"dalam budha juga ada kepercayaan surga dan neraka, jadi sistem 
penghukuman akan setiap perbuatan baik dan jahat yang sebenarnya ada 
persamaannya dengan agama2 semit.

**** Benar sekali, mBak. 

Ada reward system. Hanya approachnya berbeda.

Yang terutama, "surga" bukanlah sebuah tempat, namun adalah suatu 
keadaan bathiniah. "neraka" dalam arti kamar penyiksaan dengan api 
menyala nyala, juga tak ada, namun, adalah keadaan dimana manusia 
sengsara dalam bathin, tak damai dengan diri sendiri, mengalami 
sakit, kematian, dll. Jadi "neraka" adalah synonim dengan "tidak 
mencapai keadaan surgawi, pari nibbhana". 

Dan yang menjadi trigger bagi kegagalan  mencapai yang satu atau yang 
lain, bukanlah sang dosa, apalagi dosa asal,yang dipikul gara gara 
Adam ngawur, tetapi, adalah perilaku kita sendiri. 

Jadi tak ada pengertian "salvation", seperti dalam agama Semit. The 
human being (anthropos) is responsible for his life (now and in the 
future). karena itu, anthropocentrisme. Tha human being, anthropos,  
in the centre.

Perbedaan substantial lagi adalah, struktur ajaran, yang secara 
menyeluruh sebagai hasil dari pencerahan yang dialami Gautama (bodhi, 
karena itu Buddha, yang tercerahkan), dan bukan karena diberitahu 
oleh mahluk lain. Bukan hasil dialog antara manusia dan mahluk lain.

Persamaan dasar adalah, adanya pengakuan terhadap sang maha Ada. 
Walau sang maha Ada ini tak pernah bicara dengan kita. Dahulu tidak, 
sekarang tidak, nanti tidak.

Persamaan dasar juga, adalah penolakan terhadap konsep polytheisme.

salam

danardono






--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> dalam Agama budha, wujud ke-tuhanan dapat dilihat dalam wujud 
perbuatan
> baik atau darma dan pengosongan diri, semakin banyak darma dan 
semakin
> banyak manusia mengosongkan diri untuk hal2 yang ragawi,semakin 
tinggi
> manusia itu dalam menuju Budha, dalam budha ada suatu kepercayaan 
bahwa
> intinya setiap manusia dapat menjadi seorang Budha..reward dari 
berdarma n
> pengosongan diri dari hal2 ragawi adalah menjadi seorang Budha.., 
sudah
> menjadi idealisme orang2 yang beragama budha untuk menjadi seorang
> "Budha",menjadi seorang "Budha" adalah seorang yang telah mencapai
> nirwarna.
> 
> dalam budha juga ada kepercayaan surga dan neraka, jadi sistem 
penghukuman
> akan setiap perbuatan baik dan jahat yang sebenarnya ada 
persamaannya
> dengan agama2 semit.
> 
> 
> 
> 
>                                                                     
       
>              Nugroho 
Dewanto                                               
>              
<[EMAIL PROTECTED]                                             
>              
mpo.co.id>                                                 To 
>              Sent by:                  
[email protected]            
>              
[EMAIL PROTECTED]                                          cc 
>              
ups.com                                                       
>                                                                    
Subject 
>                                        Re: [ppiindia] Re: dialog 
santun    
>              10/27/2005 02:47          Kristen-
Islam                       
>              
PM                                                            
>                                                                     
       
>                                                                     
       
>              Please respond 
to                                             
>              
[EMAIL PROTECTED]                                             
>                   
ups.com                                                  
>                                                                     
       
>                                                                     
       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> tks pak danar sudah membantu menjawab.....
> 
> dalam penggambaran tentang Tuhan dan hubungan
> dengan sesama manusia, sebetulnya ada benang
> merah antara ajaran budha dan agama-agama semit.....
> 
> ajaran budha tak terlalu "memusingkan" (wujud) Tuhan,
> yang penting adalah darma = berbuat baik kepada sesama....
> 
> dalam ajaran yahudi dan kristen (perjanjian lama), istilah
> yahwe adalah persis "dia yang tak mau disebut namanya..."
> yang dilakukan yesus adalah terus menerus mengajarkan
> kasih kepada sesama.....
> 
> dalam islam, ada larangan keras menggambarkan
> wujud Tuhan..... bahkan tak usah pula menghabiskan waktu
> terlalu banyak memikirkan wujud-Nya.... "tak usah memikirkan
> Zat-Ku, pikirkan ciptaanKu...." dan manusia diajarkan untuk
> mengasihi dan menyayangi sesama, dengan muhammad
> (dan nabi-nabi sebelumnya) sebagai teladan.....
> 
> salam,
> 
> 
> 
> At 06:08 AM 10/27/05 +0000, you wrote:
> >"...bedanya Agama2 samawi bukan membawa perubahan yg significant
> >dalam bentuk penciptaan physical, agama2 samawi membawa ajaran2 
yang
> >lebih tinggi, ajaranya gak cuma melengkapi n memenuhi kebutuhan
> >spiritual manusia, tp juga intellectual, dan emotional manusia..."
> >
> >Mungkin, tak semudah itu, kita mengatakan, bahwa agama suku suku
> >Semit, lebih tinggi dsb. Kita harus mendetail dalam melihat
> >masalahnya. Misalnya, apakah kita definisikan, apakah itu "agama
> >sebelum agama Semit".
> >
> >Seperti mas Nugroho simpulkan, idee monotheismus sudah exist ribuan
> >tahun sebelum Masehi. Ini terlihat dari - misalnya Migdol temple - 
di
> >Yordania, yang sudah dipakai untuk ibadat pada 1650 sebelum Masehi.
> >
> >("Its massive stones still clinging to the damp hills of the Jordan
> >River Valley, the Migdol Temple at first appears to be little more
> >than an ancient network of fortified walls. Yet when Jordanian and
> >Australian archaeologists working at the site of ancient Pella 
began
> >piecing it together in 1997, it didn't take them long to realize 
that
> >they were reconstructing something extraordinary: a 3,600-year-old
> >textbook in stone.
> >
> >The Migdol Temple charts within a single room one of the most
> >important events in human history: the transition from polytheism 
to
> >the belief in one God.)
> >
> >Kalau kita tela'ah mendalam, struktur ajaran Buddha, yang juga 
lebih
> >tua dari agama agama Semit, kita lihat bahwa ajaran Semit TIDAK 
lebih
> >tinggi. Ajaran Budha malah tak mengajarkan pemujaan Tuhan Tuhan,
> >tetapi menggambarkan Tuhan sebagai sang Pencipta yang tak berwal 
tak
> >berakhir, tak dilahirkan. Tidak Trimurti, tidak Trinitas.
> >
> >Ajaran Yahudi, yang juga tercermin dalam Perjanjian Lama, malah 
ber-
> >belit belit dalam ritual dan upacara upacara yang penuh symbolik,
> >dimana ajaran Buddha telah mengajarkan, bagaimana merintis jalan
> >menuju pada kedekatan dengan  alam Ilahi (pari Nibbhana).
> >Bukan menekankan pada ritual belaka, yang tak membawa manusia ke-
mana
> >mana, selain malah memuaskan keAkuan ("aku telah ibadah", "aku 
telah
> >memuaskan Tuhan", "aku telah kunjungi Misa kudus hari Minggu", 
dll).
> >
> >Pada dasarnya, ajaran inti "melenyapkan ke Akuan" dalam ajaran
> >Buddha, yang jauh lebih tua daripada agama Semit, juga tertuang 
dalam
> >ajaran Islam, yakni "penyerahan diri total pada sang Khalik", jadi,
> >juga "membuang keAku-an".
> >
> >Mbak benar, bahwa manusia dalam perjalanan sejarah, lebih 
tersandung
> >sandung pada penyibukan diri dengan agama, lebih dari pemahaman 
akan
> >Tuhan itu sendiri, dan pemuliaan kehidupan, yang seharusnya menjadi
> >dasar untuk "menuju ke surga".
> >
> >Di Indonesia, banyak system kepercayaan, yang lebih tua daripada
> >agama Semit, yang juga tidak polytheistis, yakni kepercayaan
> >Kaharingan, dan kepercayaan lain. kalau kita perhatikan kehidupan
> >masyarakat yang mengamalkan kepercayaan kepercayaan ini, kehidupan
> >mereka (walau sekedar "orang desa"), sangat mulia, luhur dan penuh
> >kedamaian bathin. Lihat budaya orang Tengger, orang Baduy.
> >
> >Jauh lebih damai daripada kehidupan bathin masyarakat Eropa, yang
> >sudah ribuan tahun menjadi penganut agama monotheistis, Kristen.
> >Misalnya.
> >
> >Conclusio: kepercayaan sebelum agama Semit mempunyai taraf 
kebathinan
> >yang tak lebih rendah daripada agama agama Semit. Kita lihat saja,
> >dimana kedamaian lebih tersemai, dibelahan bumi mana..
> >
> >
> >Salam
> >
> >danardono
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke