Spiritualisasi Sains
Sepanjang yang saya ketahui, hanyalah pewahyuan Al-Quran yang dimulai dengan
perintah untuk melakukan penalaran dan refleksi atas fenomena jagad raya.
Dengan demikian pendidikan serta perintah melakukan penelitian ilmiah memiliki
akar teologis yang sangat kuat di dalam Islam. Perintah Iqra (=baca) ini
sungguh sangat revolusioner untuk konteks masyarakat Arab waktu itu, sebuah
masyarakat padang pasir yang tidak mengenal bduaya tulis-baca sebagaimana
masyarakat Yunani Kuno. Bahkan Nabi Muhammad pun dikenal sebagai ummy, seorang
yang tidak terpelajar. Namun di sinilah yang pada urutannya menjadi salah satu
hujjah akan kerasulan Muhammad.
Iqra bukan berarti membaca teks harafiah saja, melainkan meliputi perenungan,
pemikiran, refleksi dan kajian terhadap fenomena alam raya. Kata alam sudah
masuk menjadi kosa kata bahasa Indonesia, alamat, yang berarti petanda yang
jelas. Alam juga mengandung makna indek atau penunjuk obyek yang berada di
kejauhan. Jadi dalam pandangan Islam, alam raya ini merupakan hamparan
tanda-tanda yang harus dibaca, direnungkan dan dikaji agar alam raya membuka
dirinya yang di dalamnya penuh dengan ilmu. Ilmu adalah himpunan kaidah
kebenaran berupa sunatullah atau hukum alam.
Dengan demikian,orang yang tengah mencari ilmu pada dasarnya adalah orang
yang sedang memahami dan menggali kaidah-kaidah kebenaran yang berlaku pada
alam raya ini. Caranya, sebagian mahasiswa di kampus melakukan eksperimentasi
di laboratorium dan sebagian besar hanya percaya pada buku yang ditulis oleh
para ilmuwan ahli, atau difahami dan dihafalkan.
Ilmuwan-ilmuwan ternama kelas dunia seperti Isaac Newton, Einstein dan
lain-lainnya sesungguhnya mereka bukannya menciptakan hukum alam, melainkan
berhasil memahami hukum alam lalu dituangkan ke dalam sebuah rumusan. Perihal
hukum gravitasi, misalnya, sebagai peristiwa alam sudah berlangusng jutaan
tahun, namun untuk bisa memahami dan menjelaskan secara ilmiah baru berkembang
setelah Newton berhasil memahaminya secara ilmiah. Dengan membaca hukum alam
alam melalui pengamatan, perenungan, dan riset, maka seorang ilmuwan muslim
akan mampu menelusuri jejak-jejak Sang Pencipta melalui tanda-tanda atau
alamat berupa kehebatan dan keindahan alam semesta.
Dengan cara pandang ini maka dalam Islam sesungguhnya tak ada dikotomi antara
ilmu dan iman. Antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Ilmu pengetahuan
bisa diaktakan sebagai anak kandung Islam. Meskipun AlQuran bukan buku teks
ilmiah sebagaimana yang difahami dalam dunia perguruan tinggi, namun AlQuran
mengandung prinsip-prinsip kebenaran ilmiah yang mendorong dan menjadi
inspirasi untuk dikaji secara empiris dan induktif. Maka tidak mengherankan
jika umat Islam sejak awal turunnya AlQuran sampais ekarang selalu peduli
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, berangkat dari inspirasi, perintah dan
hipotesa yang terkandung dalam kitab suci.
Meskipun Islam tidak menghendaki adanya pemisahan antara agama dan ilmu
pengetahuan, namun perlu disadari bahwa ketika masuk wilayah disiplin keilmuan
proses dan dinamika spesialisasi keilmuan tidak bisa dihentikan. Karena salah
satu ciri kerja ilmiah adalah membatasi obyek kajiannya secara spesifik,
sedangkan ajaran agama memandang hidup secara keseluruhan. Contoh yang paling
gamblang adalah perkembangan ilmu kedokteran yang sekarang telah melahirkan
puluhan spesialisasi bidang keahlian, pada hal awalnya bermula dari dokter
umum. Hal serupa juga terjadi pada studi keislaman. Pada mulanya orang
mempelajari AlQuran untuk menambah keimanan, membaca dan merenungkan kebesaran
Allah melalui ayat-ayatNya, baik ayat AlQuran maupunn ayat berupa alam
semesta. Namun pada urutannya studi Islam bercabang dan beranting sebagai
fakultas, jurusan dan bidang studi di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Ulama pun menunjukkan spesialisasinya, ada yang ahli fiqih, kalam, tasawuf,
filsafat, dan seterusnya. Belum lagi munculnya sekian mazhab dalam
masing-masing cabang keilmuan diatas. Dan sekarang berkembang lagi ekonomi
syariah dan cabang ilmu keislaman baru lain. Gejala ini menunjukkan bahwa Islam
selalu membuka diri dan bahkan mendorong bagi munculnya ilmu pengetahuan baru
selama semua itu diarahkan untuk membantu kesejahteraan manusia. Jika dahulu
para ulama kita belajar Islam ke Makkah, sekarang melebar lagi ke negara-negara
Timur Tengah lain. Bahkan banyak anak-anak keluarga kiyai yang malah memilih
belajar Islam ke negara Barat, terutama ke Amerika Serikat, Canada, Inggris dan
Belanda. Yang mungkin unik, ada keluarga santri yang baru saja meraih doktor
studi Islam di Rusia.
Demikian opini Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dalam majalah Azzikra.
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/