On 3/31/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Lina: Kalau dalam hal ini (soal pembangunan), bukannya partly lagi
> mas, bahkan 100% bukan salahnya Pancasila.  Sebetulnya ini bukan
> soal salah siapa, tapi seberapa besarkah Pancasila bisa dijadikan
> bukti sebagai ketahanan suatu negara? Pancasila dan agama hanyalah
> benda mati.


Pancasila di sini adalah suatu  ideologi atau  pedoman untuk menjalankan
kehidupan bernegara. suatu ide yang mulia adalah lebih dari sekedar benda
mati. salah satu diantaranya adalah menjunjung persatuan diantara
kebhinekaan yang ada. ide ini yg diikuti oleh kita, kalau tidak sudah
amburadul jadi serpihan-serpihan kecil. Demikian juga agama, adalah ide yg
mulia, malah dianggap sebagai jalan yg ditunjukkan Tuhan toh, lha kok malah
mau dikecilkan sebagai benda mati. kalau buku kitab suci memang mati.

Lah buktinya Nabi Muhammad SAW datang membawa agama Islam di tanah
> Arab dan membuat Arab Jahiliyah menjadi beradab/berbudi, apakah
> tidak bisa dijadikan bukti agama membuat manusia berbudi?


  itu 1400-an tahun lalu kan ceritanya.... 600-an tahun lalu nusantara
pernah jaya dan megah dalam bingkai nilai hindu-buddha dalam naungan
Majapahit. lebih jauh lagi Sriwijaya yang buddha pernah membuat bumi
nusantara ini terkenal sampai ke china dan menjadi pusat universitas
buddhist setelah india. 2000-an tahun lalu kerajaan buddha Asoka membawa
india ke dalam sejarah yg gemilang. atau 3500 an tahun yg lalu, sri Krishna
yang mengembalikan nilai-nilai Sanatana Dharma ke tanah India membuat india
bersatu dalam Mahabharata yg artinya keluarga besar tanah Bharata -
bukti-bukti itu jauh lebih besar dari Madinah. dalam hindu pun ada
kitab-kitab yang menyangkut hukum-hukum bertatanegara, mengatur
sosial-ekonomi masyarakat, sampai kedokteran, astronomi, etc. namun sekarang
kitab-kitab itu dijadikan semacam perbandingan bukan mau diadopsi 100% di
jaman sekarang. jaman telah berubah, banyak kondisi yg membutuhkan sistem yg
berbeda.

variabel waktu, tempat, dan manusia (kultur dan kepribadiannya) adalah maha
penting.
mana bisa begitu saja disamakan dengan orang-orang Madinah jaman baheula yg
hidup di tanah gersang dan homogen. orang indonesia sekarang dan jaman dulu
saja sudah beda.

> go ahead juga selama dengan cara yang terbuka juga terhadap ide
> orang lain.> eh sayang kalau buktinya sebelum akhirat nanti, jadi
> cuman segelintir orang> di jaman itu saja yg bisa mendapatkan
> manfaatnya. mbok kalau gitu cari cara> yg lebih cepat.
>
> Lina: Lebih sayang lagi kalau sudah diakherat kita baru tau
> buktinya. Segelintir orang dimasa nanti dan segilintir orang yang
> telah merasakan dulu menjadi banyak gelintir...:-)


ini kepercayaan mbak, silahkan. mana ada wacana ilmiah yg menyuruh kita
untuk menunggu sampai sebelum akhirat baru mungkin ada bukti...

>
> Lina: dimilis ini? wah sayang saya ketinggalan lagi...:-(
> Masalahnya minta dibuktikan. Ternyata bukti ada...:-) Apa ya rencana
> Tuhan dengan dihadirkanNya bukti-bukti tersebut?


sedikit sudah saya ulangi di atas garis besar responnya.

 Karna


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke