--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Sepahaman saya, Islam sangat menekankan pembebasan budak, sebagai 
suatu pahala yang sangat besar. Sehingga, perbudakan di dunia 
diminimalisasi. Namun demikian, bila ada muncul kasus perbudakan 
maka hukum perbudakan berlaku kembali.  Bila seorang budak  
perempuan mengandung putra tuannya maka secara otomatis dia merdeka 
dan statusnya menjadi istri sah. Selain itu Islam mengatur tentang 
akhlak baik dalam memperlakukan budak.



DH: Perbudakaan dalam arti klassik sudah dihapuskan, tzerutama 
dibanyak negara civilized. Tetapi makna perbudakan masih ada, yakni 
memperkejakan seseorang dalam kondisi budak.
Secara lebih lunak, kita masih melihat hubungan kerja majikan-buruh 
dimana makna ini masih exist.

yang substantial dalam hal ini, adalah, budak atau sekedar pembantu 
rumah tangga, layakkah dihubungu secara sexual, semata karena posisi 
sebagai majikan? Inilah pertanyaan ilmiah sosiologis ekonomis yang 
muncul.

--------------------------
>    
>   Pertanyaannya adalah, adakah saat ini perbudakan? bila tidak 
ada, maka hukum itu tidak berlaku. Mbah, Anda selalu saja mencari 
kekurangan ISlam. Semua postingan Anda demikian, seakan-akan Anda 
berusaha mengeluarkan saya agar tidak menyakini ISlam. 
>    
>   Atau menimbulkan keragu-raguan bagi umat ISlam tentang agamanya. 
Kenapa Anda tidak mengajarkan dan mempostingan ajaran agama  Anda 
sendiri pada teman-teman Anda disini? Sehingga saudara-saudara 
seagama Anda makin taat pada Agamanya? Atau Anda kebigungan  
mencari  dan kehabisan tema aturan dalam agama Anda  yang mengatur 
dan pemecah masalah-masalah seluruh kehidupan manusia?




DH: Masalah yang masih mencuat,mbak, mencari penyelesaian. masalah 
kadang kadang sangat memilukan. Tetapi, tak perlu lalu kita putus 
asa, dan mengatakan "mengapa kita ada kekurangan?".

Masalah ini adalah masalah kemasyarakatan, bukan masalah keagamaan. 
tak ada hubungannya, dengan ketaatan atau kurang ketaatan.
Saya tak kebingungan mencari thema dalam agama sendiri, karena 
masalah semacam ini tak ada. Agama kami mengajarkan, hanya menikahi 
satu pasang, jadi laki laki hanya boleh menikahi satu wanita, dan 
sebaliknya. jadi tak ada masalah yang harus saya bahas. Ini sesuai 
dengan kebutuhanm asyarakat kini.

Mengenai posting untuk mentaatkan sesama agama saya, itu bukan hal 
yang penting bagi saya. Karena saya bukan pendeta, dan iman orang 
lain, adalah masalah spiritual mereka.

saya selalu menekan aspekt sosial dalam keagamaan. Agama apa saja. 
Juga dalam agama Kristen, Hindu, dll, kalau ada aspekt yang kurang 
membawa masyarakat menuju Civil Society, yang harus disingkirkan.

Kalau mbak ada thema ini, silakan, kita bahas.

Dalam kontext ini,mbak samasekali TAK memberikan pendapat mengenai 
jawaban sang Ustadz.

Salam

Danardono




>    
>    wallahu'alambishawab
>   
> rdono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   --- In [email protected], aris solikhah 
> wrote:
> >
> > Diilhami kasus purwakarta, gejolak media masa, dan diskusi di 
> milis ini. Terima kasih mas-mas dan mbak-mbak telah memberikan 
> inspirasi. Terus terang saya belum bisa berbuat demikian. Semoga 
> bermanfaat...
> > salam,
> > aris
> > 
> > 
> 
> 
> 
> DH: Sehubungan dengan kata amal, saya ingin tahu, bagaimana 
pendapat 
> mbak mengenai hal yang dibawah ini. Bukankah mbak ingin agar Islam 
> dilaksanakan secara penuh?
> 
> Pandangan Islam tentang Budak Wanita
> 
> Kamis, 16 Mar 06 11:09 WIB 
> 
> Assalamu'alaikum wr. wb.
> 
> Ustadz ykh., selama ini yang saya fahami adalah bahwa ketika 
seorang 
> muslim memiliki budak wanita maka dia boleh menyetubuhi budak 
> tersebut tanpa lebih dulu menikahinya. Saya mohon ustadz 
menjelaskan 
> apakah pemahaman saya itu benar dan kalau salah bagaimana 
sebenarnya 
> pandangan Islam tentang hal ini. Atas jawaban ustadz saya haturkan 
> jazakumullah khair.
> Wass. wr. wb.
> Acep
> 
> 
> Jawaban
> 
> Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> Apa yang anda sebutkan itu memang benar dan dibenarkan langsung 
oleh 
> Al-Quran Al-Karim, kitab suci yang kita absolutkan itu. Dalam 
banyak 
> ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi 
budaknya 
> sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.
> Hal itu antara lain terdapat dalam ayat-ayat ini:
> Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-
> isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya 
> mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS Al-Mu'minun: 5-6)
> Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap 
perempuan 
> yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, 
> tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku 
> adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang 
> demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-
> Nisa: 3)
> 
> Dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki 
> sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain 
> yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini 
> bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni'mati di 
> antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu 
> kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang 
kamu 
> telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. 
> Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An-
Nisa: 
> 24)
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke