contoh perkara profan yang dianggap suci : khilafah ....




On 2/21/06, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> At 08:02 PM 2/19/06 -0800, you wrote:
>
> >Terima kasih mas Nugroho,
> >Boleh, aris suka belajar kiat-kiat dalam menulis yang
> >baik. Biasanya IPB punya program penulisan ilmiah
> >populer untuk para staf. Jadi kalau multikultural
> >ehm......agak sulit, kita lebih saintis.
> ===========
>
> mbak aris, multikulturalisme itu juga sains. tepatnya
> sains sosial. tidak lebih rendah ketimbang sains
> yang eksak.
>
>
>
> >Mas Nugroho, aris memahami tidak ada sekularisasi
> >dalam Islam, hendaknya aris sebisanya pintar dalam
> >teknologi dan agama. karena Islam adalah way of life,
> >standar hidup dalam bersikap dan berbuat,Islam adalah
> >pedoman hidup saya. Tak ada pemisahan antara agama
> >atau ahli teknologi, harusnya itu bersatu padu dalam
> >tubuh seorang muslim.
> >===========
>
> yang diperlukan islam adalah desakralisasi. banyak
> perkara bukan sakral, dianggap sakral.
>
> banyak perkara profan dianggap suci. itu sama
> dengan syirik. itu harus dibongkar agar islam kembali
> maju.
>
>
>
> >  Mas Goen menurut mas memang banyak baca buku apapun
> >dan sejak awal beliau telah memiliki mainstream
> >berpikir tertentu (pola pikir) untuk menyaring semua
> >informasi untuk makin meningkatkan keyakinannya.
> >Begitu pula aris, pengen banyak baca. Worldview yang
> >telah aris pilih telah membuat segala sesuatu
> >tersaring. Tentu saja memilih worldview butuh proses
> >berpikir dan proses yang sangat melelahkan.
> =========
>
> saya khawatir jangan-jangan anda tak bisa membedakan
> antara world view, paradigma, wacana dan kacamata kuda.
>
>
>
> >Mas Nugroho,
> >Manusia dihargai karena prinsip hidupnya, nilai-nilai
> >yang ia junjung tinggi.
> >Mungkin itu kelebihan dan kekurangan aris terlalu
> >jujur dan polos. Muda atau tua tidak menentukan
> >kebenaran prinsip hidup seseorang. Prinsip seperti
> >juga kedewasaan adalah pilihan hidup yang kelak akan
> >dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, Tuhan
> >seluruh makhluk.
> ========
>
> kita semua tahu mbak, perbuatan kita memang akan
> dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
>
> bila orang berbeda pendapat, bukan berarti yang
> pendapatnya berbeda adalah orang sesat yang bakal
> dilaknat Tuhan.
>
> itu praktek yang dulu dilakukan pemuka agama
> di abad pertengahan. menakut-nakuti orang lain yang
> berbeda pendapat, sambil meyakinkan pendapatnya
> sendiri yang paling benar.
>
> zaman sekarang sudah tak mempan.
>
>
>
> >Mas Nugroho,
> >Memang benar beliau-beliau adalah orang-orang yang
> >memiliki kapasitas lebih dalam pengetahuan hadis dan
> >Al Quran, dan tentunya siapalah aris bila dibandingkan
> >beliau. Keyakinan tentang penerapan syariat Islam
> >kadang tak berkorelasi positif terhadap banyaknya
> >pengetahuan agama yang dimiliki seseorang.
> >Mas tentu bisa melihat para dosen di suatu perguruan
> >tinggi banyak ilmunya namun kadang bingung bila
> >mempraktekkan ilmunya.
> >
> >Sebagai muslim kita hendaknya mencontoh Rasulullah
> >dalam menyakini agama Islam yakni disisi aqidah dan
> >syariat Islam. Syariat Islam yang aris pahami adalah
> >1)aturan Allah yang mengatur manusia dengan manusia
> >serta alam,2)aturan Allah yang mengatur manusia dengan
> >dirinya dan 3) Aturan Allah yang mengatur manusia
> >dengan Pencipta (atau ibadah).  Aturan Islam itu
> >sangat kompleks dan mencakup seluruh kehidupan
> >manusia. impian aris semua itu bukan sebatas teori
> >tapi diaplikasikan.
> >============
>
> mbak aris, saya senang berdiskusi dengan anda.
>
> inilah nikmatnya hidup di alam demokrasi hehehehe.
>
> diskusi semacam ini sulit terjadi di irak semasa
> saddam, di afganistan semasa taliban, atau
> di suriah sekarang.
>
> jangan lupa belajar terus dengan hati dan pikiran
> terbuka. jangan jadi orang yang taklid dan
> gampang percaya membabi-buta.
>
>
>
> >Oh ya mas, dapat salam dari Pa Waluyo, kata beliau mas
> >pernah ketemu dengan beliau di suatu acara di Jakarta
> =========
>
> salam kembali kepada beliau. saya lupa-lupa ingat
> pernah bertemu.
>
> salam,
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke