http://www.antara.co.id/seenws/?id=25277

      Dec 28 23:23
     
        
      KORBAN TEWAS AKIBAT KEKERASAN DI POSO MENINGKAT SELAMA 2005 
        
        
      Palu (ANTARA News) - Hasil evaluasi akhir tahun yang dilakukan Yayasan 
Tanah Merdeka (YTM) --sebuah LSM ternama di Sulawesi Tengah--mengungkapkan 
jumlah korban tewas dan cedera akibat rentetan aksi kekerasan di daerah bekas 
konflik Poso sepanjang tahun 2005 meningkat tajam dibanding dua tahun 
sebelumnya.

      Dari sedikitnya 27 kasus tindak kekerasan yang terjadi sepanjang 2005 
yaitu berupa penembakan 10 kasus, pembunuhan empat kasus, dan pengeboman 12 
kasus, mengakibatkan korban meninggal dunia mencapai 31 orang dan luka-luka 
sebanyak 108 orang.

      Arianto Sangaji, Direktur YTM, kepada ANTARA di Palu, Rabu, mengatakan 
korban manusia terbanyak terjadi ketika dua bom berkekuatan dahsyat mengguncang 
Tentena (kota kecil di tepian Danau Poso) pada 28 Mei 2005 yang mengakibatkan 
23 orang tewas dan 97 lainnya cedera.

      Disusul pembunuhan dengan cara mutilasi di kota Poso, 29 Oktober lalu 
yang menewaskan tiga siswi SMA setempat dan mencederai seorang lainnya.

      Ia menjelaskan, jumlah kasus tindakan kekerasan di wilayah Poso tahun 
2005 itu beserta akibat yang ditimbulkannya jauh meningkat dibanding keadaan 
dua tahun sebelumnya.

      Pada tahun 2003 misalnya, total tindakan kekerasan yang terjadi di sana 
hanya 23 kasus dengan mengakibatkan 11 orang tewas dan 16 luka-luka, serta 
tahun 2004 sebanyak 22 kasus dengan 16 meninggal dunia dan 20 cedera.

      Menurut dia, meningkatnya tindak kekerasan di wilayah Poso sepanjang 
tahun ini akibat kegagalan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman kepada 
masyarakat. 

      "Ada dugaan adanya pembiaran mengenai kekerasan di sana, selain rendahnya 
kemampuan aparat dalam melakukan pencegahan termasuk dalam mengungkap para 
pelaku tindak kekerasan yang sudah terjadi," tuturnya, seraya menambahkan 
masalah ini justru membuat kepercayaan warga sipil terhadap aparat keamanan 
sangat rendah.

      "Ini sangat ironis sebab dalam menangani masalah keamanan di Poso, 
pemerintah dalam beberapa tahun terakhir sudah mengerahkan ribuan pasukan 
non-organik, namun tak membuahkan banyak hasil," katanya menambahkan. 

      Sangaji mensinyalir munculnya rententan tindak kekerasan di wilayah Poso 
kurun setahun terakhir ada hubungannya dengan pengalihan isu mengenai 
penanganan masalah kasus korupsi dana bantuan kemanusiaan bagi eks korban 
kerusuhan.

      "Kasus korupsi dana kemanusiaan di Poso itu berlangsung sistemik dan 
melibatkan banyak orang, termasuk sejumlah pejabat dan mantan pejabat di 
tingkat kabupaten dan provinsi," ujarnya.

      YTM sendiri memperkirakan dari hampir Rp200 miliar dana dekonsentrasi 
yang dikucurkan pemerintah pusat selama tahun 2001 hingga 2004 yang 
diperuntukan bagi pemulangan pengungsi, jaminan hidup, bekal hidup, serta bahan 
bangunan rumah (BBR) untuk 16.000 lebih kepala keluarga korban kerusuhan Poso, 
sekitar 60 persennya menguap. 

      Atas dasar itu, Sangaji mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna 
membantu pemerintah (Satgas Poso bentukan Menko Polhukam) dalam menuntaskan 
masalah Poso secara komprehensif, fair, dan berkeadilan.(*)

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke