jika ia percaya bahwa 
syariat yang lain itu syariat Allah juga, yang memperkuat syariat 
sebelumnya.

Namun hukum Tauratpun telah mereka tinggalkan karena tidak sesuai 
dengan keinginan nafsu. Lalu mereka datang kepada Nabi SAW meinta 
keputusannya, dengan harapan putusan itupun akans esuai dengan 
selera nafsu mereka. Ternyata, terhadap keputusan itupun mereka 
berpaling.

Mbah, dijelaskan dalam ayat sebelumnya bhw "Barang siapa tidak 
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka 
adalah orang kafir, mereka adalah orang dzalim"...sayangnya termasuk 
umat di jaman kita sekarang ini.
 
Sebagai rujukan, mbah bisa buka Ulangan 22: 22-24, tentang hukum 
Rajam.

wassalam

--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terimakasih untuk pembelajaran ini,mas. 
> 
> Kita tak henti hentinya belajar dan mendapatkan info dari sisi 
baru. 
> saya sudah selalu beranggapan, sebagai agama besar, Islam pastilah 
> menghormati pluralisme. Agama Kristen pastilah juga demikian. 
Agama 
> Buddha sudah jelas.
> 
> 
> Bagian dibawah ini sangat mengesankan:
> 
> "Allah menolak sikap kaum Yahudi ketika mendatangi Nabi Muhammad 
> untuk memutuskan perkara mereka dengan hukum yang berasal dari Al-
> Quran.
> Dalam surat al-Ma'idah ayat 43 disebutkan: tapi bagaimana mereka 
(kaum
> Yahudi) meminta keputusan kepadamu (Muhammad), sedangkan mereka
> mempunyai Taurat, yang di dalamnya ada hukum Allah? Dalam ayat 35
> sesudahnya, hukum qishâsh (balasan setimpal: nyawa dengan nyawa, 
mata
> dengan mata dst) yang dikenal sebagai sanksi pidana dalam fikih 
klasik
> berasal dari hukum Taurat..."
> 
> Salam
> 
> danardono






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke