perlu diingat, JK tidak setuju kawin kontrak.  yg dienforce JK adalah nikah
misywar ... sebagaimana yg diamini oleh syaikh bin baz dan yusuf al qordhowi
.....






On 7/24/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   bung YK, (gak ada hubungan ama JK kan ya?)...:-)
>
> Pencarian root cause of problem memang sangat diperlukan biar
> ditemukan cara yang jitu mengatasinya.
>
> Root cause of problem kawin kontrak yang marak di Puncak adalah
> kemiskinan. Oleh sebab itu untuk mengentaskan kemiskinan JK berusaha
> melegalkan kawin kontrak semacam itu...:-(. Saya merasa kok seperti
> melegalisasi prostitusi.
>
> JK kan berusaha mencari root cause of problem kemudian
> mengentasinya. Gimana neh bung? Mohon patromaksnya.
>
> Berhubung dan ganti topik, judulnya ta' ganti aja ya jadi kawin
> kontrak...
>
> wassalam,
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Yohanis
> Komboi" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > mas Iwan,
> >
> > Bener sekali. Kadang saya secara fatalistic berpikir gini, apa
> mungkin
> > memang semua ini harus kita alami dulu baru suatu waktu nanti kita
> akan
> > makmur. Apakah memang kita sekarang ini sedang meretas jalan menuju
> > kemakmuran abadi? Apa tandanya? Apa bukan justru sebaliknya yang
> sedang kita
> > persiapkan? Yaitu membawa society ini ke arah kehancuran?
> >
> > Refleksi saya di atas terutama didorong oleh kenyataan bahwa pada
> saat kita
> > perlu mulai menjadi positivist mengandalkan technology untuk
> menjajaki
> > perdamaian dengan alam, sebagian kita lebih mementingkan membawa
> pencarian
> > solusi keseharian ke pencarian mujizat. Alih-alih berusaha
> memintarkan diri,
> > kita justru melarikan diri dari pencarian root cause of the
> problem.
> > Begitulah yg saya lihat.
> >
> > Salam,
> >
> > yk
> >
> > On 7/24/06, Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Menyikapi banyak berita kekeringan saat musim kemarau,
> bagaimana petani
> > > mengeluh sawahnya tak berair, atau orang-orang harus kesulitan
> air,
> > > sebaliknya berita kebanjiran saat musim hujan, orang-orang
> bahkan harus rela
> > > kehilangan rumah dan harta bendanya karena terendam air.
> > > sesungguhnya semua bencana kekeringan atau kebanjiran dapat kita
> hindari
> > > atau paling tidak kita minimalisir, kita coba telaah, bukankah
> kita semua
> > > sudah tahu bahwa bangsa Indonesia yang hidup dibentangan
> katulistiwa
> > > hidupnya terbagi dalam 2 musim, musim kemarau dan musim hujan.
> > > kenapa kita tidak mencoba bagaimana bersikap arif dengan alam
> sekitarnya,
> > > dengan mempelajari sifat alam dimana tempat kita hidup dan
> kemudian bisa
> > > hidup secara aman dan tentram.
> > > bangsa jepang hidup dikawasan yang jauh lebih berbahaya, banyak
> gunung
> > > berapi dan gempa, dengan sumber daya alam yang terbatas dengan
> wilayah yang
> > > tidak begitu subur, lantas mereka berpikir agar mereka bisa
> survive sebagai
> > > sebuah bangsa, jadilah mereka bangsa yang selalu inovatif dengan
> keunggulan
> > > otak, riset dan teknologi, mereka bangun rumah-rumah dan gedung
> dengan
> > > konstruksi anti gempa.
> > > mereka jadi bangsa pedagang teknologi, mereka bisa membangun
> pabrik-pabrik
> > > diluar jepang, produk-produk buah pikiran anak bangsa jepang,
> menyerbu
> > > dunia, dan mereka dihargai bangsa lain di dunia, karena kekuatan
> > > teknologinya, mereka mampu menjawab tantangan alam dimana mereka
> hidup dan
> > > mengendalikan alam.
> > > kapan bangsa kita mampu seperti itu ? saya sudah bosan dengan
> jargon
> > > "kekayaan alam bangsa Indonesia, batu dan kayu jadi tanaman,
> kolam susu
> > > dsb".
> > > saat ini kita baru mampu menjadi bangsa festival, menjadi juara
> olimpiade
> > > fisika, kimia matematika kita mampu, namun bersinergi dengan
> alam kita belum
> > > mampu !!!
> > > kita tetap saja berkubang sebagai bangsa yang konsumtif, boros,
> cengeng
> > > bahkan tidak perduli pada lingkungan, bahkan untuk sekedar
> membuang sampah
> > > .....???
> > >
> > > salam
> > > iwan
> > > _,_._,___
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke