hmm begitu mungkin ilmu ekonomi membaginya ya? Kalau saya mikirnya 
penyakit miskin itu disebabkan karena ketimpangan tsb. Ketimpangan 
itu sendiri penyebabnya: rendahnya tingkat kesehatan, pendidikan, 
kerjasama, dll. Namun kalau mau dijadikan satu kalimat, ketimpangan 
itu karena keengganan manusia berusaha. Keengganan ini bisa jadi 
karena diri sendiri (mendazlimi dirinya sendiri) dan bisa jadi 
karena faktor luar (kemiskinan struktural). Pemerintah tak 
bertanggung jawab akan keengganan dari diri sendiri, dan lebih pada 
kemiskinan struktural. 

wah ngapain saya bicara soal kemiskinan disini? wong di blogku aja 
belon selesai-selesai.

Agama sudah mengajarkan bagaimana cara mengentaskan kemiskinan. 
Salah satu yang terkandung dalam Syariah Islam adalah infaz, zakat, 
dan sedekah. Mungkin kalau dalam istilah kerennya pajak. 

Nah kemana aja uang pajak selama ini? JK mending urusin kemana aja 
larinya uang pajak daripada sibuk ngurusin nasib janda dgn sgl 
legalisasi kawin kontrak. 

Katanya APBN sedang mengalami krisis karena banyaknya bencana 
ditanah air? aaau ah ..lieyer...

Buat kaum wanita, jangan mudah menyerah dengan kesulitan hidup. 
Allah telah menebarkan rizkinya diseluruh muka bumi ini (apalagi 
Indonesia). Berusahalah, bergeraklah, menjemput bahagianmu. Allah 
beserta kita. Mengapa takut? Jangan mudah terpengaruh oleh calo-calo 
tengik. Apa yang kau dapatkan dengan menjual diri, bukanlah rizki 
namanya karena disana ada adzab Allah. Naudzubillah... 

wassalam,
--- In [email protected], lembaga studi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Ada 3 penyakit klasik perekonomian : ketimpangan,
> pengangguran dan kemiskinan. Secara sosial, penyakit
> klasik itu pun ditambah dengan rendahnya tingkat
> kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya
> kerjasama. Sejak abad 7 M hingga terbitnya buku Adam
> Smith, manusia mencoba mengatasi penyakit klasik itu.
> Nah, untuk Indonesia coba lihat bagaimana Moh Hatta
> mengantisipasi penyakit itu. Lalu bagaimana Mafia
> Berkeley merancang dan melaksanakannya. Sayangnya
> orang yang kurang berpengetahuan secara serampangan
> mencoba mengidentifikasi masalah dan kemudian
> memberikan pendapat. JK bukan sekadar tidak
> berpengetahuan, tapi juga sebagai pemimpin nasional
> gagal menangkap akar masalah. Maka kata-katanya dalam
> konteks kawin kontrak sangat tidak menghargai harkat
> dan martabat perempuan. Padhal keruntuhan harkat dan
> martabat perempuan adalah keruntuhan harkat dan
> martabat keluarga dan bangsa.
> Agaknya kita perlu melihat secara mendalam bagaimana
> Pmerintah bertanggung jawab atas penyakit klasik itu.
> Hal itu dicerminkan pada struktur dan alokasi APBN.
> Jelas, Pemerintahan KIB tidak berpihak pada harkat dan
> martabat bangsa.
>  
> 
> --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > bung YK, (gak ada hubungan ama JK kan ya?)...:-)
> > 
> > Pencarian root cause of problem memang sangat
> > diperlukan biar 
> > ditemukan cara yang jitu mengatasinya.
> > 
> > Root cause of problem kawin kontrak yang marak di
> > Puncak adalah 
> > kemiskinan. Oleh sebab itu untuk mengentaskan
> > kemiskinan JK berusaha 
> > melegalkan kawin kontrak semacam itu...:-(. Saya
> > merasa kok seperti 
> > melegalisasi prostitusi.
> > 
> > JK kan berusaha mencari root cause of problem
> > kemudian 
> > mengentasinya. Gimana neh bung?  Mohon patromaksnya.
> > 
> > 
> > Berhubung dan ganti topik, judulnya ta' ganti aja ya
> > jadi kawin 
> > kontrak...
> > 
> > wassalam,
> > 
> > --- In [email protected], "Yohanis Komboi"
> > <ykomboi@> 
> > wrote:
> > >
> > > mas Iwan,
> > > 
> > > Bener sekali. Kadang saya secara fatalistic
> > berpikir gini, apa 
> > mungkin
> > > memang semua ini harus kita alami dulu baru suatu
> > waktu nanti kita 
> > akan
> > > makmur. Apakah memang kita sekarang ini sedang
> > meretas jalan menuju
> > > kemakmuran abadi? Apa tandanya? Apa bukan justru
> > sebaliknya yang 
> > sedang kita
> > > persiapkan? Yaitu membawa society ini ke arah
> > kehancuran?
> > > 
> > > Refleksi saya di atas terutama didorong oleh
> > kenyataan bahwa pada 
> > saat kita
> > > perlu mulai menjadi positivist mengandalkan
> > technology untuk 
> > menjajaki
> > > perdamaian dengan alam, sebagian kita lebih
> > mementingkan membawa 
> > pencarian
> > > solusi keseharian ke pencarian mujizat. Alih-alih
> > berusaha 
> > memintarkan diri,
> > > kita justru melarikan diri dari pencarian root
> > cause of the 
> > problem.
> > > Begitulah yg saya lihat.
> > > 
> > > Salam,
> > > 
> > > yk
> > > 
> > > On 7/24/06, Iwan Wibawa <iwanw1963@> wrote:
> > > >
> > > >    Menyikapi banyak berita kekeringan saat musim
> > kemarau, 
> > bagaimana petani
> > > > mengeluh sawahnya tak berair, atau orang-orang
> > harus kesulitan 
> > air,
> > > > sebaliknya berita kebanjiran saat musim hujan,
> > orang-orang 
> > bahkan harus rela
> > > > kehilangan rumah dan harta bendanya karena
> > terendam air.
> > > > sesungguhnya semua bencana kekeringan atau
> > kebanjiran dapat kita 
> > hindari
> > > > atau paling tidak kita minimalisir, kita coba
> > telaah, bukankah 
> > kita semua
> > > > sudah tahu bahwa bangsa Indonesia yang hidup
> > dibentangan 
> > katulistiwa
> > > > hidupnya terbagi dalam 2 musim, musim kemarau
> > dan musim hujan.
> > > > kenapa kita tidak mencoba bagaimana bersikap
> > arif dengan alam 
> > sekitarnya,
> > > > dengan mempelajari sifat alam dimana tempat kita
> > hidup dan 
> > kemudian bisa
> > > > hidup secara aman dan tentram.
> > > > bangsa jepang hidup dikawasan yang jauh lebih
> > berbahaya, banyak 
> > gunung
> > > > berapi dan gempa, dengan sumber daya alam yang
> > terbatas dengan 
> > wilayah yang
> > > > tidak begitu subur, lantas mereka berpikir agar
> > mereka bisa 
> > survive sebagai
> > > > sebuah bangsa, jadilah mereka bangsa yang selalu
> > inovatif dengan 
> > keunggulan
> > > > otak, riset dan teknologi, mereka bangun
> > rumah-rumah dan gedung 
> > dengan
> > > > konstruksi anti gempa.
> > > > mereka jadi bangsa pedagang teknologi, mereka
> > bisa membangun 
> > pabrik-pabrik
> > > > diluar jepang, produk-produk buah pikiran anak
> > bangsa jepang, 
> > menyerbu
> > > > dunia, dan mereka dihargai bangsa lain di dunia,
> > karena kekuatan
> > > > teknologinya, mereka mampu menjawab tantangan
> > alam dimana mereka 
> > hidup dan
> > > > mengendalikan alam.
> > > > kapan bangsa kita mampu seperti itu ? saya sudah
> > bosan dengan 
> > jargon
> > > > "kekayaan alam bangsa Indonesia, batu dan kayu
> > jadi tanaman, 
> > kolam susu
> > > > dsb".
> > > > saat ini kita baru mampu menjadi bangsa
> > festival, menjadi juara 
> > olimpiade
> > > > fisika, kimia matematika kita mampu, namun
> > bersinergi dengan 
> > alam kita belum
> > > > mampu !!!
> > > > kita tetap saja berkubang sebagai bangsa yang
> > konsumtif, boros, 
> > cengeng
> > > > bahkan tidak perduli pada lingkungan, bahkan
> > untuk sekedar 
> > membuang sampah
> > > > .....???
> > > >
> > > > salam
> > > > iwan
> > > > _,_._,___
> > > >
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> > Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> 
*********************************************************************
******
> >
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> > (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> > akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> > 4. Satu email perhari:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> >     [EMAIL PROTECTED]
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke