Mas Radityo,
  Adakah dalam Al Quran dan hadis yang menyatakan paham liberal?
   
  Mohon dikoreksi ya, pemahaman liberalisme menurut aris, 
   
  Liberalisme adalah paham kebebasan yang lahir dari paham sekulerisme yakni  
fasludiin 'anil hayyah atau paham atau ide pemisahan agama dari kehidupan, atau 
lebih tepatnya pemisahan aturan agama dari kehidupan. (Kalau sejarahnya mungkin 
mbakyu Lina bisa membahasnya, paham liberalisme muncul saat orang nasrani 
meminta pemisahan campur tangan gereja Romawi dalam pemerintahan dahulu.)
   
  Sehingga ujungnya agama dibatasi ruang lingkup pribadi semata atau ibadah 
ritual saja. Aturan kehidupan seperti politik, sosial, budaya, ekonomi, uqubat 
(sistem sangsi), cara berpakaian, cara hidup, cara pikir, berbuat dll 
diserahkah pada manusia. Atau ringkasnya, manusia bebas memilih (liberal) hidup 
dengan menggunakan cara apa saja  terserah dia. 
   
  Mau meniru hidup seperti binatang (makhluk tak berakal)  yang tak mempunyai 
aturan  dalam paham liberalisme sah-sah saja. Mau jadi atheis, silakan. Mau 
bosan hidup (bunuh diri) ya, dalam liberalisme boleh saja. 
   
  Sistem politiknya juga diperbolehkan menggunakan apa saja, mayoritas negara 
di dunia saat ini memakai demokrasi. Bentuk pemerintahnya juga diserahkan 
masing-masing negara berdasarkan kebaikan sudut pandang mereka seperti 
kerajaan, republik, parlementer dll.
   
  Karena menganut paham liberalisme dan sekulerisme inilah,  wajar seorang 
muslim menolak syariat islam. 
   
  Aris berharap yang menolak ini, hanya khilaf, mungkin belum tahu saja.   Bila 
seorang muslim secara terus terang berkata menolak syariat islam, bisa jadi 
masuk dalam kekufuran. Karena menolak aturan Allah, pencipta makhluk. Bila kita 
ingin memahami bagaimanakah sebenarnya Al Quran dan Sunah, maka cara 
penelaahannya mengikuti metode Rasul dan para shahabat. Dan Rasulullah dan Para 
shahabat dalam seluruh kehidupannya terikat dengan syariat Islam, Rasulullah 
juga mendirikan negara Islam di Madinah. Yang Kemudian dilanjutkan Khulafaur 
Rasyidin dan khalifah lain. Bukan metode hermeunitika yang dulu merupakan 
metode untuk menelaah injil.
   
  Mas RD,
   Tergantung tingkat pemahaman sekularisme dan liberalismenya. Kalau dia 
dengan sengaja menolak shalat, puasa dll karena kesadaran penuh menolak, bukan 
karena ikut-ikutan atau belum paham atau hawa nafsunya. 
   
  Tapi bila seorang muslim, dalam hatinya sebenarnya setuju syariat islam namun 
dalam pelaksanaannya masih jauh dari syariat islam (hawa nafsunya), maka 
perbuatannya masuk dalam kemaksiatan. dan Allah Al Ghafar (Maha Pengampun). 
wallahu'alam bishawab
  salam,
  aris
   
   
  Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  --- In [email protected], aris solikhah wrote:
>
>> 
> Aris secara pribadi tak ingin mengategorikan muslim itu 
fundamentalis, moderat, setengah-setengah atau abangan. Kecuali 
liberal. 


Jadi menurut penilaian Mbak Aris, Islam liberal itu tidak terhitung 
sebagai Islam ya? Atau bagaimana?








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke