Banyak umat Kristen setelah membaca buku The Da Vinci Code merasa sewot
terhadap Dan Brown, karena merasa agamanya di lecehkan, tetapi sebelumnya
Anda merasa sewot, renungkanlah dahulu apa yang mang Ucup tulis dibawah ini.


Kita mengetahui bahwa bukunya Dan Brown telah diterjemahkan ke dalam 40
macam bahasa dan jumlah oplag penjualan lebih dari 60 juta eksemplar. Bahkan
banyak umat Kristen yang merasa tidak puas kalau hanya membaca satu kali
saja, maka dari itu mereka baca berulang kali dari awal s/d akhir untuk
meneliti dimana letak kesalahannya mas Dan Brown tsb.  

Tetapi dilain pihak jawablah dengan jujur pernahkan Anda membaca Alkitab
dari awal s/d akhir ? Dan apa yang Anda ketahui tentang Alkitab itu sendiri
? Maka dari itu bacalah oret-oretan ini agar tidak disebut O´on, dimana
ngakunya sih sebagai wong Kristen, kalho ditanya tentang Da Vinci Code
ngerti, tetapi kalho ditanya tentang Alkitab teu nyaho ato kagak ngeh; malu
atuh euuu…uy !

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Insitituut Kaski – Belanda di
tahun 2004, ternyata 90% penduduk Belanda yang beragama Kristen memiliki
Alkitab, hanya sayangnya 50% dari mereka itu tidak pernah membacanya.  Dan
hanya 40% penduduk Kristen Belanda membaca Alkitab, tetapi yang benar-benar
membaca Alkitab secara rutin hanya 20% saja.  

Di Indonesia pun tidak beda jauh, menurut data BPS 2000, bahwa orang Kristen
kini berjumlah sekitar 18% dari 250 juta penduduk Indonesia atau 45 juta,
tetapi kenyataannya hanya 10 juta saja yang memiliki Alkitab, sebab
berdasarkan laporan dari LAI selama 47 th LAI berdiri baru 10,7 juta Alkitab
yang tersebar. 

Bahkan kalau kita jujur, memang benar banyak orang Kristen yang tidak pernah
lupa membawa Alkitab ke Gereja, tetapi selain di gereja apakah mereka pernah
mau membacanya juga secara rutin di rumah ? Atau hanya digunakan sebagai
pajangan azah untuk mejeng di lemari atau sebagai pengganjal pintu begitu.

Alkitab merupakan buku yang paling banyak terjual di dunia lebih dari 372
juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam  2.406 bahasa. (Sumber
www.vision2025.org)

Alkitab dalam banyak bahasa disebut Bible, kata ini diserap dari bahasa
Yunani “biblos” atau “byblos” yang berarti “gulungan papirus” atau diatas
mana pada saat itu ayat-ayat tsb ditulis.  Alkitab dibagi dalam dua Kitab
“Testamen Lama & Testamen Baru”. Perkataan testamen itu sendiri diserap dari
bahasa Latin Testamentum yang diterjamahkan dari bahasa Yunani = diatheke
yang berarti Perjanjian atau Ikatan. 

Hitler berusaha untuk meyakinkan bangsa Jerman bahwa Testamen “Lama” itu
sudah kuno alias kadaluarsa dan hanya berlaku untuk umat Yahudi saja, sebab
dalam Testamen Baru, Tuhan Yesus sudah menggantikan hukum Taurat yang
berlandaskan “mata dibalas dengan mata”  (Lex Talionis ) Keluaran 21:23
dengan hukum “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka” (Matius 5:44).

Kitab Perjanjian Lama ditulis sekitar 1200 sebelum Masehi, sedangkan
Perjanjian Baru antara 50 s/d 130 sesudah Masehi. Kitab yang paling tua
pernah ditemukan ialah Kitab Yesaya yang usianya sekitar 180 sebelum Masehi
sedangkan serpihan kitab Perjanjian Baru yang diketemukan dari Kitab Yohanes
120 sesudah Masehi. 

Pada awalnya Alkitab belum dibagi ke dalam pasal maupun ayat-ayat seperti
yang kita baca pada jaman sekarang ini. Mereka baru membagi dalam pasal dan
ayat diperkirakan pada th 1240 ini dilakukan oleh Hugo Cardinalis membagi
Alkitab dalam berbagai pasal. Kira-kira baru dua abad kemudian sekitar th
1445 seorang Rabi Yahudi yang bernama Mordecai Nathan membagi pasal-pasal
yang telah dibuat oleh Hugo Cardinalis dengan secara lebih rinci lagi ialah
ke dalam ayat2 seperti yang kita kenal sekarang ini

Septuaginta adalah terjemahan Yunani yang paling utama dari Perjanjian Lama.
Tanda umum bagi Septuaginta ialah "LXX" berarti angka 70, tetapi seharusnya
72, sebab angka ini diambil dari jumlah 72 orang penterjemah diterjemahkan
dalam tempo 72 hari. Dilakukan pada masa pemerintahan Ptomelemues Filadelfus
(285 -246 sM). 

Terjemahan Alkitab bahasa Melayu (bahasa Indonesia Kuno) yang paling pertama
dan paling terkenal itu adalah terjemahan Leydekker, yang mula-mula
diterbitkan dengan lengkap pada tahun 1733.

Perlu diketahui bahwa menterjemahkan Alkitab itu tidaklah mudah. Misalnya
John Eliot penterjemah Alkitab dari bhs Indian Kunto, menemukan bahwa
orang-orang Indian itu tidak memiliki kata untuk "garam." Ia harus mencari
kata pengganti baru, agar ia bisa mengalihbahasakan ayat seperti misalnya
"Kamu adalah garam dunia" (Matius 5:13).

Begitu juga dalam Alkitab bahasa Vietnam, istilah "munafik" diterjemahkan
"orang yang mulutnya lurus tapi hatinya bengkok." Sedangkan di dalam Alkitab
untuk salah satu suku Indian di Amerika Latin, "munafik" diterjemahkan
"bermuka dua," atau bahkan "berkepala dua."

Mungkin Anda akan mengeluh, karena membaca Alkitab dari awal hingga akhir
itu tidaklah mudah apalagi kalau harus membaca Kitab Wahyu yang sukar
dimengerti. Dalam hal ini Anda tidak perlu minder karena M´bahnya wong
Kristen John Calvin yang pengetahuannya sejajar dengan Martin Luther
sekalipun tidak mampu memberikan komentar maupun menafsirkannya, padahal ia
telah memberikan penafsiran dan komentar yang lengkap untuk semua bagian
Alkitab, terkecuali Kitab Wahyu itu.

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke