dear freethinker, 
crita anda memang benar absolutely..tapi satu hal kita jg jangan 
bikin keadaan makin panas, politik diluar udah panas...usahain 
di milis kita cari solusinya, kalo bisa.
kalo gak bisa ya gpp. at least we've tried our best.
di indonesia, jadi minoritas emang susah, entah itu kristen, 
konghucu, ataupun ras cina.
semuanya diatasnamakan dengan asas islam, entah dari MUI 
maupun kementrian sehingga keseringan merugikan pihak 
minoritas (kebetulan kristen yg sedikit).
di indonesia, bikin gereja itu susahnya ampun2...bisa 10-15 
taon baru direstui itupun udah nge lobby sana sini termasuk 
MUI...kalo uang pelicinnya lancar baru deh diijinkan...
sorry to say, saya bandingin si islam dan kristen ya karena 
memang agama berdua ini berseteru sejak ratusan tahun.

untuk lina,
saya juga percaya 100% cerita anda ttg teman2 yg beribadah di 
senayan dll...
tapi coba tengok sedikiiiit aja ke berita di media ataupun 
kerabat2 yg lain, yg tiggal di daerah bandung, bekasi dan 
tangerang...begitu banyaknya rumah yg diserbu karena mereka 
sedang beribadah dan berdoa bersama, oleh pihak2 yg 
mengaku bahwa peribadatan disana murtad...
sebagai seorang manusia, apa anda tidak sedikit merasa 
ter-empati...melihat orang2 yg sedang berdoa, lalu diserbu dan 
diserang tanpa perlawanan dan perlindungan aparat?

saya akui saya beragama kristen, tapi ingat saya tidak pernah 
membela siapapun atas nama agama! 
tuhan tidak perlu dibela, karena kita manusia tidak punya 
kekuatan yg cukup untuk membelaNya...malah yg ada 
sebaliknya, kita yg dibela oleh Tuhan.
apa yg saya bicarakan adalah semua berdasarkan 
kemanusiaan! dan beribadah menurut agama masing2 adlh 
bagian dari sisi kemanusiaan yg patut dihormati.
kalo melihat berita2 di tv, saya sangat benci tentara israel yg 
hobby membunuh org palestine.
saya jg sangat benci trhdp slobodan milosevic yg membantai 
ribuan etnis muslim bosnia.
saya jg sangat menyesalkan perbuatan nicholas sarkozy di 
france.
saya tidak pernah ikutan membela mereka karena seagama 
dgn saya.
karena apapun agamanya, minoritas ataupun tidak...adalah 
manusia juga, tanpa melihat latar belakang sosial dan religi.

so please...
kalo mau berjuang...tolong atasnamakan kemanusiaan...
bukan hanya agama...
"You may say I'm a dreamer 
But I'm not the only one 
I hope someday you'll join us 
And the world will be as one"...

no matter you're christian or moslem,
we are one...

------------------------------------------------------------------------------------






--- In [email protected], Free Thinker 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Eh, jangan sembarangan kalo ngomong!!
> 
> "Masalah yang terjadi di Indonesia, sekali lagi karena
> minoritas  Kristennya nya gak mau mengikuti peraturan
> yang sudah ada. Coba kalo di Amerika, minoritas gak mo
> mengikuti peraturan yang dah ada?"
> 
> Peraturan apa yang ga diikuti? Peraturan beribadah?
> Heran, udah ribuan kali dibilang: IZIN NENDIRIKAN
> GEREJA DI INDONESIA ITU SUSAH!!! Itu barus satu
> contoh. Budek amat sih! Jangan sok tahu kalo cuma
> denger2. Tanya dong dari orang pertama yang mengalami!
> 
> INTIMIDASI ke orang2 minoritas di Indonesia itu
> terjadi. Akui aja! Intimidasi terhadap warga asing
> yang sedang bersukaria di cafe-cafe di Kemang oleh
> kelompok yang hobi sweeping.. Intimidasi yang
> memekakkan telinga dari speaker2 di mesjid...
> Intimidasi dari kelompok religius yang menghentikan
> aktivitas ibadah.. 
> 
> Mau contoh lain? Weleh... belum tahu ya karier yang
> terhambat gara2 seseorang itu tidak beragama
> mayoritas. Belum tahu ya... 
> 
> TAHU GA RASANYA MERASA TERANCAM KETIKA 
BERIBADAH?
> Takut tiba2 ada bom yang meledak? Cuma karena malam
> natal? 
> 
> 
> KITA bersyukur hidup di Indonesia yang makin hancur
> dengan korupsi, teroris, dan kebencian yang semakin
> memuncak.
> 
> Well, am happy am leaving Indonesia for good. SOON.
> 
> 
> 
> --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Siapa bilang di AS tidak terjadi intimidasi terhadap
> > minoritas? 
> > Rasialis disana jg masih ada.
> > 
> > Alvin, kalo membandingkan sesuatu itu yang linear
> > dong. Masalah 
> > begini gak bisa digenarilisir. Harus dilihat case
> > per case.
> > Harus dilihat bagaimana sikon di Indonesia?
> > bagaimana di AS?
> > Begitu juga kalau mau menjiplak Liberalisme, harus
> > liat sikon2 tsb. 
> > Gak bisa main comot.
> > 
> > Masalah yang terjadi di Indonesia, sekali lagi
> > karena minoritas 
> > Kristennya nya gak mau mengikuti peraturan yang
> > sudah ada.
> > Coba kalo di Amerika, minoritas gak mo mengikuti
> > peraturan yang dah 
> > ada?
> > 
> > Sebaiknya kita berfikir bahwa kaum minoritas di
> > Indonesia ini memang 
> > sedang dibuat agar resah dgn segala cerita begini
> > dan begono. 
> > Bukankah ini suatu cara mereka mengadu domba? Ini
> > komoditas politik 
> > yang empuk di Indonesia.
> > 
> > Saya ingin tanya, apakah Alvien sebagai umat Kristen
> > merasa 
> > terganggu peribadahannya dengan adanya cerita2 ini?
> > 
> > Saya perhatikan teman2 Kristen lingkungan saya
> > bekerja, tenang2 saja 
> > melakukan ibadahnya. Mereka bisa lakukan di
> > gereja2nya, mereka bisa 
> > melakukan dikantor, mereka bisa lakukan digedung2
> > kantor lainnya, 
> > mereka bisa menghadiri bila diadakan di Istora
> > Senayan?
> > 
> > Kurang apa sih? Itulah perlunya bersyukur selalu,
> > sehingga bisa 
> > melihat sesuatu dari sisi positif.
> > 
> > wassalam,
> > 
>





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke