kalau mau cari negara islam yg malas punya anak banyak : silakan ke iran. diskusi dengan bunda kirana (yg blognya udah saya kasih bolak balik dulu itu), info yg saya dapat orang iran cita cita punya anaknya maksimal banget dua orang ajah ...
kenapa kenapanya silakan cari sendiri ... :p On 8/14/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terima kasih mbah, begitu pula yang saya dengar dari teman saya itu. > Beliau memang kebetulan mendapat beasiswa S2 di sana. > > Tapi mbah untuk yang ini saya kurang sreg dengan statement jenengan, > bahasa Jenengan menyindir soalnya. > > > Nah, apa tak islami? negara syariah mana yang mau saingi? sogok > sogokan? tak uk uk ya? salah salah anda ditangkap polisi. > > Insya Allah demikian pula ketika Khilafah Islam nanti ada (tuh kan mbah > lha Anda sih yang mancing saya buka-buka kartu ^_^ padahal saya bukan > arahannya ke sana pengen sharing dan pengen tahu aja). > > Bukan hanya Jerman tapi seluruh wilayah negara ISlam. Btw mbah nggak > nyinggung pajak kehidupan yang sangat tinggi? Apa betul begitu? > > salam, > aris > > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED] <rm_danardono%40yahoo.de>> > wrote: > Mas Yohanis, mbak Aris dan para rekan semilis, > > saya pernah study S2 di Jerman jurusan banking, singkatnya Jerman > adalah demikian: > > * mengurus visum (student): 15 menit! asal surat surat lengkap lho > ya. Langsung diberikan untuk 4 tahun. > > * management universitas sangat optimal dan effisient, perbandingan > theori dan praktek sangat seimbang banyak tekhnologi banking yang > saya bawa, sampai masuk karir banking di Austria > > * jaminan sosial bagi semua: penduduk asli atau pendatang, kulit > warna apapun, agama apapun: optimal dan 1A! teman saya, anak Batak, > dapat bantuan uang heater, karena mengaku tak dapat bantuan orang > tua lagi. kalau anda dapat anak, masabodoh kawin betul atau dengan > teman serumah, dapat bantuan negara, dibayar bulanan. setiap anak > mendapat bantuan negara. > > * sekolah bagi anak anak gratis sampai universitas (waktu itu) > > * teman teman Indonesia yang kesempitan budget, sudah berkeluarga > mendapat pembagian rumah sosial (murah tapi hanya untuk mereka ber > income rendah) > > * kami yang persiapkan ujian akhir (S2 atau S3) dapat scholarship > automatically (kalau memohon): BAFÖG > > * sebagai student kalau sakit langsung dibiayai, karena sebagai > student membayar premi assutansi yang sangat rendah > > * kalau ada perlakuan tak adil, dari siapapun, juga dari instansi > pemerintah, dapat mengajukan aduan kepengadilan > > Nah, apa tak islami? negara syariah mana yang mau saingi? sogok > sogokan? tak uk uk ya? salah salah anda ditangkap polisi.. > > salam hangat > > danardono > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Yohanis > Komboi" > wrote: > > > > Mbak Aris, > > > > Mas kira-kira adakah korelasi juga, disana jumlah anak mudanya > sedikit. Para > > ibu-ibu malas melahirkan karena biaya hidupnya sangat tinggi dan > mereka > > memilih bekerja, hidup kumpul kebo tanpa mau punya anak. > > > > yk: Pertanyaan biasanya berangkat dari keingintahuan tetapi > pertanyaan Anda > > di atas sungguh menunjukkan perceived value Anda. Di dalamnya > tersirat > > keengganan melihat manusia dengan takaran yang sama. > > > > Saya sungguh ingin tahu jawaban mas imuchtarom atas pertanyaan > Anda. Jerman, > > spt banyak negara lain sering dikomentari temanteman sebagai > sangat islami. > > Tentu saja komentar itu sendiri absurd tetapi memahami bahwa yg > dimaksudkan > > adalah gambaran ideal yg sesuai dengan tatanilai si teman maka > absurd itu > > bisa saya pahami. > > Ups-and-downs suatu society sudah banyak ditulis dan sdh banyak > juga yg > > diterjemahkan dalam kategori 'sejarah peradaban'. Kalau mau, tanpa > harus ke > > Jermanpun Anda bisa mempelajarinya. Banyak yang bisa kita pelajari > darinya, > > lebih daripada melatih kepiawaian memberi stigma. > > > > Yang saya dengar dari teman yang pernah dapet beasiswa di Jerman > angka > > harapan hidupnya tinggi. jadi yang orangtua lebih banyak dibanding > anak-anak > > kecilnya, loss generation? Benar nggak? > > > > yk: Biasakan memakai terminologi yang tepat. > > > > Kalau ya...eks PHK Dirgantara bisa dikirim kesana... daripada di > sini > > disia-siakan. Sayang sekali. Sambil membangun kekuatan untuk > membangun > > negeri. > > > > yk: Sudah terjadi mbak. Pak Danar bisa confirm soal ini. > > > > yk > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com> > 6. kembali menerima email: [EMAIL > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com> > > Yahoo! Groups Links > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates > starting at 1¢/min. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

