Saya ingat waktu saya mendapat fellowship untuk "Journey into Islam in Indonesia" bulan Mei 2004 bersama 4 orang wartawan Indonesia (dari media muslim dan umum) dan 9 orang wartawan Australia, saya mampir ke markas MMI di Solo (termasuk sejumlah pesantren di sepanjang pulau Jawa, dari Gontor, Ngruki, Tebuireng, bla.. bla.. bla.. sampai ke tempatnya AA Gym yg adem dan indah di Bandung).
Oh, di Pesantren Tebuireng presidennya masih Gus Dur lho.. Posternya di kelas masih Gus Dur. Waktu saya tanya murid-muridnya.. siapa presiden RI? Jawabannya: Gus Duuuuuuuuuuuuuuuuu...uuur!! Hehehe....
Saya memahami cita-cita besar MMI adalah mendirikan negara berdasarkan SI. Dan cita-cita ini juga menjadi cita-cita beberapa kelompok Islam lainnya. Tidak ada yang salah dalam cita-cita itu. Namun, orang-orang di jajaran atas yang paham betul dengan idiologi yang mereka anut kadangkala sulit mengkontrol orang-orang di jajaran bawah (notabene jauh dari cerdas bahkan seringkali belum paham betul atas ideologi yang mereka anut) yang bertindak "lu harus ikut gue" dengan gaya premanisme.
Gus Dur memang sering mengeluarkan statement yang tidak valid. Tapi saya percaya, kelompok-kelompok tertentu memang melakukan kekerasan (bahkan secara terbuka) pada kelompok lain yang berbeda pendapat. Saya percaya, orang-orang di FBR (ini bukan organisasi Islam) menyebut para peserta unjuk rasa penentang RUU APP sebagai "kelompok perempuan setan dan bejat" hanya karena berbeda pendapat. Dan ada pula kecenderungan sejumlah kelompok yang disebutkan Gus Dur gemar melakukan "sweeping".
Orang-orang Gus Dur sendiri pernah melakukan kekerasan dengan menyerang Jawa Pos sewaktu Gus Dur diberitakan miring pada saat jadi presiden. Meskipun Gus Dur berkilah bahwa itu dilakukan tanpa sepengetahuan dia, tetap saja dia harus bertanggung jawab, bukan?
Kembali ke teror.. pembubaran dan sweeping kan bukan baru pertama kalinya dilakukan oleh kelompok tersebut, termasuk penutupan rumah ibadah.
Jadi, kalau pun Gus Dur "ngecap" itu barangkali diihami dari pengalaman mereka yang benar-benar sudah mengalami! Heheeh...
Yang pasti Mbak Aris...buat saya yang nonmuslim, nuansa waktu masuk ke pesantren Tebuireng terasa jauh lebih friendly daripada waktu masuk ke markas MMI. Hehehe, emang sih satu pesantren.. satunya lagi markas kelompok pejuang SI.
Di beberapa pojok, murid pesantren lagi baca kitab sambil ngadem di bawah pohon. Aduh..kayaknya damai banget. if I were Muslim, I'd definitely send my children to that kind of boarding school.
Salam,
US
aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Boleh ya ikut mengkritisi hal ini..pertama sebenarnya siapakah yang melakukan hal itu pada GUsdur. FPI saja? FPI dan HTI dan MII?atau siapa? Ada yang mewancara pihak penyerbu sehingga kita tahu dari sisi lain, cover both side gitu kata wartawan...
Ada beberapa yang saya kritisi....
pertama. sumber ini ditulis dari website gusdur..mohon maaf seperti kebiasaan beliau...ketika ada infomasi dari Gusdur saya secara pribadi perlu menyaringnya berlipat-lipat kali....sebelum mempercayainya.
Kedua TV7 yang menyiarkan ya. Sebuah media masa punya semacam idiologi...
Ketiga.. bagaimana pandagan kyai langitan dan para DPP NU terhadap Gusdur? Bagaimana posisi Gusdur dalam NU sekarang, masih diakuikah secara sah? maaf saya mencoba kritis?
Keempat bagaimana pandangan Gusdur terhadap organisasi2 Islam tersebut, suka, benci, menolak atau cinta?
Kelima bagaimana pandangan harakah masing-masing sendiri, selama saya bergaul dengan rekan-rekan HTI, MMI dan FUI mereka tidak pernah menggunakan kekerasan?
Ada yang sudah mengkralifikasi.....atau dugaan juga^_^
Ada yang bisa kasih menjelasan....
saya teringat bagamana Ulil Abshar Abdala menyebar via email bahwa ada ormas Islam yang akan menyerbu utan kayu dan semua itu tidak terbukti dan sebuah ketakutan saja, padahal orang sudah habis-habisan menghujat ormas islam itu...... maaf saya berusaha kritis...
terima kasih
salam
aris
Muhammad Syafei <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kebetulan, saya sempat menyaksikan melalui berita di
TV7, sekitar jam 7 malam tadi.
Bagi yang sempat menyaksikan rekaman peristiwa itu
melalui televisi, apa komentar anda melihat
wajah-wajah beringas, berkelakuan preman, namun juga
memakai jubah putih, kopiah/sorban dan mengklaim
sebagai pembela Islam?
Kemudian bagi anda yang tidak sempat menyaksikan lewat
televisi, apa komentar anda mengenai tindakan anarkhis
menyikapi pandangan yang berbeda?
Salam
------------
http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2490&Itemid=1
Gus Dur Hadapi Teror Gerombolan Islam Radikal
Purwakarta, gusdur.net
Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
mereka membuat kegaduhan, jelas ketua Steering
Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.
Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.
Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
diskusi untuk membubarkan forum, imbuhnya.
Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
perwakilan massa untuk berbicara. Sebagian
mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
oleh orang yang mengaku beriman, jelas Sona.
Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
forum. Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
yang harusnya keluar dari sini, kata Sona menirukan
Gus Dur.
Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi.
Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,
imbuh Sona.
Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
hari sebelumnya. Sehari sebelumnya saya diundang MUI
Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
meminta forum tidak jadi dilaksanakan, ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
telah mengganggu ketertiban acara.
Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
kaum nahdliyyin. Karena perbuatan mereka telah
menyakiti kaum nahdliyyin, himbaunya.
Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
itu, imbuhnya.
Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
mereka, tegas Sona.
Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini dihadiri
oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan Syueb,
rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama Islam,
Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
pustaka tani
nuraulia
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian language course
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just radically better.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

