Aksi pengusiran massa Front Pembala Islam terhadap KH. Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) saat menghadiri dialog lintas agama dan etnis di Purwakarta, Jawa
Barat mendapat tanggapan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua
PBNU, Andi Jamaro Dulung menyesalkan terjadinya pengusiran itu dan menilai
hal itu sebagai tindakan yang tidak demokratis.
PBNU meminta agar Pimpinan FPI menertibkan massanya di bawah agar kejadian
serupa tidak terulang lagi. Bagi PBNU, tindakan yang lakukan massa FPI
tersebut telah melanggar etika demokrasi. "Kami atas nama PBNU menyesalkan
tindakan tersebut. Kami meminta ormas yang menjadi pelaku menertibkan
massanya," kata Andi Jamaro Dulung kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan
Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).
Menurut Andi, begitu ia akrab disapa, Gus Dur sebagai salah satu tokoh NU
memang tidak selalu mempunyai pendapat sama dengan PBNU dalam menyikapi
berbagai masalah. Namun, perbedaan pendapat di tubuh NU seperti yang terjadi
antara Gus Dur dan PBNU saat ini adalah hal yang biasa terjadi. "Hal itu
sudah biasa terjadi di NU," ungkapnya.
Semua perbedaan pendapat, imbuh Andi, harus diselesaikan lewat cara
dialog. Penyampaian pendapat dan pandangan harus dengan cara beradab. PBNU
menentang cara-cara kekerasan dalam menyelasaikan perbedaan pendapat
terhadap sebuah permasalahan. "Berbeda pendapat harus diselesaikan dengan
cara positif yang sesuai dengan etika demokrasi," katanya.
Seperti diketahui, aksi pengusiran itu terjadi saat Gus Dur hadir dalam
dialog lintas agama dan etnis yang digelar oleh PC GP Ansor Purwakarta, Jawa
Barat. Saat acara berlangsung, salah seorang anggota FPI menghujat mantan
Presiden RI itu, dengan tudingan telah mengeluarkan pernyataan yang
mengundang emosi massa dan menghina FPI.
Gus Dur dinilai telah menghina FPI dalam pernayataannya beberapa waktu
lalu yang mengatakan bahwa demo FPI di DPR beberapa hari lalu, ada yang
membiayai. Gus Dur diminta mencabut pernyataan tersebut.
Keadaan semakin memanas setelah anggota FPI itu mengusir Gus Dur, dan
berujung terjadi saling "teriak" antara Gus Dur dengan anggota FPI lainnya.
Di luar pagar gedung di mana acara itu berlangsung, belasan massa FPI juga
memaksa memasuki arena dialog, namun dihadang aparat kepolisian.
Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan polisi pun terjadi saat
Gus Dur hendak meninggalkan arena dialog dengan pengamanan ketat, sebelum
akhirnya massa FPI itu membubarkan diri. (rif)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

