POLA2 PSIKOLOGIS MANUSIA JIKA AGAMA BENTROK AMA NALAR
Idealnya dan enaknya memang agama gatuk sama isi jidat kita. Namun sungguh
sayang hal ini sering kali tidak terjadi. Sering kali ayat-ayat di kitab suci
bunyinya bentrok ama nalar kita.
Sebenarnya bukan saja dalam kehidupan beragama, juga dalam kehidupan
sehari-hari sering kali manusia mempunyai dua gagasan yang berbeda, yang tak
dapat disatukan.
Ada sebuah konsep menjelaskan fenomena ini, yaitu COGNITIVE DISSONANCE (Leon
Festinger), suatu konsep yg diambil dari dunia musik. Disonans adalah dua nada
musikal yang tidak selaras. Cognitive Dissonance adalah dua pikiran/gagasan
yang tidak selaras secara bersamaan berada dalam diri manusia.
Coginitive dissonance juga banyak dalam konsep religius. Misalnya Tuhan itu
abadi, tetapi sekaligus berada di dalam waktu. Tuhan itu Maha Baik, tetapi kok
sekaligus Kejam.
Bagaimana menyelesaikan bentrokan ini?
Manusia secara alamiah berusaha mengatasi konflik kognitif ini untuk
mempertahankan perasaan integritas dirinya. Tanpa penyelesaian disonansi di
alam pikiran akan membuat manusia stres atau menjadi pasif dan frustasi
berkepanjangan.
Dalam pemikiran religius ada 5 pola / pattern yg sering digunakan manusia untuk
mengelola disonansi pemikiran:
1. COMPARTEMENTALIZATION (compartment = section or room). Membuat bilik-bilik
atau partisi-partisi pemikiran.
Inti dari pola ini adalah dengan cara TIDAK MEMIKIRKAN gagasan yang berlawanan
tersebut. Ini sering kita amati pada sikap orang-orang beragama terhadap ilmu
pengetahuan. Dalam kebingungan mereka sering mengkompartementalisasi dgn
mengatakan agama ya agama, science ya science.
Atau pertentangan antara agama dan bisnis, misalnya dapat kita amati pada orang
Kristen (gak tau sekte yg mana) sangat semangat beribadat, sampai rukonya
dijadikan gereja segala, tapi mereka dalam urusan bisnis juga sangat
bersemangat bahkan tega menipu orang banyak demi keuntungan bisnis. Contoh
paling terkenal dalam hal ini adalah grup LIPPO yang melakukan insider trading
(tentu saja kalau Lin Che Wei dan ICW benar).
Demikian juga kita dapat amati pada orang-orang Islam, KKN nya nggak
ketulungan. Sampai uang haji juga ditilep abis-abisan. Sampai negara
berpenduduk muslim terbanyak ini termasuk paling top dalam hal maling uang.
Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi karena belum
diterapkannya syariat Islam. Nah kalau yg ini pola nomor 2.
2. REVISIONISME APOKALIPTIS
Ini adalah cara berpikir yang naif. Manusia MENINABOBOKAN DIRI dengan MASA
DEPAN yg indah.
Contohnya adalah tokoh-tokoh petualang politik yang menjanjikan Syariat Islam
sbg solusi bagi Indonesia. Ilusi manis di masa depan memang sangat ENAK dan
MURAH, KARENA TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN. Jelas sekali bahwa di dunia ini
negara-negara terbersih dari KKN adalah negara-negara eropa utara yg
jelas-jelas tidak berdasarkan agama manapun. Tapi trik murah meriah ini memang
sangat digemari politisi manapun termasuk Bush yg di Amerika sana, karena
terutama penduduk US bagian selatan masih suka sekali lagu nina bobo ini sama
seperti sebagian besar penduduk Indonesia.
Trik alamiah pikiran manusia ini juga bisa kita amati, pada orang-orang yang
berpura-pura sabar ketika dilanggar haknya oleh orang lain yang lebih kuat.
Mereka mengatakan manusia harus bersabar, sambil mendoakan supaya orang kuat
tersebut dihukum oleh Tuhan di neraka. Sambil berkata orang sabar disayang
Tuhan. Padahal ia hanya sabar karena nggak berani melawan.
Kebiasaan mental orang-orang beragama seperti ini dikritik abis oleh Nietsche
(filsuf Nihilisme) sebagai mentalitas budak.
3. RASIONALISASI (Cari Cari Alasan)
Nah ini mungkin pola alamiah psikologi manusia yang paling banyak. Pola ini
karena kita semua kebanyakan sudah kebacut beragama Islam, beragama Hindu,
Kristen dll. Karena kebanyakan kita memeluk agama karena orang tua kita.
Kebanyakan dari kita sebenarnya tidak memilih agama mana sebenarnya yang paling
cocok dengan kita. Juga mereka-mereka yang pindah agama sewaktu dewasa. Hampir
tak seorangpun di dunia ini yang melakukan studi perbandingan semua agama di
dunia ini baru kemudian memilih salah satu dari agama-agama tsb untuk menjadi
agamanya.
Hal ini sebenarnya tidaklah jelek. Yang kurang baik adalah pola rasionalisasi
ini. Dengan ini manusia membenar-benarkan, mencari-cari alasan apapun untuk
membela agamanya yg sudah terlanjur diakuinya.
Pola rasionalisasi ada 3 variasi, yaitu:
-Menambah keindahan dan kebaikan pilihan yg telah dipilih, misalnya dengan
mengatakan Tuhan telah menyapa saya untuk menjadi umatnya.. Kalau Harry
Rusli masih hidup, mungkin orang terhormat ini akan mengatakan cai..lah...!!!!
-Mengurangi mutu barang / agama yg tidak ia pilih, dengan mengatakan:
Sebenarnya agama yang itu juga baik, tetapi tampaknya Tuhan telah berkehendak
saya memeluk agama ini. .............. CAI LAHHHHHH!! ..he..he..
-Plintat Plintut, kadang menjelek-jelekkan, kadang membaik-baikkan... Mungkin
contoh paling terkenal ya Sudomo... biar bisa kawin gonta-ganti Pak Sudomo
dengan enteng pindah agama sana sini.... tapi kayanya Sudomo tidak pernah
menjelekkan agama tertentu, dia hanya mengenakkan agama sang calon istri..
he..he.. smart old playboy!!
4. PENAFSIRAN ULANG SECARA METAFORIS
Misalnya ayat yg berbunyi Bekerjalah untuk mendapatkan nafkahmu, ditafsir
ulang oleh orang males yang suka ngemis, dengan mengartikan bahwa ngemis itu
juga kerja. ...he..he..
Atau contoh lain, cowok hidung belang menafsirkan cinta ... (ah males ah
rasanya nggak cocok nih contoh).
Nah lebih cocok ini, Suster-Suter yayasan sekolah katolik, yang memberikan gaji
dan kesejahteraan rendah pada para guru. Mereka melakukan itu dengan mengatakan
bahwa manusia harus hidup sederhana. Gaji rendah ditafsirkan dengan hidup
sederhana. .. Yah begitulah cewek kalau pegang uang..jadi PELIT!!!!
5. ABSTRAKSI PARADOKSAL
Ini cara berpikir kritis. Ini cara berpikir orang yang berani bernalar. Ia
betul-betul menyadari bahwa karunia Tuhan yang membedakan manusia dengan kadal
atau kodok adalah nalar, untuk itu ia tidak mau berdosa mematikan nalarnya.
Manusia ini mau mencari terus menerus, bagaikan kekasih yang mencari-cari cinta
sejatinya.
Contoh menarik adalah perdebatan antara Profesor Alvin Plantinga (Kristen
Reformasi, Calvinis) dengan Filsuf Atheis:
Atheis:
Premis 1, Tuhan Maha Kasih dan Maha Kuasa
Premis 2, Kalau Tuhan Maha Kasih dan Kuasa maka DIA mau dan mampu menghabisi
Setan/Godaan/Kejahatan
Premis 3, Tetapi Setan ada / exist.
Kesimpulan: Jadi Tuhan itu tidak ada.
Jawaban Alvin Plantinga:
Premis 1, Tuhan Maha Kasih dan Kuasa
Premis 2, Tuhan mampu menghabisi Setan/Godaan/Kejahatan, tapi Tuhan tahu itu
bukan yg terbaik buat manusia. Dunia yang terbaik, adalah dunia di mana manusia
bisa mencintai. Dan cinta adalah anak kandung dari Kebebasan. Tanpa kebebebasan
memilih manusia tak akan dapat mencintai.
Premis 3, Setan itu ada/exists ... So what gitu loh?!!!
Kesimpulan:
Tuhan itu Maha Kasih dan Kuasa, Setan ada, Manusia diminta belajar mencintai.
Akhir kata aku cuman bilang, sayang kalau nalar dibuang, kan itu pemberian
Tuhan. Kita orang-orang awam mungkin tidak dapat memahami dengan nalar kita
keseluruhan ayat-ayat kitab suci, tapi juga tidak perlu membuangnya.
Tapi buatku yang pasti adalah cinta dan upaya mempelajari seni termulia ini,
bacalah buku the art of loving Erich Fromm (terjemahan Indonesia oleh Yayasan
Obor Indonesia tel: 324488 Jl Plaju no 10 Jkt dan juga Fresh Book, Jl Keahlian
BlokA14 Jatiwaringin Jakarta, [EMAIL PROTECTED]), di situ paling tidak kita
bisa tahu kitab suci ternyata juga bisa penuh cinta, masyarakat modern ternyata
membahayakan cinta.
Suatu hari aku mengamati bayi dan anak-anak kecil. Aku sepakat bahwa mereka
berasal dari suatu tempat atau dimensi. Aku amati ternyata ada beberapa
ciri-ciri tertentu:
-Mereka meradiasikan rasa empati. Orang dewasa yang normal akan berempati dan
melindungi mereka.
-Mereka meradiasikan kegembiraan. Orang dewasa yg normal akan gembira melihat
polah mereka.
-Mereka meradiasiakan harapan. Orang dewasa yang normal menjadi bersemangat.
Orang dewasa normal, baik dia itu Islam, Kristen, Hindu, cino totok, singkek,
babah, blasteran, jowo asli, jowo campuran meduro, batak, flores, negro, bule,
eskimo, arab, homosexual, lesbian, banci, ... semuanya akan merasakan radiasi
tersebut... tampaknya bayi, anak-anak kecil ini membawa radiasi cinta dari
dunia atau dimensi asalnya. Bagi orang beragama tempat asal bayi adalah Tuhan.
Ini bukti buat aku secara nalar dan logis bahwa Tuhan itu adalah CINTA. La wong
radiasinya aja kaya gitu.
SELAMAT BERLIBUR, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
Kalau merasa sealiran sama tulisan ini dan mau membikin email ini jadi email
berantai, silakan gak ada yang ngelarang. Tapi gak usah pakai janji surga dan
ancaman neraka segala. Matur Nuwun.
Bobby Budiarto, Jakarta Timur 25 October 2005.
PS: Mengenai Alvin Plantinga, Leon Festinger bisa disearch di Internet, kalau
kalian dah beli bukunya, pinjem dong! Kesalahan dalam tulisan di atas bukan
tanggungjawab kedua Profesor ini, kesalahan saya juga bukan... salah sampeyan
mau baca..he...he..he..
NB:
1. Aku bukan pegawai Yayasan Obor Indonesia atau Fresh Book
2. Email ini jangan diforward ke Romo Kardinal atau bahkan Paus, soale aku
muji-muji Alvin Plantinga yang protestan. Memang aku nggak akan dipecat seperti
yg terjadi di abad lalu, tapi yo tetep sungkan Rek. Apa maneh kalau aku nanti
diundang ke Roma
. Cailehhhhhh !!!!!!!!! (kata Roh Harry Rusli).
3. Kalau ada suster-suster yg baca email ini, aku cuman bisa kasi tahu ini
based on true complaint dari para guru TK anakku.
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/