http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=253585&kat_id=16
  
LSM Komprador dan Propaganda Anti -Islam 

Oleh : 


  Farid Wadjdi 
Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Jakarta 
  Kaum Muslim di dunia saat ini sedang menghadapi upaya propaganda dan 
penyesatan terhadap agama mereka atas nama perang melawan terorisme. Kaum 
Muslim yang ingin mengganti sistem kapitalisme yang korup dan pemerintahan 
diktator di dunia Islam dicap fundamentalis, ekstremis, bahkan teroris. 
  Bush dan Blair serta pendukung setianya secara terus-menerus melakukan 
propaganda melawan Islam untuk membenarkan upaya mereka melestarikan penjajahan 
dan campur tangan jahat mereka di Dunia Islam. Tidak berhenti sampai di sana. 
Upaya memberikan citra negatif terhadap syariat Islam dan khilafah secara 
sistematis dilakukan oleh negara-negara kapitalis penjajah dan para 
pendukungnya. Bahkan upaya ini menjadi rekomendasi utama dalam berbagai laporan 
lembaga-lembaga pemikir (think-tank) mereka.
  Rekomendasi
Ariel Cohen, dalam rekomendasi yang diterbitkan The Heritage Foundation 
menulis: AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan 
contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan untuk 
kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di 
bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspose 
perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: 
An Emerging Threat to US Interests in Central Asia).
  Hal senada direkomendasikan Cheryl Benard. Menurutnya, ada beberapa ide yang 
harus terus-menerus diangkat untuk menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi 
dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, isu minoritas, pakaian 
wanita, dan kebolehan suami untuk memukul istri. (Civil Democratic Islam, 
Partners, Resources, and Strategies, The Rand Corporation, halaman 1-24).
  Negara-negara kapitalis ini rela menghabiskan dana puluhan juta dolar AS 
untuk melakukan propaganda negatif. (Lihat: David E Kaplan, ''Hearts, Minds, 
and Dollars'', www.usnews.com, 25/4/2005). Untuk melakukan propaganda 
sistematis ini negara-negara kapitalis kemudian memanfaatkan kelompok-kelompok 
yang menjadi komprador (kaki tangan) negara penjajah ini. Para komprador ini 
kemudian membuat LSM-LSM yang secara sistematis dan terus-menerus menentang 
penegakkan syariat Islam dan memberikan citra negatif terhadap syariat Islam di 
negeri-negeri Islam. 
  Ironisnya, di sisi lain, LSM-LSM ini diam terhadap perlakukan kejam 
negara-negara penjajah kapitalis Barat, padahal mereka mengklaim sebagai 
pendukung dan penegak demokrasi dan HAM. Mereka diam terhadap pembunuhan 
ratusan ribu rakyat sipil di Irak, Afganistan, Palestina, dan negeri negeri 
Islam lain yang dilakukan oleh AS dan sekutunya yang mengklaim sebagai penegak 
demokrasi. Mereka juga diam terhadap penangkapan, pemenjaraan, dan penyiksaaan 
manusia yang dituduh secara sepihak oleh AS sebagai teroris. Mereka diam 
terhadap ulah AS di Guantanamo (Kuba) dan penjara-penjara lainnya.
  Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam akan membawa penderitaan bagi 
rakyat. Namun, mendukung habis-habisan kebijakan negara kapitalis dan liberal 
seperti AS, meskipun itu membuat penderitaan yang mendalam bagi rakyat. Di 
Indonesia, kelompok liberal secara demonstratif membuat iklan mahal di sebuah 
koran nasional, satu halaman penuh, yang mendukung kebijakan negara menaikkan 
harga BBM. Mereka tidak punya nurani lagi. Padahal, semua tahu, kenaikan BBM 
telah menyengsarakan masyarakat. 
  Para komprador negara kapitalis ini menyerang penerapan syariat Islam dan 
menyebutnya akan memecah-belah bangsa. Namun, membiarkan negara-negara 
kapitalis mengintervensi negara ini sehingga negara ini terancam pecah. Mereka 
membiarkan negara-negara asing mengobok-obok Indonesia --seperti di Papua, 
Maluku, dan Aceh-- atas nama HAM dan demokrasi. Kelompok komprador ini menutup 
mata bahwa ide liberal seperti menentukan nasib sendiri telah menjadi senjata 
ampuh bagi Timor Timur untuk melepaskan diri dari Indonesia. 
  Negara-negara Barat pun tidak segan-segan memanfaatkan para penguasa di 
negeri-negeri Islam untuk melakukan upaya pemberangusan terhadap penegakan 
syariat Islam. Mereka mendukung penuh para penguasa diktator seperti Husni 
Mubarak di Mesir, Karimov di Uzbekistan, atau Musharaf di Pakistan untuk 
bertindak represif terhadap pejuang-pejuang syariat Islam.
  Tafsir tunggal
Hal yang sama terjadi di Indonesia di masa Soeharto. AS memanfaatkan Soeharto 
untuk memberangus para pejuang Islam. Soeharto kemudian membuat tafsirnya 
sendiri atas Pancasila yang kemudian diadopsi negara. Setelah itu, siapapun 
yang menentang kezaliman Soeharto, menentang kebijakan kapitalistiknya, dicap 
anti-Pancasila.
  Gejala yang sama dikhawatirkan berulang di Indonesia. Beberapa kelompok 
liberal-sekular dan sosialis tiba-tiba menjadi sangat pancasilais. Mereka 
berupaya membuat tafsir tunggal terhadap Pancasila bahwa Pancasila itu sekuler. 
Karenanya, syariat Islam adalah ancaman bagi Pancasila. 
  Kaum Muslim yang menolak sekularisme kemudian dituduh anti Pancasila. Padahal 
Pancasila yang sekuler itu merupakan tafsir mereka sendiri yang berusaha mereka 
paksakan. Mereka lupa bahwa sila pertama dari Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 
justru menyatakan negara ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelompok 
antisyariah ini memprovokasi negara untuk memberangus kelompok Islam yang ingin 
memperjuangkan syariat Islam. Mereka berupaya menutupi fakta yang nyata dan 
jelas bahwa justru sistem kapitalis yang diadopsi oleh negara dan diperjuangkan 
oleh kelompok-kelompok liberal inilah yang telah menghancurkan bangsa ini.
  Upaya melawan propaganda jahat ini adalah kewajiban seluruh komponen bangsa 
ini. Tragedi kemanusiaan akan terulang seperti di masa Orde Lama dan Orde Baru, 
saat penguasa menggunakan tafsiran ideologinya untuk memberangus kelompok yang 
kritis terhadap negara. Umat Islam tidak boleh diam. Pemerintah juga perlu 
diingatkan, untuk tidak kembali menjadi mesin pembunuh rakyat untuk kepentingan 
negara asing. Wallahu a'lam. 


The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
Yahoo! Groups gets better. Check out the new email design. Plus there’s much 
more to come.  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke