http://www.gatra.com/artikel.php?id=97029


Pendapat TPM
Tibo Dkk Bukan Pahlawan, Tapi Penjahat Kemanusiaan


Palu, 13 Agustus 2006 00:10
Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah menilai pemberitaan media massa 
akhir-akhir ini seolah-olah menganggap bahwa Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, 
dan Marinus Riwu sebagai pahlawan sehingga harus dibela, padahal sesungguhnya 
mereka itu adalah aktor lapangan yang membantai dengan cara sadis banyak 
manusia tak berdosa saat pecah konflik horizontal di Poso pada pertengahan 
tahun 2000.

"Saya kecewa dengan pemberitaan akhir-akhir ini sebab seolah-olah Tibo dkk itu 
diperlakukan sebagai pahlawan yang harus dibela. Ini masalah serius yang harus 
diluruskan oleh semua pihak," kata Ketua TPM Sulawesi Tengah (Sulteng), Asludin 
Hatjani SH, di Palu, Sabtu (12/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Hatjani menanggapi pemberitaan media massa 
nasional dan lokal di Tanah Air sekaitan tertunda-tundanya pelaksanaan eksekusi 
mati terhadap Tibo dkk, termasuk yang kedua kalinya pada Sabtu (12/8), pukul 
00:15 waktu setempat.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menjawadkan pelaksanaan eksekusi mati terhadap Tibo 
dkk pada bulan Maret 2006.

Eksekusi yang direncanakan pertama kali itu gagal dilaksanakan karena alasan 
penyidik Polda Sulteng masih memerlukan keterangan mereka untuk mengungkap para 
pelaku pembantaian massal pada sejumlah tempat di Kabupaten Poso saat kerusuhan 
besar berlangsung Mei-Juni 2000, seperti yang terjadi di kompleks Pesantren 
Walisongo, Kelurahan Sintuwulembah di Kecamatan Lage (sembilan kilometer arah 
selatan kota Poso) dan di dusun Buyung Katedo (desa Silanca, Lage).

Menurut dia, dirinya mengetahui persis bagaimana posisi Tibo, Dominggus, dan 
Marinus ketika pasukan "Kelompok Merah" menyerang basis-basis permukiman muslim 
di Kecamatan Lage, Poso Kota, Tojo, dan Poso Pesisir saat kerusuhan besar 
melanda wilayah Kabupaten Poso enam tahun silam.

"Sangat banyak saksi korban yang selamat menuturkan bahwa ketiga orang itu 
merupakan komandan lapangan dalam aksi-aksi penyerangan tersebut, selain dengan 
tangan mereka sendiri melakukan pembunuhan secara sadis terhadap banyak manusia 
tak berdosa," tutur Hatjani yang selama lebih lima tahun memberikan advokasi 
terhadap para korban kerusuhan Poso.

Bahkan, saat menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri (PN) Palu awal tahun 
2001, 19 dari 20 saksi yang berada di bawah sumpah ketika itu menuturkan bahwa 
Tibo, Dominggus, dan Marinus tidak saja melakukan pembunuhan dengan cara sadis 
terhadap banyak manusia, tapi juga terlibat dalam kejahatan penganiayaan 
bersama-sama serta pembakaran rumah-rumah penduduk.

"Itulah sebabnya sangat wajar jika kemudian PN Palu menjatuhkan vonis dengan 
hukuman yang setimpal kepada mereka yakni pidana mati, bahkan kemudian 
dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Sulteng dan Mahkamah Agung," ujarnya.

Mengenai pernyataan sejumlah pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan 
Advokasi dan Perdamaian (PADMA) Indonesia bahwa Tibo dkk merupakan korban dari 
sebuah peradilan sesat, Hatjani mengatakan mereka itu adalah "orang luar" yang 
tak mengetahui bagaimana sebenarnya tindakan Tibo dkk saat pecah kerusuhan 
besar di Poso beberapa waktu lalu.

"Jika mau jujur, jangan hanya mendasarkan pada keterangan satu pihak. Silahkan 
tanyakan langsung kepada saksi korban yang selamat dan hingga kini masih 
hidup," kata dia, seraya menambahkan ada ratusan janda dan anak-anak korban 
kerusuhan Poso yang kehilangan orangtuanya akibat tragedi berdarah di berbagai 
tempat dalam wilayah Poso bisa dimintai keterangan.

Hatjani juga mengatakan, secara logika hukum bahwa dengan diajukannya dua kali 
permohonan pengampunan (grasi) kepada presiden oleh Tibo, Dominggus, dan 
Marinus, itu berarti ketiga terpidana mati ini telah mengakui segala 
perbuatannya seperti yang didakwakan oleh Jaksa/Penuntut Umum sebelumnya.

"Ini sebagai bukti bahwa Tibo dkk telah mengakui segala kesalahannya," kata 
dia. [EL, Ant

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke