sudah pernah ada ceritanya ada koruptor yang dibakar massa? 

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          
http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006080400580315

Jum'at, 4 Agustus 2006 

BURAS




Kambuh, Maling Dibakar! 

H.Bambang Eka Wijaya:

BERHENTI di lampu merah, Edo dihampiri polisi dan memintanya menepi.

"Maaf Pak Polisi! Aku patuh peraturan!" sambut Edo mengikuti polisi ke tepi. 
"Lihat, aku berhenti di lampu merah, kan?"

"Temanku memberi tahu lewat radio, Anda membawa motor kencang sekali, dianggap 
mencurigakan!" jelas polisi. "SIM dan STNK!"

"Ini!" Edo serahkan surat-surat yang diminta. "Aku kencang bukan karena mencuri 
motor!"

"Lantas, karena disuruh ibumu menggali sumur?" timpal polisi.

"Bukan!" tegas Edo. "Ingin melihat maling dibakar massa hidup-hidup! Kalau 
terlambat, tak melihat kejadiannya!"

"Di mana?" entak polisi terkejut. "Ayo pakai motormu saja, kita harus cepat!"

"Kubilang juga apa!" sambut Edo meloncat ke belakang polisi yang memacu 
motornya. "Lurus! Simpang depan belok kiri!"

Sesampai di tempat kejadian, yang tersisa bekasnya. Kerumunan juga orang baru 
datang, ceritanya berdasar cerita orang sebelumnya, "Kejadiannya pagi, 
malingnya sempat mati baru datang polisi!"

"Ayo kembali ke pos jagaku!" polisi mengajak Edo. "Begitu spontan pun respons 
polisi atas setiap kejadian seperti yang kulakukan tadi, tetap saja terlambat, 
korban tak tertolong!"

"Bukan respons polisi yang terlambat, tapi amuk massa yang prosesnya amat 
cepat!" sambut Edo. "Maka itu, yang penting disimak ulang kenapa gejala amuk 
massa membakar hidup-hidup maling itu bisa kambuh lagi!"

"Kurasa ini berbeda!" timpal polisi. "Dulu hal itu ramai terjadi karena 
peniruan! Banyak yang melakukan itu karena meniru apa yang dilakukan massa di 
tempat lain! Sedang peristiwa ini baru terjadi setelah kasus serupa sekian 
tahun reda, bisa jadi kasus ini spesifik! Apalagi kalau orang-orang yang 
membakar mengenal malingnya!"

"Apa pun yang sebenarnya terjadi, apa pun modusnya, harus diusahakan agar 
gejala ini tak sampai merebak kembali!" tegas Edo.

"Pasti teman yang menangani kasusnya serius dan berpikir serupa denganmu!" 
timpal polisi. "Sebenarnya polisi diringankan, tak memburu dan memproses kasus 
maling dengan massa membakar mereka! Tapi kami prihatin dengan kejadian itu 
karena main hakim sendiri oleh massa bisa mencerminkan rasa kurang percaya 
rakyat pada polisi!"

"Masih ada dua hal lagi yang bisa merugikan polisi!" tukas Edo. "Pertama, citra 
polisi sebagai pelindung setiap warga negara terlangkahi dengan kematian maling 
oleh amuk massa! Kedua, kalau maling dibawa massa ke polisi yang diproses cuma 
kasus pencurian, kini jadi kasus pembunuhan yang dilakukan banyak orang!"

"Memang, apa pun alasannya, membunuh orang--apalagi dengan cara mengerikan 
seperti itu--tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum!" timpal polisi. 
"Maka itu, memproses kasusnya menjadi kewajiban polisi, bukan kewajiban 
melindungi maling, tapi kewajiban menegakkan hukum! Dengan begitu pula 
diharapkan kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak 
mengulang perbuatan serupa, apalagi kalau sekadar meniru--seperti masa lalu!" 
***


[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
 Try the all-new Yahoo! Mail . "The New Version is radically easier to use" – 
The Wall Street Journal

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke