http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=203748 Senin, 26 Des 2005,
Menanggulangi Kemiskinan Mencegah Bias Oleh Braman Setyo Pada 2006, salah satu persoalan sosial yang menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) adalah penanganan dan penanggulangan kemiskinan. Total dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut sebesar Rp 404 miliar atau sekitar 10 persen dari dana APBD Jatim sebesar Rp 4,3 triliun. Dari segi jumlah absolut maupun proporsinya dibandingkan APBD yang tersedia, alokasi dana sebesar itu tergolong fantastis. Hal itu memperlihatkan betapa besarnya komitmen pemerintah Jatim untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat miskin agar kehidupannya tidak makin sengsara pasca kenaikan harga BBM. Beberapa program penanggulangan kemiskinan yang akan digulirkan sepanjang 2006, antara lain, padat karya desa Rp 120 miliar, pemberdayaan ekonomi desa Rp 120 miliar, modal UKM Rp 25 miliar, pinjaman TKI Rp 25 miliar, padat karya sektoral Rp 80 miliar, rehabilitasi sekolah Rp 50 miliar, dan Gerdu Taskin Rp 50 miliar. Alasan Apa pun nama program yang digulirkan nanti, tujuan dan target utama pemerintah Provinsi Jatim semata-mata bersifat darurat-penyelamatan. Disadari bahwa pasca kenaikan BBM menyebabkan terjadinya inflasi dan melambungnya harga kebutuhan pokok yang membebani masyarakat miskin. Selain itu, berbagai usaha masyarakat miskin terancam kolaps. Bahkan, sebagian di antaranya benar-benar kolaps. Untuk mencegah agar masyarakat miskin tidak semakin terpuruk, pemerintah Provinsi Jatim sepanjang 2006 mencoba mengembangkan program-program yang prorakyat miskin, tanpa harus dibebani dengan target memberdayakan dan memandirikan masyarakat miskin secara penuh. Secara garis besar, ada tiga alasan kenapa pemerintah Jatim pada 2006 hanya menargetkan upaya penyelamatan dan memperkuat daya tahan masyarakat miskin tanpa berpretensi muluk-muluk untuk mengeluarkan dan memberdayakan mereka agar dapat mandiri. Pertama, daya tahan masyarakat miskin pasca kenaikan harga BBM benar-benar sudah jauh ke titik nol. Tanpa intervensi bantuan dari pemerintah, akan timbul proses masalisasi kemiskinan yang bisa mengganggu ketenteraman masyarakat Jatim. Meluasnya kemiskinan dan munculnya orang-orang miskin baru akibat kenaikan harga BBM merupakan salah satu variabel yang menyebabkan jumlah absolut angka kemiskinan di Jatim kembali naik. Kedua, kenaikan harga berbagai barang kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM ternyata menyebabkan berbagai usaha masyarakat miskin bangkrut atau minimal stagnan. Dengan demikian, tanpa stimulan modal berbunga murah dari pemerintah, dikhawatirkan sektor riil kecil-kecilan yang menjadi andalan hidup masyarakat miskin di luar sektor pertanian benar-benar mati. Ujung-ujungnya, masyarakat miskin tidak lagi memiliki penyangga ekonomi yang dapat diandalkan untuk hidup. Ketiga, tidak sedikit masyarakat miskin belakangan ini telah kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan akibat menjadi korban PHK atau dipulangkan paksa dari Negeri Jiran karena berstatus ilegal. Tanpa intervensi pemerintah untuk membuka lapangan kerja bagi para pengangguran, beban ketergantungan keluarga miskin akan semakin berat. Rawan Bias Meski dari segi dana yang dipersiapkan tergolong fantastis, harus diakui hal itu bukan jaminan dalam pelaksanaannya akan berjalan efektif. Ketua FKB DPRD Jatim Masruroh Wachid, misalnya, pagi-pagi memperingatkan kemungkinan rawan kebocoran dan tidaktepatan pemilihan kelompok si miskin yang benar-benar berhak atas dana yang dikucurkan. Salah satu persoalan yang disorot ialah belum jelasnya mekanisme pengawasan di lapangan saat dana itu digulirkan. Berkaca dari pengalaman masa lalu, pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dalam beberapa kasus menyimpang dari yang diharapkan. Hal itu disebabkan lemahnya pengawasan dan kurang akuratnya proses pendataan. Untuk 2006, agar efektivitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dapat lebih terjamin, selain pengawasan pihak eksekutif dan legislatif, sesungguhnya yang terpenting adalah pengawasan yang melibatkan peran aktif masyarakat, terutama kelompok-kelompok lokal dan masyarakat miskin itu sendiri. Di era transparasi seperti sekarang, sudah bukan zamannya lagi pengawasan hanya dilakukan lembaga-lembaga formal pemerintah yang dari segi tenaga tidak memadai jika dibandingkan luas cakupan dan banyaknya program yang harus dimonitor. Karena itu, mau tidak mau, agar pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan efektif, harus ada kepedulian dan kemampuan masyarakat setempat untuk terlibat dan memastikan bahwa program penanggulangan kemiskinan yang digulirkan berjalan sesuai skenario. Tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, ibu-ibu PKK, remaja masjid, LSM, pondok pesantren, lembaga sosial-keagamaan lain alangkah baiknya bersedia untuk memastikan bahwa program-program dan setiap sen dana yang dikucurkan benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Setujukah Anda? (*) * Drs Braman Setyo MSi, kepala Biro Umum Provinsi Jawa Timur [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

