RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 Komentar:
 ========
 Danardono sedikitpun tidak heran . . . ?!
 Apa tidak tahu (?!) bahwa kalau orang-orang Marokko atau orang-orang "asing" 
siapasaja yang bermukim di Eropah ini sudah berani menuntut-nuntut, maka pada 
umumnya mereka itu sudah menjadi warganegara yang sah di negeri-negeri Eropah 
ini . . . 
 
 Apakah juga belum tahu (?!) bahwa jika orang-orang "asing" yang sudah sah 
memiliki kewarganegaraan di negeri-negeri Eropah tersebut, maka mereka adalah 
juga pembayar-pembayar Pajak
 yang cukup setia . . .
 
 Apakah masih belum mengerti juga (?!) bahwa prosentase kelahiran manusia di 
kalangan orang-orang Eropah "asli" sangat rendah dan semakin turun, - untunglah 
masih ada dan masih berdatangan warganegara-warganegara baru dan masih 
segarbugar, dari Marokko, Turki, Afrika, . . . Jika tidak begitu, bagaimana 
kasih makan orang-orang "asli" yang tak lama lagi mayoritas nya diatas umur 
70-an ?!
 
 Kami juga tak heran reaksi mereka, - masalahnya hanya berpikir untuk maju atau 
berhenti berpikir untuk kemajuan.
 
 Keluarga situ baik-baik, khan ? Syukurlah . . .
 
 RedTOLERANSI.RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
 
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:                              
 Heran Batara?
 
 Saudaraku yang hidup di Leuwen (Belgia) sejak tahun 50an, dan warga 
 Belgia (katholik), menagatakan pada pertemuan kami dua minggu yang 
 lalu: "Dik makin banyak orang Marokko disini, yang menuntut macam 
 macam. Aku iki merasa jadi kayak dinegeri orang". 
 
 "Iya mas, jawabku, rasa rasanya kita nggak di eropa, tapi di Afrika 
 utara..."
 
 Kami kemudian mengobrol mengenai dampak sebuah agama dalam 
 kenyataan, yang sering tak terasa indah dan damai. Di Belanda dan di 
 Belgia. Suram...
 
 Tak heran reaksi mereka.
 
 Piye kabare keluarga, Batara? Semua OK?
 
 Salam hangat
 
 Danardono
 
 --- In [email protected], Batara Hutagalung <[EMAIL PROTECTED]> 
 wrote:
 >
 > http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/rasialisme_belanda060609
 >   Radio Nederland, 07-06-2006
 >   Rasialisme di Belanda  Makin Meningkat  Margreet Strijbosch
 >   Satu dari sepuluh orang Belanda menganggap dirinya rasialis dan 
 separoh dari mereka membenci Islam. Hal ini tampak dari penelitian 
 lewat internet. Kendati demikian, orang Belanda tidak terlalu 
 xenofobia atau takut orang asing seperti halnya warga negara anggota 
 Uni Eropa lainnya.
 >   Sangat mengejutkan
 > 'Sangat mengejutkan', demikian tanggapan Lembaga untuk Orang Asing 
 di Belanda terhadap penelitian tentang rasialisme dan xenofobia di 
 Belanda. Atas permintaan harian-harian regional, penelitian lewat 
 internet dilakukan di antara 1020 penduduk Belanda. Hasil penelitian 
 menunjukkan adanya ketidakpuasan mendasar di antara warga Belanda 
 asli terhadap warga pendatang. 58% responden menyatakan bahwa daerah 
 pemukiman mereka akan mundur apabila banyak warga pendatang tinggal 
 di situ. Sementara 42% menghendaki guru Belanda asli untuk anak-anak 
 mereka.
 >   Terutama kaum muslimlah yang sangat tidak populer. Separoh 
 penduduk Belanda takut akan Islam dan pengaruh kaum muslim terhadap 
 masyarakat belanda. Islam di mata mereka bukanlah agama yang cinta 
 damai dan tidak bisa disatukan dengan kehidupan moderen di Eropa. 
 Tetapi walaupun separoh penduduk Belanda takut Islam dan separohnya 
 lagi menyatakan warga pendatang ( warga Belanda yang salah satu 
 orangtuanya orang asing) adalah orang baik. Di samping itu sepertiga 
 responden menyatakan bahwa perekonomian Belanda sangat membutuhkan 
 warga pendatang.
 >   Yang lebih mencemaskan
 > Yang lebih mencemaskan adalah jumlah orang yang secara terbuka 
 menyatakan dirinya rasialis. Sekitar 10%r esponden menyatakan 
 dirinya rasialis. Peneliti Martijn Lampert dari MotivAction 
 menjelaskan bagaimana rasialisme itu diukur:
 >   'Misalnya pendapat bahwa warga pendatang bisa lebih dulu di-PHK 
 apabila keadaan perusahaan menuntutnya; asumsi bahwa warga Belanda 
 asli lebih unggul ketimbang warga pendatang dan bahwa warga Belanda 
 asli lebih pandai daripada warga pendatang.'
 >   Manifestasi rasialisme
 > Menurut Lampert rasialisme itu tidak hanya di benak kaum rasialis, 
 tetapi mereka juga berniat mempraktekkannya. Karena itu kaum 
 rasialis menolak kehadiran warga yang bukan asli Belanda. Ada yang 
 mempraktekkan rasialismenya secara agresif. Ada juga yang menggelar 
 mars protes anti warga asing. Kawula muda Belanda menunjukkan 
 rasialisme mereka dengan mengenakan pakaian merek Lonsdale, 
 bomberjacks atau lambang-lambang fasis lainnya. Tetapi untuk 
 sementara rasialisme di Belanda masih sebatas kata-kata dan ungkapan 
 seperti 'dahulukan orang sendiri'. Tapi ini tidak berarti tidak ada 
 diskriminasi. Warga pendatang lebih kesulitan mencari pekerjaan 
 daripada warga asli. Dan kaum muda pendatang mengeluh bahwa mereka 
 didiskriminasi kalau mau masuk diskotek.
 >   Meningkat
 > Tahun-tahun belakangan perasaan anti masyarakat multikultural 
 makin meningkat. Tapi ini tidak hanya terjadi di Belanda. Di seluruh 
 Eropa rasa takut akan Islam -islamofobia- meningkat menyusul 
 serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. 58% warga Eropa 
 menganggap warga pendatang sebagai ancaman. Italia, Cheko dan Belgia 
 berada di atas rata-rata dalam perasaan anti orang asing. Sementara 
 Belanda berada di bawah rata-rata.
 >   Tapi menurut Martijn Lampert keadaan ini bisa lebih parah lagi:
 > '10% rasialisme...saya pikir rasialisme tidak tergantung masa. 
 Kalau keadaan di Belanda dibandingkan dengan keadaan di Prancis, di 
 mana satu dari tiga orang Prancis menyatakan dirinya rasialis, maka 
 keadaan di sini masih lumayan.'
 >   Rencana penanganan
 > Kendati demikian organisasi-organisasi kaum migran di Belanda 
 masih prihatin. Begitu pula pemerintah Belanda. Hal ini tampak dari 
 misalnya 'rencana penanganan' di tujuh kota besar, di mana terdapat 
 banyak warga asing. Delapan menteri akan berfungsi sebagai 'duta 
 besar' daerah-daerah yang bermasalah. Mereka harus membina hubungan 
 langsung dengan pimpinan kotapraja untuk mencegah terjadinya 
 perubahan-perubahan negatif.
 > 






 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen 
Massenmails. 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free.
http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke