http://www.antara.co.id/seenws/?id=31827

         

      Apr 14 23:08


     
        
      SOETRISNO BACHIR BANTAH PERSELINGKUHAN DENGAN NIA PARAMITHA 
        
        
      Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat 
Nasional (DPP PAN), Soetrisno Bachir, secara resmi membantah perselingkuhan 
dirinya dengan Nia Paramitha, sehingga menjadi orang ketiga perusak rumah 
tangga artis Gusti Randa.

      "Naudzubillah min dzalik, mikir saja tidak, apalagi melakukannya," kata 
Soetrisno dalam pidatonya saat membuka Rakernas I PAN di Jakarta, Jumat.

      Menurut Soetrisno, ada dua hal yang ditunggu-tunggu pers dari dirinya, 
yakni klarifikasi soal tuduhan perselingkuhan yang menyebabkan kehamilan 
diikuti pengguguran kandungan Nia, dan wacana non-aktif sementara Ketua Umum 
PAN, yang sempat dilontarkan sejumlah pihak menjelang Rakernas PAN.

      Klarifikasi perselingkuhan maupun wacana non-aktif Soetrisno terkait isu 
tersebut, katanya, juga telah disampaikan kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah 
(DPW) PAN se-Indonesia sesaat sebelum dibukanya Rakernas.

      "Jadi, semuanya sudah selesai," ujarnya.

      Dalam pidato pembukaan Rakernas itu, Soetrisno sempat menyindir AM Fatwa, 
Wakil Ketua Majelis Penasehat Partai (MPP) PAN, yang sebelumnya mencuatkan 
gagasan penonaktifan sementara Ketum PAN menyusul gencarnya pemberitaan isu 
perselingkuhan.

      Soetrisno mengatakan bahwa AM Fatwa adalah gurunya ketika dirinya masih 
mahasiswa dan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta Perhimpunan 
Pelajar Islam Indonesia (PPII).

      "Guru yang berhasil adalah membina muridnya, agar lebih pandai dari 
gurunya. Tapi, sekarang tugas Fatwa sudah selesai," ujarnya, yang disambut 
gelak tawa hadirin.

      Pada bagian lain pidato politiknya, Soetrisno mengatakan bahwa bangsa 
Indonesia saat ini masih belum bangkit dari keterpurukannya.

      Hasil-hasil yang telah dicapai saat ini masih jauh dari harapan terutama 
aktivitas ekonomi dikalangan masyarakat bawah, seperti nelayan, buruh dan 
pengusaha kecil, ujarnya.

      Soal hukum, Soetrisno berpendapat, walaupun sudah ada political will 
pemerintah, namun masyarakat masih belum merasakan adanya keadilan hukum.

      Dalam kesempatan itu, Soetrisno juga mengingatkan bahwa pemerintahan 
Yudhoyono-Kalla harus selesai sesuai periodesasinya, dan jangan sampai 
diturunkan di tengah jalan untuk memberikan kepastian stabilitas kepada 
investor.

      Ia menambahkan, salah besar apabila kredibilitas pihak-pihak yang 
merongrong kewibawaan pemerintah akan meningkat, dan pada saat yang sama 
kredibilitas pemerintahan bisa dijatuhkan.

      Rakernas PAN yang digelar pada 14 hingga 16 April 2006 di Jakarta itu 
diikuti oleh sekitar 800-an peserta dari seluruh 33 DPW PAN se-Indonesia. (*)  


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke