http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/12/8/o3.htm
Matematika Politik Gaya SBY Perombakan kabinet akhirnya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah hampir empat bulan terjadi polemik di media massa. Dua hari menjelang perombakan, SBY mengeluarkan pernyataan di Medan, menyebutkan Dr. Boediono (Menteri Keuangan di zaman Megawati Soekarnoputri), telah dimintai tugas ikut membantu kinerja kabinet. Hari Senin, 5 Desember di Yogyakarta, SBY bukan sekadar mengangkat Boediono, tetapi juga memberi kontribusi tambahan kepada Partai Golkar serta PKB (Muhaimin Iskandar yang didukung Gus Dur) dalam jajaran kabinet. Langkah-langkah ini kelihatannya amat strategis dan bukan tidak mungkin bisa mencerminkan gaya SBY dalam memerintah negara. Empat bulan pro-kontra itu kelihatannya dipakai tenggang analisis oleh SBY untuk melihat sejauh mana perkembangan opini terhadap isu perombakan, ke arah mana kecenderungan itu tertuju dan bagaimana dinamika politik yang terjadi di Indonesia. Dari sanalah kemudian SBY mencoba menganalisis masalah sebelum kemudian membuat keputusan final hari Senin lalu. Dua minggu yang lalu, ketika isu perombakan kabinet agak mengendur wacananya, dalam sebuah kunjungan ke luar negeri, SBY mengeluarkan pernyataan bahwa perombakan kabinet akan dilakukan akhir November. Ternyata wacana kembali bergulir deras. Nampaknya pernyataan ini dimanfaatkan sebagai uji coba sejauh mana keinginan masyarakat terhadap perombakan kabinet, dan ketika dirasakan masih kuat, SBY segera memancing lagi dengan pernyataannya di Medan yang menyebut-nyebut Dr. Boediono untuk membantu kinerja Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika pasar merespons positif, maka secara jelas bisa ditangkap bahwa pasar Indonesia itu kecenderungannya ke arah globalisasi. Dengan demikian, SBY telah bisa menangkap kecenderungan keinginan perombakan tersebut ke arah pasar yang mendukung globalisasi. Dr. Boediono, oleh para pengamat ekonomi dinilai mempunyai hubungan dekat dengan IMF (Dana Keuangan Internasional) yang mempunyai peran cukup signifikan dalam pembangunan di Indonesia di masa reformasi. Tokoh lain yang juga dekat dengan lembaga ini di Kabinet Indonesia Bersatu adalah Dr. Sri Mulyani Indrawati yang kini menjabat menteri keuangan. Pernyataan samar-samar Presiden di Medan tentang Dr. Boediono itu, menjadi demikian jelas baginya ketika direspons positif oleh pasar. Presiden tidak ragu-ragu lagi menempatkannya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Pada sisi lain, selama empat bulan pro-kontra tersebut, perkembangan politik di Tanah Air mengalami perubahan yang cukup berarti. Perkembangan itu misalnya terlihat mulai menyurutnya keinginan Partai Golkar untuk memasukkan enam (sampai tujuh) menterinya ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu jika ada perombakan. Partai Golkar dalam rapimnya beberapa waktu lalu malah menyatakan mendukung pemerintah. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga memperlihatkan sikap melunak dengan tidak lagi mengeluarkan wacana menarik kadernya dari barisan kabinet pimpinan SBY. Sedangkan konflik dalam tubuh PKB antara kelompok Muhaimin Iskandar dan Alwi Shihab belum juga selesai, meski konflik itu telah berlangsung setahun. Nampaknya dalam melakukan perombakan kabinet ini, SBY mencoba mengambil keuntungan politis dari perkembangan politik di Tanah Air selama empat bulan tersebut. Penunjukan Ir. Paskah Suzetta (kader Golkar) sebagai Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas boleh dikatakan sebagai bentuk ''terima kasi'' kepada Partai Golkar yang telah menyatakan dukungannya kepada pemerintah. Betapapun, Partai Golkar adalah penguasa parlemen Indonesia sekarang, yang jika membelot amat fatal bagi keseimbangan pemerintahan SBY, terutama dalam membuat kebijakan. Kepada Partai Keadilan Sejahtera, proporsi kadernya di kabinet mungkin dipandang sudah cukup. Untuk menjembatani PKB sekaligus mencoba menyelesaikan konfliknya, SBY mengangkat Erman Soeparno sebagai Menakertrans. Menteri ini adalah kader PKB dari kubu Muhamin Iskandar (dukungan Gus Dur). Sementara SBY sengaja membiarkan Saifullah Yusuf (kader PKB dari kubu Alwi Shihab) sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dengan cara demikian, SBY mencoba menyeimbangkan dua kubu PKB yang saling bertikai ini. Tetapi, dalam gosip politik yang berkembang, bahwa mantapnya posisi Saiffulah Yusuf tersebut konon juga disetujui oleh kelompok Muhaimin Iskandar, asal dia kelak bersedia bergabung. Jika nanti faksi-faksi PKB ini benar-benar bersatu, SBY mempunyai peran yang signifikan di dalamnya. Dengan demikian, dalam hitung-hitungan politik, kemantapan pemerintahan SBY akan bisa terjamin karena PKB pun akan mendukung. Hal ini tentu memudahkan bagi SBY untuk memimpin Indonesia. * GPB Suka Arjawa [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/HrzMLB/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

