surat pemecatan harus ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan, kalo tidak secara hukum ybs masih karyawan Global TV, bawa saja masalah ini ke depnaker...atau kalo ada ke Serikat Pekerja, saya sarankan kepada temen-temen karyawan yang memiliki pekerja lapangan agar membentuk serikat karyawan atau serikat pekerja, agar menjadi jembatan antara karyawan dan management sehingga tidak ada keputusan secara sepihak dan sewenang-wenang dari perusahaan.
  sebaiknya ybs masuk kerja seperti biasa, dan minta perlindungan kepada depnaker/pengadilan industrial....
  tidak ada lagi pemecatan sepihak tanpa disertai alasan yang cukup jelas, mungkin mereka akan menggunakan klausul 'berkelahi sesama karyawan' atau 'menentang atasan' tapi seharusnya didahului oleh surat peringatan (SP)...
  
  salam
  iwan
  
 

Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  UU Buruh belum lagi di revisi. Jadi, pengertiannya UU yg lamanya
masih berlaku dong...tapi tetep aja UU yg lama tak bisa melindungi
buruh dari hal2 pemecatan sepihak ini. Pihak pengusaha masih bisa
memperlakukan seenaknya. Apalagi kalo di revisi???

wassalam,


--- In [email protected], Satrio Arismunandar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear rekans,
>
> Jumat (5/5) lalu saya baru saja disodori surat
> pemecatan oleh Pemred Global TV Siane Indriani, tanpa
> prosedur Surat Peringatan (SP) 1 dan SP 2. Saya diberi
> pilihan ingin dipecat dengan pesangon 3 bulan gaji
> atau mengundurkan diri dengan pesangon 1 bulan gaji.
> Saya lebih memilih dipecat, karena saya merasa tidak
> melakukan kesalah kerja yang fatal.
>
> Alasan pemecatan:
>
> 1. Saya dianggap berlaku tidak sopan karena terlibat
> adu mulut dengan atasan  saya (?) Eksekutif Produser
> Yadi Hendriana (saya tidak yakin dia telah mendapatkan
> SK pengangkatan atas jabatan ini) pada Selasa (2/5)
> lalu, sehingga menganggu kerja tim Global Petang.
> 2. Saya dianggap telah melanggar kaidah jurnalistik
> dan melakukan provokasi di program Kilas Indonesia,
> yang ditayangkan MNC News melalui jaringan TV cable
> Indvison (sampai sekarang saya belum jelas, apakah MNC
> News merupakan outsourcing ataukan anak perusahaan
> Global TV).
>
> Perlu saya jelaskan kronologi dua alasan yang
> disebutkan di atas:
>
> 1. Saya terlibat adu mulut dengan Yadi, setelah dia
> sebelumnya membentak saya untuk mengajak rapat,
> sehingga saya merasa jengah dan menolak ikut. Saat
> saya tanyakan hal itu usai rapat, Yadi justru menjawab
> sayalah yang telah menyulut emosinya dengan berbagai
> sindiran saya, yang menurutnya telah sejak pagi saya
> tujukan terhadapnya. Sehingga menganggu kerja dia dan
> Tim Global Petang.
>
> Padahal, seharian saya tidak pernah berbicara
> sedikitpun dengan Yadi. Menurut Yadi, salah satu
> sindiran itu, saat saya sedang berbicara dengan
> Jazuli, dengan berkata," Jul, lo belagu amat sih
> sekarang. mentang-mentang sekarang lo udah jadi staf
> di program paling bergengsi di Global TV."
>
> Saat itu saya berdebat dengannya perkara gurauan saya
> dengan beberapa rekan kerja lain (Ingat; tak sekalipun
> saya pernah bergurau dengan Yadi hari itu!). Dan
> tiba-tiba saja, Yadi menanyakan perkara tidak masuk
> kerjanya saya pada Senin (1/5) dan saya jawab saya
> tengah berduka karena keponakan saya meninggal dunia.
> Yadi menukas dengan bertanya kenapa saya tidak
> melapor. Saya menjawab, bahwa selama ini tidak ada
> peraturan tegas yang mewajibkan hal itu dan sepanjang
> pengalaman saya, baik saya maupun rekan2 produser lain
> cukup memberitahukan rekan kerja lain saat
> berhalangan. Yadi berkata, peraturan itu baru dibuat
> saat saya tidak masuk kerja.
>
> Karena Yadi terus mendesak, saya yang saat itu masih
> terbawa suasana duka cita keluarga saya (kakak saya
> telah 6 tahun menikah dan baru saja memiliki anak yang
> hanya diberi usia Allah Swt sepekan) naik pitam dan
> membentaknya,"Lo kalo ngajak berantem jangan di
> kantor, tapi keluar!". Saat itu suasana menjadi panas,
> walaupun tidak terjadi kontak fisik karena beberapa
> rekan melerai kami. Saya kemudian didamaikan di ruang
> rapat oleh beberapa rekan, termasuk Eksprod Maybi
> Prabowo dan saya angap persoalan telah selesai
> (Seperti itu jugakah anggapan Yadi, Maybi & Siane?)
>
> 2. Mengenai penilaian bahwa saya telah melanggar
> kaidah jurnalistik dan memprovokasi dengan kalimat
> grand closing Kilas Indonesia, saya ingin minta
> pendapat rekan2. Saya menggunakan kalimat
> penutup...."SELAMAT MALAM/ DAN LAWAN TERUS
> PENINDASAN!!!"///
>
> Apakah dengan kalimat itu saya telah beropini dan
> melakukan provokasi (terhadap siapa?)? Padahal,
> kalimat itu, tidak lebih saya maksudkan sebagai motto
> ciri khas Kilas Indonesia, sebagai pengganti kalimat,
> mis; ..."SAMPAI JUMPA", "WASSALAM", atau motto REDAKSI
> TV 7 "HARGAI TERUS INFORMASI" dan motto Bang Napi di
> acara 'Sergap' "WASPADALAH!" Dan jika memprovokasi,
> siapa yang telah saya provokasi, la wong penonton MNC
> News pun sangat minim, bahkan Maybi pernah berkata
> dalam sebuah rapat, bahwa penontonnyapun gak ada,
> sehingga ia membebaskan rekan2 di MNC News untuk
> bekerja apapun (beberapa rekan kerja, yang tidak usah
> saya sebutkan sempat mendengar kalimat itu meluncur
> dari mulut Maybi).
>
> ==Atas dua 'dosa' tersebut saya akhirnya dipecat dan
> hingga kini saya belum memegang, apalagi
> menandatangani surat pemecatan (yang mungkin saja
> alasannya telah berubah) itu.
>
> Saya juga ingin minta pertimbangan rekan2, apa yang
> harus saya lakukan atas kasus 'pemecatan sepihak' ini?
> Saya katakan 'sepihak', karena pihak PT Global
> Informasi Bermutu tidak memberikan surat persetujuan
> pemecatan dari Depnaker, yang haruis dimulai dengan
> pertemuan bipartit dan tripartit. Saya juga bingung,
> apakah pihak manajemen Global TV tidak mengetahui
> prosedur itu?
>
> Saya yakin, kasus ini bukan pertama kalinya terjadi
> terhadap rekan2 wartawan, termasuk di Global TV.
> Karena beberapa rekan dan kontributor (walaupun
> statusnya bukan pegawai) juga pernah mengalami hal
> yang sama. Sebagai contoh, saya sebut kasus Upi
> Asmaradhana (mantan kontributor Makassar) yang
> mengundurkan diri setelah tersinggung dengan ucapan
> Yadi (saat itu korlip), dan sebagai hukumannya, Salim
> Mamma (mantan kontributor Sulbar) harus dipecat juga.
> Lalu apa sanksi terhadap Yadi? Jawabannya "TIDAK ADA",
> bahkan saat ini dia diangkat menjadi Eksekutif
> Produser (Sekali lagi saya yakin belum ada SK
> pengangkatannya!)
>
> Karena itu saya mengimbau rekan2 Global TV &
> kontributornya, untuk berbaik-baiklah kepada atasan
> dan jika perlu menyembahnya, jika tidak ingin
> mengalami kasus seperti saya. Atau jika anda ingin
> membuat perlawanan atas sistem manajemen yang kacau
> balau di Global TV, maka ikutilah motto saya..."LAWAN
> TERUS PENINDASAN!!!"
>
>
> Salam pengangguran baru,
> Nusantara Husnul Khatim Mulkan
> (Mantan News Producer Global TV)
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




  SPONSORED LINKS
        Cultural diversity   Indonesian languages   Indonesian language learn     Indonesian language course
   
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

   
    Visit your group "ppiindia" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------
 



           
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke