DH: anda pasti masih sangat muda, dan tak mengalami masa perintisan kemerdekaan 1945 - 1960am. Kalau anda mengalaminya, pasti anda takkan berkata, "agama dahulu". Karena kalau bapak bapak negara kita dahulu, dalam menyiapkan proklamasi kemerdekaan mendahulukan agama masing masing, negara NKRI ini TAK pernah lahir.
Selama Indonesia terdiri dari berbagai budaya dan agama, impian mbak kita ini TAK akan terpenuhi. Yang mungkin terjadi, adalah, sekelompok manusia, yang menghendaki mutlak agar agama menjadi landasan negara, dan timbullah wilayah islami. Sekaligus akan timbul, wilayah wilayah lain, yang menghendaki azas kebangsaan, dan berdiri terpisah. Ini telah terjadi di Yugoslavia, dimana propinsi propinsi yang berbeda etnis dan agam mendirikan negara sendiri sendiri: Slovenia dan Kroatia, katholik. Bosnia Herzegovina, Kristen Orthodox dan Islam, Serbia Montenegro, Kristen orthodox. Suatu negara kesatuan yang islami takkan terjadi karena kondisi geopolitis. Juga kondisi ekonomis. Penduduk Islam yang 90an % hanya menguasai 20% dari perkenomian. Yang 80% menguasai perekonomian tak mungkin akan menerima begitu saja peng-agamaan negara. Kalau ini yang dikehendaki, ya kita lihat nanti. Salam danardono SB : Mari kita bicara dalam koridor demokrasi. Dan saya tidak sedang berkeinginan mengubah dasar negara. Hal itu tidaklah menjadi sesuatu yang penting, karena saya tetap mendukung falsafah Pancasila dan UUD '45. Saya juga mendukung keutuhan NKRI. Tapi Pak, ketika nanti dakwah telah berhasil dengan jalur demokrasi yang telah ada, dan mampu menjadikan kehidupan menjadi Islami, tak pelak, saat itulah subtansi syariat dengan sendirinya akan berlaku untuk orang-orang Islam tentunya. Dan tak ada masalah dengan ideologi negara Pancasila maupun UUD'45. Tak ada masalah dengan penganut agama lain, karena mereka akan dilindungi juga. Apakah dengan demikian, masih relevankah untuk mewaspadai "pelaksanaan" syariat? Hatta itu telah dimajukan lewat sebuah proses yang demokratis sekalipun? Jadi dimana demokrasi itu sendiri? Nah, ketika syariat bisa diberlakukan dengan cara2 yang demokratis, justru pertanyaannya adalah bisakah para founding father demokrasi itu sendiri menerima nilai2 Islam? Jika tidak, maka sesungguhnya demokrasi tidaklah sedemokratis yang kita bayangkan selama ini. Atau bisa jadi demokrasi adalah sesuatu yang semu, yang sadar atau tidak, sesungguhnya kita telah dialfakan oleh kisah keterbukaannya yang toleran, yang sesungguhnya adalah tidak ada. Salam, samba *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

