Yah.. itulah nikmatnya ada saudara lain yang membantu dengan penjelasan yang lebih bisa diterima nalar orang seperti mbah. Terima kasih mbakyu Lina. Kalau mbah suka postingan tentang hal-hal yang memojokkan Islam dan penerapannya saya teringat dengan surat ini : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)'. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (Al-Baqarah: 120). Jadi cocok dan klopkan apa yang mbah lakukan dengan surat itu he he he, makin mantap saja deh ,kalau saya. Lakukanlah sesuka hatimu mbah... salam, aris RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Naaa ini baru jawaban, straight forward, tanpa emosi. Gitu dong, kalau jawab.
You have a comprehensive knowledge of the scripture. Great. Salam danardono --- In [email protected], "Lina Dahlan" wrote: > > Langsung aza neh ya, menurut daku > > 1) Perbudakan klasik memang sudah terhapus, salah satu cara dengan > adanya anjuran menikahi budak. > 2) PRT or TKI bukan budak model klasik. Tapi, kalau mau dianggap > perbudakan, budak yang sudah punya agreement bhw mereka menjadi PRT > untuk melakukan hal-hal tertentu (yang bukan melayani seks majikan). > Apakah ini sama dengan budak klasik? > 3) Jawaban pak ustadz, buat saya sih acakadul...:-) > Karena ayat 23:5-6 (ayat turun di Mekah) itu otomatis sudah > diperbaharui or nasikh mansukh dengan ayat2 tentang wanita yang > banyak dibicarakan pada surat An-Nisa or at Taubah, yang turun > kemudian di Madinah. > 4) Kalaupun betul maksud sang ustadz tsb, pertanyaannya kembali > apakah masih ada perbudakan klasik tersebut sekarang ini? > 5) Poligami (dlm konteks sosial) Islam merupakan jalan darurat. Sang > pimpinan negara bisa menyatakan haram (pintu ditutup rapat) dan bisa > menjadi halal (pintu harus dibuka lebar), bergantung keadaan. Dalam > konteks pribadi, tanya masing2 kedalam diri...:-). Artinya Islam > tidak menutup kemungkinan poligami sebagai jalan keluar bagi suatu > persoalan, namun tidak menganjurkan sebagai suatu keharusan. > > wassalam, > > --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" > wrote: > > > > --- In [email protected], aris solikhah > > wrote: > > > > > > Sepahaman saya, Islam sangat menekankan pembebasan budak, > sebagai > > suatu pahala yang sangat besar. Sehingga, perbudakan di dunia > > diminimalisasi. Namun demikian, bila ada muncul kasus perbudakan > > maka hukum perbudakan berlaku kembali. Bila seorang budak > > perempuan mengandung putra tuannya maka secara otomatis dia > merdeka > > dan statusnya menjadi istri sah. Selain itu Islam mengatur tentang > > akhlak baik dalam memperlakukan budak. > > > > > > > > DH: Perbudakaan dalam arti klassik sudah dihapuskan, tzerutama > > dibanyak negara civilized. Tetapi makna perbudakan masih ada, > yakni > > memperkejakan seseorang dalam kondisi budak. > > Secara lebih lunak, kita masih melihat hubungan kerja majikan- > buruh > > dimana makna ini masih exist. > > > > yang substantial dalam hal ini, adalah, budak atau sekedar > pembantu > > rumah tangga, layakkah dihubungu secara sexual, semata karena > posisi > > sebagai majikan? Inilah pertanyaan ilmiah sosiologis ekonomis yang > > muncul. > > > > -------------------------- > > > > > > Pertanyaannya adalah, adakah saat ini perbudakan? bila tidak > > ada, maka hukum itu tidak berlaku. Mbah, Anda selalu saja mencari > > kekurangan ISlam. Semua postingan Anda demikian, seakan-akan Anda > > berusaha mengeluarkan saya agar tidak menyakini ISlam. > > > > > > Atau menimbulkan keragu-raguan bagi umat ISlam tentang > agamanya. > > Kenapa Anda tidak mengajarkan dan mempostingan ajaran agama Anda > > sendiri pada teman-teman Anda disini? Sehingga saudara-saudara > > seagama Anda makin taat pada Agamanya? Atau Anda kebigungan > > mencari dan kehabisan tema aturan dalam agama Anda yang mengatur > > dan pemecah masalah-masalah seluruh kehidupan manusia? > > > > > > > > > > DH: Masalah yang masih mencuat,mbak, mencari penyelesaian. masalah > > kadang kadang sangat memilukan. Tetapi, tak perlu lalu kita putus > > asa, dan mengatakan "mengapa kita ada kekurangan?". > > > > Masalah ini adalah masalah kemasyarakatan, bukan masalah > keagamaan. > > tak ada hubungannya, dengan ketaatan atau kurang ketaatan. > > Saya tak kebingungan mencari thema dalam agama sendiri, karena > > masalah semacam ini tak ada. Agama kami mengajarkan, hanya > menikahi > > satu pasang, jadi laki laki hanya boleh menikahi satu wanita, dan > > sebaliknya. jadi tak ada masalah yang harus saya bahas. Ini sesuai > > dengan kebutuhanm asyarakat kini. > > > > Mengenai posting untuk mentaatkan sesama agama saya, itu bukan hal > > yang penting bagi saya. Karena saya bukan pendeta, dan iman orang > > lain, adalah masalah spiritual mereka. > > > > saya selalu menekan aspekt sosial dalam keagamaan. Agama apa saja. > > Juga dalam agama Kristen, Hindu, dll, kalau ada aspekt yang kurang > > membawa masyarakat menuju Civil Society, yang harus disingkirkan. > > > > Kalau mbak ada thema ini, silakan, kita bahas. > > > > Dalam kontext ini,mbak samasekali TAK memberikan pendapat mengenai > > jawaban sang Ustadz. > > > > Salam > > > > Danardono > > > > > > > > > > > > > > wallahu'alambishawab > > > > > > rdono HADINOTO wrote: > > > --- In [email protected], aris solikhah > > > wrote: > > > > > > > > Diilhami kasus purwakarta, gejolak media masa, dan diskusi di > > > milis ini. Terima kasih mas-mas dan mbak-mbak telah memberikan > > > inspirasi. Terus terang saya belum bisa berbuat demikian. Semoga > > > bermanfaat... > > > > salam, > > > > aris > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > DH: Sehubungan dengan kata amal, saya ingin tahu, bagaimana > > pendapat > > > mbak mengenai hal yang dibawah ini. Bukankah mbak ingin agar > Islam > > > dilaksanakan secara penuh? > > > > > > Pandangan Islam tentang Budak Wanita > > > > > > Kamis, 16 Mar 06 11:09 WIB > > > > > > Assalamu'alaikum wr. wb. > > > > > > Ustadz ykh., selama ini yang saya fahami adalah bahwa ketika > > seorang > > > muslim memiliki budak wanita maka dia boleh menyetubuhi budak > > > tersebut tanpa lebih dulu menikahinya. Saya mohon ustadz > > menjelaskan > > > apakah pemahaman saya itu benar dan kalau salah bagaimana > > sebenarnya > > > pandangan Islam tentang hal ini. Atas jawaban ustadz saya > haturkan > > > jazakumullah khair. > > > Wass. wr. wb. > > > Acep > > > > > > > > > Jawaban > > > > > > Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > > Apa yang anda sebutkan itu memang benar dan dibenarkan langsung > > oleh > > > Al-Quran Al-Karim, kitab suci yang kita absolutkan itu. Dalam > > banyak > > > ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi > > budaknya > > > sendiri. Tetapi bukan budak orang lain. > > > Hal itu antara lain terdapat dalam ayat-ayat ini: > > > Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap > isteri- > > > isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya > > > mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS Al-Mu'minun: 5-6) > > > Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap > > perempuan > > > yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, > > > tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat > berlaku > > > adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang > > > demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS > An- > > > Nisa: 3) > > > > > > Dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki > > > sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain > > > yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk > dikawini > > > bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni'mati > di > > > antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu > > > kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang > > kamu > > > telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. > > > Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An- > > Nisa: > > > 24) > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > > ****** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > > > ********************************************************************* > > ****** > > > > > > _____________________________________________________________________ > > _____ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > > dikomentari. > > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > The great job makes a great man > > > pustaka tani > > > nuraulia > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Do you Yahoo!? > > > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

