On 4/2/06, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > 1) Eyang, kalau ada irisan/kesamaan pemikiran apa langsung 'dituding' > mendukung? > > > > Dulu partai Islam Masjumi dibubarkan presiden Sukarno, karena pro > > imperialis dan membela pembrontak yang didukung asing. > > > > > 2) Eyang bisa sharing buktinya? Seorang rekan mengatakan hal itu > > tidak terbukti hingga saat ini.. Kira" yang bener yang mana? > > > > Wassalam, > > > > Irwan.K > > DH: 1) kesamaan? ini adalah sama dan sebangun. Lihatlah, mengapa > kelompok Islam menolak imperialisme AS dan mengapa PKI menolaknya, > adalah sama dan sebangun. Bertolak dari titiktolak yang absolutely > sama. Yakni thesis bahwa imperialisme dan kapitalisme menguasai > perekonomian dan dengan demikian membuat manusia ter-budak-kan. > Jadi, yang diserang disini oleh keduanya, adalah system kapitalisme. > Tidak saja kaum kapitalist. > > Ini bukan tudingan, namun sebuah conclusio.
Seorang rekan yang lain (sayangnya dia gak ikut milis ini) bilang bahwa dari teori kultural (bener gak namanya?) ada penjelasan kenapa Islam memiliki irisan dengan paham sosialisme/egalitarian. Sayangnya saya bukan pakar dalam hal ini.. cuma yang saya tangkap dari penjelasannya, ada 4 sektor (quadrant) masyarakat: 1. Fatalis 2. Hirarkis 3. Egaliter 4. Kapitalis 1 | 2 ---+--- 4 | 3 AFAIK, irisan antara Islam dan Sosialisme adalah pada sektor 3. Sektor 1 merupakan sektor pengikut/bersifat tradisional (sami'na wa atho'na). Sektor 2 kaitannya dengan kubu 'formal'/aturan (mis: ajaran agama, norma masyarakat/budaya, atau kekuatan senjata). Sektor 4 kaitannya dengan enterpreunership yang mendorong roda/aktifitas ekonomi namun sejalan dengan konsep "Survival of the fittest". Itu sebabnya kapitalisme, individualisme dan teori evolusi Darwin merupakan trio kwek-kwek yang diakui/tidak merupakan ciri" dari imperialisme modern. Pilihannya bergabung atau jadi rempeyek? Beliau mengatakan yang sekarang terlihat adalah kubu dari sektor 2 (mis: RUU APP, soal aliran sesat, etc).. sementara kebanyakan orang masih dalam sektor 1 - disuruh apa aja mau.. Kalau sektor 3 terlalu besar arahnya memang ke sosialis.. Namun kalau sektor 4 membesar, akibatnya konglomerasi (penguasaan aset di tangan sedikit orang) akan membesar --> resikonya mengarah pada kesenjangan sosial. Artinya, tiap sektor punya batasan masing".. tidak boleh terlalu besar tidak boleh terlalu kecil. Tetapi harus tepat/PAS (eh ini bukan mengutip iklan atau nama partai baru, ya).. :-) Satu lagi, AFAIK bedanya orientasi Islam dalam mengajak manusia (dalam hal ini umat muslim) berkembang dari 1 --> 2 --> 3 --> 4 ==> dari sikap pasrah saja kepada ikut aturan/formal kepada sikap egaliter/ kebersamaan baru kepada kemakmuran.. Jadi materi itu tahap akhir setelah sektor" lainnya menjadi dasar yang kokoh terlebih dahulu.. sehingga si kaya tidak 'pelit' bin bakhil pada lingkungannya, misalnya.. Mungkin Rosulullah bisa menjadi contoh dari alur ini.. beliau dipercaya dalam soal aturan (Al -Amien), bersikap egaliter (dekat dengan kalangan tertindas) dan terlibat dalam kegiatan ekonomi (pedagang).. Sementara kapitalis mengajak dari 1 --> 4 --> 3 --> 2. ==> jadi individualisme adalah yang utama dan norma itu belakangan (sekuler).. Mungkin ini yang menjelaskan adanya 'pertentangan abadi' antara relijius vs sekuler atau kalangan Islam dan (kebetulan) kubu sosialis vs kubu kapitalis. CMIIW.. Setelah Masjumi dibubarkan, maka kepanduan inipun ikut ikut bubar. > Ketika itu, saya masuk SMP, dan sangat mengikuti perkembangan > pembrontakan di Sumatra itu. > > Kalau anda sekedar dengar dari orang, maka generasi saya adalah > pelaku sejarah. Kami alami sendiri. PRRI didanai oleh AS, ini dapat > dibaca di beberapa referensi. Mungkin Eyang punya link/artikel yang bisa dishare? :-) Mungkin anda sebaiknya datang ke arsip Angkatan darat, atau > Perpusatakaan Nasional. Maaf Eyang, jaman internet gini kaya'nya lebih enak cari yang online deh.. bisa dibaca dari tempat sendiri lebih leluasa.. :-) Salam > > Danardono Wassalam, Irwan.K [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

