SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------
-----------

Konsep Negara Islam Tidak Jamin Indonesia Sejahtera


[JAKARTA] Konsep negara Islam yang diusulkan sebagian kelompok Islam 
di Indonesia tidak menjamin dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. 
Jika dipaksakan, konsep ini malah menyebabkan kemajemukan di 
Indonesia semakin kontraproduktif. Para pemimpin Islam bertanggung 
jawab mengelola Indonesia dalam arti yang sesungguhnya, yaitu dalam 
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Demikian disampaikan Ketua Kajian Timur Tengah Pasca Sarjana 
Universitas Indonesia, Dr Luthfi Zuhdi di Pesantren Ciganjur asuhan 
KH Abdurrahman Wahid, Senin (3/4). 

Negara Islam justru dapat menjauhkan umat Islam dari cita-cita agung 
agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi sekalian alam. "Lihat juga 
bagaimana Utsman dengan khilafah islamiyahnya menempatkan 
keluarganya dalam posisi-posisi yang strategis di pemerintahan, 
sehingga membuat umat Islam yang lain merasa cemburu. Ini malah 
menyebabkan perpecahan umat Islam," katanya.

Contohnya di Malaysia terdapat Pan Islam se-Malaysia (PAS/Partai 
Islam Malaysia). Saat ini, PAS berkuasa di negara bagian Trengganu 
dan Kelantan dan menerapkan syariat Islam. Syariat Islam yang 
diterapkan ala negara Islam di sana tidak membawa perubahan. Umat 
Islam Malaysia mayoritas lebih tertarik dengan Mahathir bin 
Muhammad, mantan Perdana Menteri Malaysia (1981-2003) yang merupakan 
repsesentasi dari United Malay National Organization (UMNO). 
Mahathir disebut-sebut sebagai perumus peradaban Malaysia.

Perbedaan persepsi di kalangan para pemuka Islam di Indonesia 
mengenai Islam dan negara dapat menjadi awalan yang baik untuk 
merumuskan semacam peradaban Islam Indonesia. [E-5]







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke