THINK TANKNYA SBY TUH KAYANYA KOMPRADOR, Think Tanknya orba idem dito, so
kebanyakan ya think tank yang menguasai penguasa di negeri ini ya jongos.
pinter terlalu 
-----Original Message-----
From: irwank <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue, 27 Jun 2006 09:53:32 +0700
Subject: Re: [ppiindia] Republika : LSM Komprador dan Propaganda anti-Islam

> Quote:
> "..
>   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam akan membawa penderitaan
> bagi
> rakyat. Namun, mendukung habis-habisan kebijakan negara kapitalis dan
> liberal seperti AS, meskipun itu membuat penderitaan yang mendalam bagi
> rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara demonstratif membuat
> iklan
> mahal di sebuah koran nasional, satu halaman penuh, yang mendukung
> kebijakan
> negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya nurani lagi. Padahal,
> semua
> tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan masyarakat.
> .."
> 
> Contohnya LSM komprador apa ya? :-P
> Btw, kalau penguasa tertinggi negara sudah cinta kepada suatu negara,
> apa bisa tegas terhadap negara tersebut..
> Kata orang, cinta memang segalanya.. bahkan membuat orang 'buta'..
> cinta membuat orang menerima 'pujaan'-nya tanpa syarat..
> dengan sepenuh hati.. dengan segala kesalahannya.. romantis kali..
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> On 6/27/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=253585&kat_id=16
> >
> > LSM Komprador dan Propaganda Anti -Islam
> >
> > Oleh :
> >
> >
> >   Farid Wadjdi
> > Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Jakarta
> >   Kaum Muslim di dunia saat ini sedang menghadapi upaya propaganda
> dan
> > penyesatan terhadap agama mereka atas nama perang melawan terorisme.
> Kaum
> > Muslim yang ingin mengganti sistem kapitalisme yang korup dan
> pemerintahan
> > diktator di dunia Islam dicap fundamentalis, ekstremis, bahkan
> teroris.
> >   Bush dan Blair serta pendukung setianya secara terus-menerus
> melakukan
> > propaganda melawan Islam untuk membenarkan upaya mereka melestarikan
> > penjajahan dan campur tangan jahat mereka di Dunia Islam. Tidak
> berhenti
> > sampai di sana. Upaya memberikan citra negatif terhadap syariat Islam
> dan
> > khilafah secara sistematis dilakukan oleh negara-negara kapitalis
> penjajah
> > dan para pendukungnya. Bahkan upaya ini menjadi rekomendasi utama
> dalam
> > berbagai laporan lembaga-lembaga pemikir (think-tank) mereka.
> >   Rekomendasi
> > Ariel Cohen, dalam rekomendasi yang diterbitkan The Heritage
> Foundation
> > menulis: AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk
> membeberkan
> > contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan
> untuk
> > kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan
> Afghanistan
> > di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga
> diekspose
> > perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb
> > ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in Central Asia).
> >   Hal senada direkomendasikan Cheryl Benard. Menurutnya, ada beberapa
> ide
> > yang harus terus-menerus diangkat untuk menjelekkan citra Islam:
> perihal
> > demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, isu
> minoritas,
> > pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul istri. (Civil
> Democratic
> > Islam, Partners, Resources, and Strategies, The Rand Corporation,
> halaman
> > 1-24).
> >   Negara-negara kapitalis ini rela menghabiskan dana puluhan juta
> dolar AS
> > untuk melakukan propaganda negatif. (Lihat: David E Kaplan, ''Hearts,
> Minds,
> > and Dollars'', www.usnews.com, 25/4/2005). Untuk melakukan propaganda
> > sistematis ini negara-negara kapitalis kemudian memanfaatkan
> > kelompok-kelompok yang menjadi komprador (kaki tangan) negara
> penjajah ini.
> > Para komprador ini kemudian membuat LSM-LSM yang secara sistematis
> dan
> > terus-menerus menentang penegakkan syariat Islam dan memberikan citra
> > negatif terhadap syariat Islam di negeri-negeri Islam.
> >   Ironisnya, di sisi lain, LSM-LSM ini diam terhadap perlakukan kejam
> > negara-negara penjajah kapitalis Barat, padahal mereka mengklaim
> sebagai
> > pendukung dan penegak demokrasi dan HAM. Mereka diam terhadap
> pembunuhan
> > ratusan ribu rakyat sipil di Irak, Afganistan, Palestina, dan negeri
> negeri
> > Islam lain yang dilakukan oleh AS dan sekutunya yang mengklaim
> sebagai
> > penegak demokrasi. Mereka juga diam terhadap penangkapan,
> pemenjaraan, dan
> > penyiksaaan manusia yang dituduh secara sepihak oleh AS sebagai
> teroris.
> > Mereka diam terhadap ulah AS di Guantanamo (Kuba) dan penjara-penjara
> > lainnya.
> >   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam akan membawa
> penderitaan
> > bagi rakyat. Namun, mendukung habis-habisan kebijakan negara
> kapitalis dan
> > liberal seperti AS, meskipun itu membuat penderitaan yang mendalam
> bagi
> > rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara demonstratif membuat
> iklan
> > mahal di sebuah koran nasional, satu halaman penuh, yang mendukung
> kebijakan
> > negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya nurani lagi. Padahal,
> semua
> > tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan masyarakat.
> >   Para komprador negara kapitalis ini menyerang penerapan syariat
> Islam
> > dan menyebutnya akan memecah-belah bangsa. Namun, membiarkan
> negara-negara
> > kapitalis mengintervensi negara ini sehingga negara ini terancam
> pecah.
> > Mereka membiarkan negara-negara asing mengobok-obok Indonesia
> --seperti di
> > Papua, Maluku, dan Aceh-- atas nama HAM dan demokrasi. Kelompok
> komprador
> > ini menutup mata bahwa ide liberal seperti menentukan nasib sendiri
> telah
> > menjadi senjata ampuh bagi Timor Timur untuk melepaskan diri dari
> Indonesia.
> >   Negara-negara Barat pun tidak segan-segan memanfaatkan para
> penguasa di
> > negeri-negeri Islam untuk melakukan upaya pemberangusan terhadap
> penegakan
> > syariat Islam. Mereka mendukung penuh para penguasa diktator seperti
> Husni
> > Mubarak di Mesir, Karimov di Uzbekistan, atau Musharaf di Pakistan
> untuk
> > bertindak represif terhadap pejuang-pejuang syariat Islam.
> >   Tafsir tunggal
> > Hal yang sama terjadi di Indonesia di masa Soeharto. AS memanfaatkan
> > Soeharto untuk memberangus para pejuang Islam. Soeharto kemudian
> membuat
> > tafsirnya sendiri atas Pancasila yang kemudian diadopsi negara.
> Setelah itu,
> > siapapun yang menentang kezaliman Soeharto, menentang kebijakan
> > kapitalistiknya, dicap anti-Pancasila.
> >   Gejala yang sama dikhawatirkan berulang di Indonesia. Beberapa
> kelompok
> > liberal-sekular dan sosialis tiba-tiba menjadi sangat pancasilais.
> Mereka
> > berupaya membuat tafsir tunggal terhadap Pancasila bahwa Pancasila
> itu
> > sekuler. Karenanya, syariat Islam adalah ancaman bagi Pancasila.
> >   Kaum Muslim yang menolak sekularisme kemudian dituduh anti
> Pancasila.
> > Padahal Pancasila yang sekuler itu merupakan tafsir mereka sendiri
> yang
> > berusaha mereka paksakan. Mereka lupa bahwa sila pertama dari
> Pancasila dan
> > Pembukaan UUD 1945 justru menyatakan negara ini berdasarkan Ketuhanan
> Yang
> > Maha Esa. Kelompok antisyariah ini memprovokasi negara untuk
> memberangus
> > kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariat Islam. Mereka
> berupaya
> > menutupi fakta yang nyata dan jelas bahwa justru sistem kapitalis
> yang
> > diadopsi oleh negara dan diperjuangkan oleh kelompok-kelompok liberal
> inilah
> > yang telah menghancurkan bangsa ini.
> >   Upaya melawan propaganda jahat ini adalah kewajiban seluruh
> komponen
> > bangsa ini. Tragedi kemanusiaan akan terulang seperti di masa Orde
> Lama dan
> > Orde Baru, saat penguasa menggunakan tafsiran ideologinya untuk
> memberangus
> > kelompok yang kritis terhadap negara. Umat Islam tidak boleh diam.
> > Pemerintah juga perlu diingatkan, untuk tidak kembali menjadi mesin
> pembunuh
> > rakyat untuk kepentingan negara asing. Wallahu a'lam.
> 
> 
> The great job makes a great man
> >   pustaka tani
> >   nuraulia
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke