--- In [email protected], Carla Annamarie
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> we always see  things as we are...
> and too many times we describe God as we are...

Lina:
Bukan menggambarkan Tuhan sebagaimana kita...
tapi menggambarkan Tuhan sejauh mana pengetahuan kita tentang Tuhan
itu sendiri. Pengetahuan itu didapat dari pembelajaran. Pembelajaran
itu didapat dari lingkungan diri. Karena saya Islam, saya belajar
dari lingkungan dan literatur Islam. Dalam Islam Tuhan itu dapat
dikenal dengan mempelajari Sifat-SifatNya dalam Asmaul Husna. Itulah
rujukan saya.

Masih mengenai adzab dan Tuhan, saya ingin menutarakan bahwa dalam
Islam kalau Tuhan memberi adzab, bukan berarti Tuhan kayak Stalin
yang marah (karena tak ada Sifat Pemarah dalam Asmaul Husna), malah
karena Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang (Ini juga Sifat Tuhan
dalam Asmaul Husna)...:-)

Karena bagi yang meninggal dalam bencana tsb, dianggap mereka mati
syahid karena Allah sudah mengikis dosanya sehingga dia tak
menanggung dosa lagi. Asik kan?  Bagi yang hidup trus sabar dan
tabah akan ujian ini, derajatnya akan ditingkatkanNya. Asik kan?

Pasti pada protes lagi: "wah koruptor jadi syahid...". Wah iyaaa,
siapa yang mau mati dalam bencana hayoo..? Para koruptor yang mau
jadi syahid silakan bunuh diri dalam bencana...:-)

Waktu kejadian Tsunami di Aceh, salah satu pejabat Aceh yang
terkorup malah selamat dari bencana tsb. Kenapa ya? Barangkali Tuhan
gak mau dia jadi syahid....:-)))Ato Tuhan ingin memberi kesempatan
dia utk bertobat! Ato silakan menduga-duga sendiri. Itu juga mungkin
kenapa Jakarta belum ditimpakan bencana. Banyak kemungkinan.

Jadi, bencana itu bukan Tuhan gak punya tujuan, tentunya punya
tujuan dan hikmah tertentu. Manusia sebaiknya bisa menemukan hikmah2
tsb.

Itukan jauh lebih baik daripada kata Permadi (yg melihat juga dari
sisi spiritualis): Nyi Roro Kidul lagi bebesanan. Mantunya dari
Merapi. Jadi sibuklah segala panitia mondar mandir dari Pantai
Selatan ke G. Merapi. Maka terjadilah gempa.

Ato masih kata Permadi: Nyi Roro Kidul juga kontra RUU APP. Ketika
melihat yang Pro RU-APP semakin galak, marah lah Nyi Roro KIdul
karena dia nanti gak bisa pake kemben, makanya gempa...:-))

weeh makin seru, mbak! Razib Siddieq (FPI) dihadepin ama Nyi Roro
aja ya? Ato dijodohin...:-)))

wassalam,






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke