Kok nyindir-nyindir sih?
Kenapa nggak terang-terangan nyebut Freedom Institute
dan JIL?

Lalu, soal penguasa, maksudnya SBY 'kan, yang bilang
kira-kira begini (dimuat di the International Herald
Tribune): "I love America as my second country?"



--- irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Quote:
> "..
>   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam akan
> membawa penderitaan bagi
> rakyat. Namun, mendukung habis-habisan kebijakan
> negara kapitalis dan
> liberal seperti AS, meskipun itu membuat penderitaan
> yang mendalam bagi
> rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara
> demonstratif membuat iklan
> mahal di sebuah koran nasional, satu halaman penuh,
> yang mendukung kebijakan
> negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya
> nurani lagi. Padahal, semua
> tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan masyarakat.
> .."
> 
> Contohnya LSM komprador apa ya? :-P
> Btw, kalau penguasa tertinggi negara sudah cinta
> kepada suatu negara,
> apa bisa tegas terhadap negara tersebut..
> Kata orang, cinta memang segalanya.. bahkan membuat
> orang 'buta'..
> cinta membuat orang menerima 'pujaan'-nya tanpa
> syarat..
> dengan sepenuh hati.. dengan segala kesalahannya..
> romantis kali..
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> On 6/27/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> >
>
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=253585&kat_id=16
> >
> > LSM Komprador dan Propaganda Anti -Islam
> >
> > Oleh :
> >
> >
> >   Farid Wadjdi
> > Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS)
> Jakarta
> >   Kaum Muslim di dunia saat ini sedang menghadapi
> upaya propaganda dan
> > penyesatan terhadap agama mereka atas nama perang
> melawan terorisme. Kaum
> > Muslim yang ingin mengganti sistem kapitalisme
> yang korup dan pemerintahan
> > diktator di dunia Islam dicap fundamentalis,
> ekstremis, bahkan teroris.
> >   Bush dan Blair serta pendukung setianya secara
> terus-menerus melakukan
> > propaganda melawan Islam untuk membenarkan upaya
> mereka melestarikan
> > penjajahan dan campur tangan jahat mereka di Dunia
> Islam. Tidak berhenti
> > sampai di sana. Upaya memberikan citra negatif
> terhadap syariat Islam dan
> > khilafah secara sistematis dilakukan oleh
> negara-negara kapitalis penjajah
> > dan para pendukungnya. Bahkan upaya ini menjadi
> rekomendasi utama dalam
> > berbagai laporan lembaga-lembaga pemikir
> (think-tank) mereka.
> >   Rekomendasi
> > Ariel Cohen, dalam rekomendasi yang diterbitkan
> The Heritage Foundation
> > menulis: AS harus menyediakan dukungan pada media
> lokal untuk membeberkan
> > contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah,
> seperti potong tangan untuk
> > kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di
> Chechnya, keadaan Afghanistan
> > di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat
> lainnya. Perlu juga diekspose
> > perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam
> di Aljazair. (Hizb
> > ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in
> Central Asia).
> >   Hal senada direkomendasikan Cheryl Benard.
> Menurutnya, ada beberapa ide
> > yang harus terus-menerus diangkat untuk
> menjelekkan citra Islam: perihal
> > demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal,
> keadilan Islam, isu minoritas,
> > pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul
> istri. (Civil Democratic
> > Islam, Partners, Resources, and Strategies, The
> Rand Corporation, halaman
> > 1-24).
> >   Negara-negara kapitalis ini rela menghabiskan
> dana puluhan juta dolar AS
> > untuk melakukan propaganda negatif. (Lihat: David
> E Kaplan, ''Hearts, Minds,
> > and Dollars'', www.usnews.com, 25/4/2005). Untuk
> melakukan propaganda
> > sistematis ini negara-negara kapitalis kemudian
> memanfaatkan
> > kelompok-kelompok yang menjadi komprador (kaki
> tangan) negara penjajah ini.
> > Para komprador ini kemudian membuat LSM-LSM yang
> secara sistematis dan
> > terus-menerus menentang penegakkan syariat Islam
> dan memberikan citra
> > negatif terhadap syariat Islam di negeri-negeri
> Islam.
> >   Ironisnya, di sisi lain, LSM-LSM ini diam
> terhadap perlakukan kejam
> > negara-negara penjajah kapitalis Barat, padahal
> mereka mengklaim sebagai
> > pendukung dan penegak demokrasi dan HAM. Mereka
> diam terhadap pembunuhan
> > ratusan ribu rakyat sipil di Irak, Afganistan,
> Palestina, dan negeri negeri
> > Islam lain yang dilakukan oleh AS dan sekutunya
> yang mengklaim sebagai
> > penegak demokrasi. Mereka juga diam terhadap
> penangkapan, pemenjaraan, dan
> > penyiksaaan manusia yang dituduh secara sepihak
> oleh AS sebagai teroris.
> > Mereka diam terhadap ulah AS di Guantanamo (Kuba)
> dan penjara-penjara
> > lainnya.
> >   Kelompok-kelompok ini mengecam syariat Islam
> akan membawa penderitaan
> > bagi rakyat. Namun, mendukung habis-habisan
> kebijakan negara kapitalis dan
> > liberal seperti AS, meskipun itu membuat
> penderitaan yang mendalam bagi
> > rakyat. Di Indonesia, kelompok liberal secara
> demonstratif membuat iklan
> > mahal di sebuah koran nasional, satu halaman
> penuh, yang mendukung kebijakan
> > negara menaikkan harga BBM. Mereka tidak punya
> nurani lagi. Padahal, semua
> > tahu, kenaikan BBM telah menyengsarakan
> masyarakat.
> >   Para komprador negara kapitalis ini menyerang
> penerapan syariat Islam
> > dan menyebutnya akan memecah-belah bangsa. Namun,
> membiarkan negara-negara
> > kapitalis mengintervensi negara ini sehingga
> negara ini terancam pecah.
> > Mereka membiarkan negara-negara asing
> mengobok-obok Indonesia --seperti di
> > Papua, Maluku, dan Aceh-- atas nama HAM dan
> demokrasi. Kelompok komprador
> > ini menutup mata bahwa ide liberal seperti
> menentukan nasib sendiri telah
> > menjadi senjata ampuh bagi Timor Timur untuk
> melepaskan diri dari Indonesia.
> >   Negara-negara Barat pun tidak segan-segan
> memanfaatkan para penguasa di
> > negeri-negeri Islam untuk melakukan upaya
> pemberangusan terhadap penegakan
> > syariat Islam. Mereka mendukung penuh para
> penguasa diktator seperti Husni
> > Mubarak di Mesir, Karimov di Uzbekistan, atau
> Musharaf di Pakistan untuk
> > bertindak represif terhadap pejuang-pejuang
> syariat Islam.
> >   Tafsir tunggal
> > Hal yang sama terjadi di Indonesia di masa
> Soeharto. AS memanfaatkan
> > Soeharto untuk memberangus para pejuang Islam.
> Soeharto kemudian membuat
> > tafsirnya sendiri atas Pancasila yang kemudian
> diadopsi negara. Setelah itu,
> > siapapun yang menentang kezaliman Soeharto,
> menentang kebijakan
> > kapitalistiknya, dicap anti-Pancasila.
> >   Gejala yang sama dikhawatirkan berulang di
> Indonesia. Beberapa kelompok
> > liberal-sekular dan sosialis tiba-tiba menjadi
> sangat pancasilais. Mereka
> > berupaya membuat tafsir tunggal terhadap Pancasila
> bahwa Pancasila itu
> > sekuler. Karenanya, syariat Islam adalah ancaman
> bagi Pancasila.
> >   Kaum Muslim yang menolak sekularisme kemudian
> dituduh anti Pancasila.
> > Padahal Pancasila yang sekuler itu merupakan
> tafsir mereka sendiri yang
> > berusaha mereka paksakan. Mereka lupa bahwa sila
> pertama dari Pancasila dan
> > Pembukaan UUD 1945 justru menyatakan negara ini
> berdasarkan Ketuhanan Yang
> > Maha Esa. Kelompok antisyariah ini memprovokasi
> negara untuk memberangus
> > kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariat
> Islam. Mereka berupaya
> > menutupi fakta yang nyata dan jelas bahwa justru
> sistem kapitalis yang
> > diadopsi oleh negara dan diperjuangkan oleh
> kelompok-kelompok liberal inilah
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke