Mbak, banyak warga pendatang dari Marokko yang belum warganegara, namun selalu mengelompok, dan tidak terintegrasi, karena tak menguasai bahasa setempat denghan baik.
Mereka menuntut bahasa Arab diakui, dan banyak lagi lainnya, yang akan membuat Brussels dan kota besar lainnya, menjadi little Rabbat. Ini yang mengesalkan warga negara asal LN yang terlebih dahulu naturalisasi, sejak tahun 50an, dan berusaha menyesuaikan diri, memakai bahasa dan tradisi setempat. saya tak mau memperdalam masalah tuntutan mereka, sebab diskusi ini akan melebar.. Mbak, benar, 100% kesalahan ada pada politician Eropa, di Jerman, Belanda, Belgia, bahkan di Austria. Ber darsawarsa (mereka datang sejak tahun 60an akhir), pemerintah Eropa mendiamkan dan membiarkan mereka berkelompok, tak mengusahakan integrasi, memberikan pendidikan yang intensif untuk mereka. Kini, mereka sudah ber juta juta, beberapa generasi, tetap mengelompok, merupakan kelompok dalam dalam bangsa bangsa ini, sudah sulit diatasi. di Austria, media dipenuhi dengan berita, bagaimana 40% dari SD terdiri dari anak anak yang tak mampu bahasa negara. Jawaban pemerintah Eropa malah terbalik, mengurangi diversifitas. karena takut akan meledaknya konflik agama (bukan sekedar budaya). Mereka menggantikan unskillied workers, dari Turki dan Afrika utara, dengan warga Eropa timur, seperti Polandia, Kroatia, Bulgaria, ex Yugo, dsb. Mereka juga berbahasa beda, dan budaya tak 100% sama, namun agama mirip. Kristiani. Di Austria, perkembangan ini menguntungkan partai partai fasis kanan, yang menghembus hembuskan ketakutan dan kebencian pada immigran. Mereka mendapat banyak suara... Salah satu slogan pemilihan umum sebuah partai berbunyai: " Machen wir nicht Istambul aus Wien". Atau "janganlah kita buat Wien menjadi Istambul". Immigran dari Philippina yang banyak sekali di Austria adalah katholik, demikian juga dari India (dari Goa, Mumbai). Mereka bekerja di rumah sakit. Yang lain yang kian banyak adalah dari Eropa timur. Hukum immigrasi yang baru disyahkan keras dan selektif sekali. karena penduduk sudah terlanjur takut pada immigran Non Christian. Salam danardono --- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" > <rm_danardono@> wrote: > > > > Heran Batara? > > > > Saudaraku yang hidup di Leuwen (Belgia) sejak tahun 50an, dan warga > > Belgia (katholik), menagatakan pada pertemuan kami dua minggu yang > > lalu: "Dik makin banyak orang Marokko disini, yang menuntut macam > > macam. Aku iki merasa jadi kayak dinegeri orang". > > > > "Iya mas, jawabku, rasa rasanya kita nggak di eropa, tapi di Afrika > > utara..." > > > > Kami kemudian mengobrol mengenai dampak sebuah agama dalam > > kenyataan, yang sering tak terasa indah dan damai. Di Belanda dan di > > Belgia. Suram... > > > > Tak heran reaksi mereka. > > > > > Apakah orang2 Magreb itu warga negara Belgia? Kalau ya, apakah yg > salah dari tuntutan WN sendiri? Toh saudaranya Pak Danar juga bukan > asli orang Belgia dari jaman baheula. Sama2 pendatang. Yang membuat > suatu tuntutan dikabulkan atau tidak kan konstitusi negara ybs yang > disepakati bersama. > > Hal ini jadi masalah karena jumlah pendatang dari etnis tertentu makin > membesar dan mulai dirasa berbeda dg the rest of citizens. Saya ingat > thn 90-an orang2 Belanda mulai geram dg orang2 Ambon disana karena > mereka dianggap gemar bikin ricuh, mendesak2 pemerintah Belanda buat > konfrontasi dg Indonesia, dsb. Kebetulan 98% keluarga ibu saya WN > Belanda/Eropa karena kakek saya orang Eropa. > > Menurut saya pemerintah negara Eropa mestinya memperbesar diversitas > etnis dan agama dalam menerima WN baru, sehingga tidak ada konsentrasi > pendatang tertentu yang terasa sebagai "ancaman". Ditambah gonjang > ganjing terorisme, rasialisme ini seperti api mendapat siraman bensin. > > > salam, > fau > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

