http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139064


PEMERINTAHAN
Lembaga Kepresidenan Lemah 




Jumat, 24 Maret 2006
JAKARTA (Suara Karya): Secara institusional, lembaga kepresidenan masih lemah 
karena cenderung berperan sebagai single fighting menurut perspektif manajemen 
pengelolaan negara. Executive office of the president ini hanya diisi oleh 
segelintir orang, yakni tujuh staf khusus, beberapa pegawai protokol yang 
bertugas melayani tamu, dan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). 

"Kantor staf khusus juga menumpang di Sekretariat Kabinet (Setkab)," kata Jubir 
Kepresidenan Andi Mallarangeng dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu lalu. 

Mallarangeng membuat perbandingan, kantor Presiden AS di Gedung Putih (White 
House) dilengkapi puluhan pakar dan politisi senior yang menjadi dapur analisis 
serta masukan bagi presiden sebelum membuat keputusan. "Saya bersyukur diberi 
kesempatan bisa menyaksikan langsung decision makingprocess (proses pembuatan 
kebijakan) negara dari kabinet sampai ke tangan presiden," tuturnya. 

Namun, di samping soal peran minimalis kelembagaan kepresidenan, Mallarangeng 
juga melihat sejumlah kelemahan lain. Seperti presiden yang cenderung menjadi 
"tukang stempel" kebijakan. 

"Sistem pembuatan kebijakan seperti peraturan pemerintah (PP), keputusan 
presiden (keppres) dan sejenisnya sangat desentralistik. Artinya, semua dibuat 
oleh masing-masing menteri terkait. Lalu di bawa ke Setneg dan Setkab. Baru 
setelah jadi, Presiden hanya tinggal menandatangani," paparnya. 

Menurut Mallarangeng, lembaga kantor kepresidenan belum memiliki otoritas 
mencerna peraturan-peraturan semisal PP dan keppres agar sesuai dengan visi 
presiden. Kelemahan institusional lembaga presiden ini, katanya, menjadi kontra 
produktif terhadap ekspektasi masyarakat yang demikian besar karena presiden 
merupakan hasil pemilihan langsung rakyat. 

"Bagaimana Presiden bisa fokus mengatasi beragam persoalan nasional seperti 
busung lapar, flu burung, terorisme, bila peran dan fungsi lembaga kepresidenan 
belum signifikan," ujar Mallarangeng. 

Mallarangeng juga menyebut, alokasi anggaran dari APBN untuk "pos lembaga 
kepresidenan" belum optimal. Anggaran tersebut, katanya, digabung dengan 
anggaran Setkab, Setneg, pengelolaan Gelora Bung Karno, juga kawasan Kemayoran. 

Namun demikian, apa yang dikemukakan Mallarangeng ini dinilai pengamat lembaga 
kepresidenan Muchyar Yara, sebagai akal-akalan untuk memasukkan orang-orang 
baru ke Istana. Menurut Muchyar, upaya itu justru semakin membahayakan posisi 
Presiden. 

"Saya sudah berkali-kali mengatakan, orang-orang Istana harus diaudit personal. 
Keberadaan mereka mesti disterilkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) atau 
kepolisian. Kalau tidak, Presiden akan terus kecolongan," kata Muchyar. 

Muchyar menyebutkan bahwa lembaga kepresidenan sebenarnya tidak lemah, 
melainkan tidak clear secara personal. "Setneg dan Setkab merupakan bagian 
lembaga kepresidenan. Ini sudah cukup, tak perlu ditambah institusi baru. 
Aparatnya justru harus diaudit dan kurangi, bukan ditambah. Nanti malah makin 
amburadul karena rentan terhadap pembongkaran rahasia negara," paparnya. 
(Yudhiarma

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke