bagi banyak Muslim ato para pemerhati isu-isu
ke-Islaman di Eropa, wajah Hirsi Ali, wanita muda
imigran dari Somalia yang kemudian menjadi anggota
parlemen Belanda tentulah tidak terasa asing lagi.

< http://www.geocities.com/imuchtarom/soc/hirsi_ali.jpg >

Si mbak yang lumayan cantik ini dikenal sebagai
tokoh 'pahlawan' emansipasi wanita di dunia Islam,
itu menurut claim si mbak sendiri lho. Oleh karena
itu si mbak ini laris di expose oleh berbagai media
massa, tidak hanya di Belanda, tetapi juga di
negara-2 eropa barat lainnya. Bahkan ketika sebuah
TV di jerman membuat acara yang menampilkan visi
*-masa depan eropa-*, di mana beberapa wakil tokoh
pemerintahan dan tokoh-2 parlemen bbrp negara eropa
diberi kesempatan memaparkan visi-nya, si mbak juga
termasuk yang diwawancarai, dan dianggap sebagai
wakil komunitas *imigran wanita-muslim* di eropa.

( padahal menurut pendapat saya masih banyak tokoh
lain yang lebih representatif dan bisa lebih "netral",
serta mampu memberikan visi yang lebih komprehensif
seperti Tariq Ramadan misalnya - kalo itu tidak
harus wanita ).

Si Mbak yang mengaku 'memperjuangkan hak-hak wanita
di dalam Islam' tidak henti-2 nya menyerang islam dari
berbagai segi, terutama yang terkait dengan wanita;
sehingga orang yang tidak mengenal Islam sama sekali
bisa mendapatkan gambaran yang sama sekali tidak
proporsinoal dari beliau ini. Saya tidak mengatakan
bahwa apa yang menjadi concern si mbak mengenai
'tertindasnya wanita di dunia islam' itu 100% salah,
tetapi rasanya apa yang dia paparkan banyak yang
out-of-proportion.

Saya kira Ibu Raden Ajeng Kartini mrpk. emansipator
yang jauh lebih proporsional daripada si embak Somalia
ini.

Sampai-2 si mbak terlibat di dalam produksi sebuah film
berjudul "submission" yang bisa dipandang sebagai
mendiskreditkan Islam dalam hal perlakuannya terhadap
wanita.

***

Begitulah, tetapi baru-2 ini tiba-2 si mbak mendapat musibah.

Pemerintah Belanda (yang sekarang didominasi oleh pihak
konservatif) yang memang akhir-2 ini bersikap lebih keras
terhadap imigran tiba-2 mendapatkan bukti-2 bahwa mbak
Hirsi Ali yang "terlanjur" diangkat menjadi anggota parlemen
Belanda ini dulu dianggap memalsukan beberapa data mengenai
identitas dan sejarah hidupnya (latar belakang "penderitaannya")
sehingga dia mendapat Asilum di Belanda. Pengungkapan data-2
ini menimbulkan kehebohan di kalangan parlemen Belanda seperti
bisa dibaca pada tabloid detik.com.

Mungkin karena merasa terpojok, akhirnya si mbak memutuskan
akan mundur dari keanggotannya di parlemen Belanda, dan katanya
mo mengungsi ke negara lain lagi.

wassalam wr. wb.

----( IM )-------------------------------------


<http://www.detiknews.com/indexfr.php?
url="" href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/">http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/
tgl/16/time/195715/idnews/596298/idkanal/10>


---------------------------------
Dari Klitoris Hingga Akhir Tragis
---------------------------------

Eddi Santosa - detikcom

Den Haag - Nasib wanita dalam dunia Islam penuh kekerasan.
Sejak lahir klitorisnya dipotong, demikian kekerasan berlanjut
hingga ke liang lahat.

Itulah antara lain isu-isu yang diangkat Ayaan Hirsi Ali atas
apa yang diklaimnya sebagai perjuangan untuk mengangkat harkat
dan martabat wanita Islam di Belanda.

Namun perjuangan wanita Somalia ini tidak nyambung dengan
kalangan muslim sendiri di Belanda. Apa yang dia gambarkan
sebagai 'islam' dinilai merupakan refleksi dari latar belakang
kebudayaannya sendiri dan pengalaman hidupnya yang penuh
kekerasan, bukan islam. Di kalangan komunitas Somalia sendiri,
Hirsi Ali dianggap sebagai aib.

Nama sebenarnya Ayaan Hirsi Magan, dilahirkan pada 13/11/1969
di Mogadishu, Somalia. Ia mempunyai 4 saudara perempuan dan
satu laki-laki, dari empat istri ayahnya. Ibu kandungnya
akhirnya hidup cerai, tetap di Somalia, sedangkan ayahnya
menetap di London.

Pada 1992 dia meminta suaka di Belanda dengan cerita haru-biru
dengan mengaku sebagai Ayaan Hirsi Ali. Dia juga mengaku sebagai
gadis muslimah disunat dengan dipotong klitorisnya tanpa pembiusan
sama sekali, mengalami perang sampai 5 kali, dan dikawinkan paksa
oleh ayahnya, sehingga dia kabur ke Belanda.

Atas semua cerita itu dia lalu mendapat status perlindungan di
Belanda. Lima tahun kemudian (1997), permohonannya untuk
naturalisasi dikabulkan. Belakangan, programa Zembla
mengungkapkan fakta sebaliknya.

Segera setelah memperoleh suaka, dia menikmati pendidikan
pada Sekolah Tinggi Driebergen. Setahun kemudian dia masuk
Univeritas Leiden, mengambil jurusan Politikologi. Lulus
dari Leiden, Hirsi Ali masuk wadah pemikiran milik Partai
Buruh, Wiardi Beckman Stichting.

Setahun kemudian pada Oktober 2002, dia membuat guncangan
besar dengan menyatakan bergabung ke partai liberal VVD,
saingan bebuyutan Partai Buruh. Menjelang keputusannya itu,
Hirsi Ali melepaskan pernyataan kontroversial, sekaligus
penjebol tabu dalam hubungan multikultural di Belanda. Ia
ketika itu menamai islam sebagai kebudayaan terbelakang.

Pernyataan itu memantik suhu politik di Belanda, terutama
karena latar belakang politik sedang diwarnai turbulensi
akibat ketakutan pasca peristiwa 11/9, dominasi isu islam
teroris serta kemunculan tokoh ultra kanan Pim Fortuyn dan
peristiwa pembunuhannya oleh aktifis lingkungan, Volkert
van der Graaf.

Hirsi Ali makin merebut perhatian dan dielu-elukan ketika
dia juga berani menyentuh simbol islam dengan menyebut bahwa
Nabi Muhammad adalah seorang tiran, pedofil, dan kejam.
Pembobolan tabu oleh Hirsi Ali itu kemudian diikuti para
kolomnis dan sineas, antara lain Theo van Gogh.

Ketika M. Bouyari membunuh Van Gogh, menyusul film Submission
garapannya bersama Hirsi Ali, Belanda mengalami guncangan
kedua setelah terbunuhnya Fortuyn. Sebagian orang menyalahkan
Hirsi Ali, karena memanfaatkan posisi sekaligus ketidaktahuan
Van Gogh tentang simbol-simbol kesucian dalam islam.

Selanjutnya Hirsi Ali menghilang dan mendapat penjagaan ketat.
Namun jalan kontranya terhadap islam masih terus menghiasi
media. Ia kembali melontarkan gagasan kontroversial dengan
mengusulkan pelarangan sekolah-sekolah islam yang berwarna
agama. Gagasan ini ditentang partai Kristen Demokrat (CDA),
yang juga berkepentingan dengan sekolah-sekolahnya. Selain
itu Konstitusi Belanda Pasal 23 menjamin kebebasan pendidikan.

Hirsi Ali juga pernah mengangkat isu bahwa sunat pada anak-
anak laki-laki islam seharusnya dilarang, karena itu adalah
pencacatan pada fisik anak-anak dan anak-anak belum punya
kesadaran menentukan hak atas tubuhnya sendiri. Namun langkah
Hirsi Ali kali ini mendapat 'sempritan' kuat dari komunitas
Yahudi. Sejak itu dia tidak pernah lagi mengutak-atik soal
sunat.

Kini setelah kebohongan-kebohongan soal ceritanya dalam meraih
suaka terbongkar, keadaan menjadi berbalik 180 derajat untuk
Hirsi Ali. Kredibilitasnya kini cacat. Kewarganegaraan Belandanya
tidak sah, dengan demikian statusnya sebagai anggota parlemen
juga menyalahi UU.

Karir politik Hirsi Ali di Belanda tamat. Hari ini dia akan
resmi menyatakan mundur dalam konferensi pers. Dan kemungkinan
dia masih akan menghadapi proses hukum dari Kejaksaan Agung.
(Sumber: parlement.com, Trouw) (es)

Baca juga:
----------
    * Skandal Hirsi Ali
      Dari Klitoris Hingga Akhir Tragis
    * Skandal Hirsi Ali
      Karir Politiknya di Belanda Tamat
    * Skandal Hirsi Ali
      Hampir Pasti Paspor Belanda Hirsi Ali Dicabut
    * Politik Belanda Gempar
      Anggota Parlemen Hirsi Ali Ternyata Ilegal







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke