http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/29/daerah/2324505.htm

 
300 Aktivis Peringati Tujuh Tahun Konflik Poso 


Palu, Kompas - Sekitar 300 aktivis lembaga swadaya masyarakat se-Sulawesi 
Tengah yang tergabung dalam Poso Center memperingati tujuh tahun konflik 
horizontal di Poso. Peringatan itu ditujukan bukan untuk mengungkit luka lama, 
tetapi untuk mendesak pemerintah dan aparat keamanan menuntaskan segala 
persoalan yang masih menyelimuti Poso.

Peringatan tujuh tahun meletusnya konflik horizontal di Poso itu ditandai 
dengan unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sulteng, Kantor Gubernur 
Sulteng, dan Gedung DPRD Sulteng yang terletak di Jalan Sam Ratulangi, Rabu 
(28/12).

Massa membawa puluhan spanduk dan pamflet berisi desakan terhadap pemerintah 
dan aparat keamanan untuk menangkap dan mengadili seluruh pelaku korupsi dana 
kemanusiaan Poso, menangkap pelaku sekaligus menghentikan kekerasan di Poso, 
serta merehabilitasi kehidupan warga Poso, baik yang masih mengungsi maupun 
yang telah kembali dari pengungsian.

Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pemerintah dan aparat keamanan 
bahwa masih sangat banyak persoalan di Poso yang belum ditangani serius, kata 
Koordinator Poso Center Yusuf Lakaseng.

Poso Center mencatat beberapa persoalan yang belum ditangani serius. Pertama, 
masalah pengungsi yang jumlahnya masih mencapai 5.000 keluarga (sekitar 25.000 
jiwa). Sebagian besar pengungsi ini masih tinggal di barak. Sedangkan warga 
Poso yang sudah kembali dari pengungsian belum dapat hidup normal karena tidak 
memiliki pekerjaan. Pemerintah diminta merehabilitasi kehidupan pengungsi 
maupun warga Poso yang telah kembali dari pengungsian.

Kedua, persoalan korupsi dana kemanusiaan Poso yang jumlahnya mencapai Rp 168 
miliar. Menurut Yusuf, penahanan mantan Bupati Poso Andi Asikin Suyuti adalah 
langkah maju. Namun, memeriksa Andi Asikin saja dinilai tidak cukup dan tidak 
akan membongkar tuntas kasus korupsi dana kemanusiaan Poso.

Polisi, kata Yusuf, juga harus memeriksa pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng 
sampai pemerintah pusat yang bertanggung jawab terhadap penyaluran dana 
kemanusiaan Poso.

Persoalan ketiga adalah kekerasan yang masih terjadi di Poso. Padahal, aparat 
keamanan yang ada di Poso diduga paling banyak dibandingkan di kabupaten mana 
pun di Indonesia. (REI)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$15 provides a child with safe, clean water. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/LSmZ0B/icGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke