Saya setuju banget. coz selama aku baca semua perdebatan tentang persaudaraan 
antara Hidayah dan POP semuanya berdasarkan dugaan saja, atau bisa dikatakan 
"Sok Tau".
  saya cukup banyak tau tentang media-media sensasi macam POP (saya tidak ingin 
menyebut media porno karena terdengar kita orang sok suci). POP murni berdiri 
sendiri dan sempat bubar di tahun 2004. ada mantan fotografernya yang kerja di 
kantorku.

Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          dari:
http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/19/fitnah-terhadap-majalah-hidayah/

BANTAHAN TERHADAP FITNAH

HIDAYAH BUKAN SAUDARA TABLOID POP
Assalamualaikum wr. Wb.
Semula saya agak kaget melihat email serta milis yang
isinya sangat
menyudutkan majalah Hidayah, dimana saya kerja di
media
tersebut.Bagaimana tidak, Hidayah yang selama ini
lekat dengan pembaca
sebagai majalah yang sejuk, membimbing orang untuk
belajar agama,
dicap sebagai majalah yang mengusung jargon Islam
Belatung, majalah
yang menyajikan cerita-cerita horor yang patut
dipertanyakan
kebenarannya, majalah yang mengejar profit besar
dengan menghalalkan
segala cara yakni menjual nama agama meski dengan
cerita-ceritra
sampah sampai majalah yang bersaudara dengan Tabloid
Pop (Tabloid
Porno).

Namun setelah saya cermati, informasi miring tersebut
tampaknya
sekedar sensasi belaka, bualan semata yang menjurus
pada fitnah. Entah
didasari apa sehingga pelempar bola panas tersebut
berani mengatakan
sesuatu yang sebenarnya sangat tidak diketahuinya,
tidak sesuai dengan
fakta yang sesungguhnya serta pemahaman yang
serampangan. Apakah ada
motif ingin menjatuhkan citra Hidayah di depan
khalayak melalui black
campaign (kampanye hitam) dengan seolah-olah
mengatakan bahwa apa yang
ditulisnya benar-benar merupakan investigasi yang
dapat
dipertanggungjawabkan kepada publik ataukah ada
motif-motif lainnya.

Maklumlah, menurut hasil riset NMR (Nielsen Media
Research) kuartal
pertama 2006, di sembilan kota besar tercatat majalah
Hidayah adalah
majalah yang paling banyak dibaca (menempati rangking
pertama) di
antara 10 majalah lain, baru disusul majalah GADIS,
BOBO, ANEKA YESS!,
KARTINI, ETNIX, SABILI, TEMPO, MISTERI dan INTISARI.

Dari sekitar 40 juta pembaca yang disurvei NMR (usia
10 tahun ke
atas), sekitar 4,9% di antaranya memilih Hidayah
sebagai bacaan
mereka. Pembaca Hidayah jauh melampaui pembaca
majalah-majalah lain,
sementara peringkat kedua yaitu GADIS hanya meraup
1,81%, dan majalah
Intisari yang berada di peringkat sepuluh meraup 0,64%
(lihat Majalah
Cakram Fokus edisi 6/2006).

Melihat perjalanan Hidayah yang baru berumur 5 tahun
namun hasilnya
cukup fenomenal, maka tak mengherankan hantaman
melalui isu-isu
murahan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, pun
coba dihembuskan
oleh oknum-oknum yang sentimen terhadap Hidayah. Kata
orang, semakin
di atas semakin kencang angin bergoyang, mungkin ada
benarnya. Kondisi
itulah yang kini dihadapi Hidayah. Saya melihat,
banyak hal yang
sengaja dilencengkan dan diplintar-plintir oleh
pembawa informasi
miring tersebut dari fakta yang sesungguhnya. Pertama,
penulis
(penebar informasi tak jelas tersebut) kurang memahami
isi majalah
Hidayah.

Sebab bila ia paham betul, ia tidak akan menyimpulkan
bahwa Hidayah
mengusung Islam Belatung. Ia ingin memberi label itu
karena melihat
cover Hidayah yang seram-seram dan ada keterkaitan
dengan azab yang
diterima seseorang menjelang/sesudah meninggal dunia
karena amal
perbuatan buruknya sewaktu di dunia, ditambah lagi
dengan tayangan
televisi yang marak dengan sinetron dengan tema yang
hampir serupa
dengan Hidayah.

Padahal sejatinya, cerita yang dimaksudkan itu bagian
kecil dari
seluruh isi majalah Hidayah. Porsi untuk cerita-cerita
yang baik
(husnul khatimah) yang sama-sama bisa diambil
iktibarnya juga cukup
banyak. Belum lagi rubrik-rubrik lain yang sangat
disenangi pembaca.
Seperti: Kisah Kitab (rujukannya pada kitab-kitab
klasik yang memuat
kisah-kisah yang patut direnungi), Kisah Qur'an (kisah
yang tidak
asing lagi yang diinukilkan dari ayat-ayat Al-Qur'an
dan kitab-kitab
tafsir), profil dai (menampilkan dai-dai yang sudah
malang melintang
di tanah air), tokoh-tokoh Islam, Syiar (lembaga Islam
yang lebih
mengedepankan pengembangan keislaman), serta
artikel-artikel keagamaan
yang diminati banyak orang.

Dan sejak sinetron-sinetron yang hampir sama dengan
Hidayah menjamur
di berbagai tayangan televisi yang keluar pakem dari
Hidayah, dengan
penyajian dan penggarapan yang justru bisa membuat
citra kurang baik,
Hidayah Indonesia sudah sejak lama menarik diri dari
peredaran di
televisi. Dengan mengacu hal di atas, maka penilaian
Hidayah yang
dipersepsikan Islam Belatung adalah penilaian yang
sangat cetek. Dan
tampaknya sang penebar informasi miring tersebut
menyimpulkan berdasar
kekurangpahamannya terhadap Hidayah, ia hanya
mengetahui kulit luarnya
saja tanpa memahami isi-isinya.

Kedua, rujukan yang digunakan sang penebar isu
tersebut layak
dipertanyakan kebenarannya. Darimana informasi
didapat, benarkah dari
salah seorang reporter GATRA, ataukah hanya alasan
yang digunakan
untuk menjustifikasi dugaannya. Saya menangkap bahwa
apa yang
dituduhkan ini hanya berdasarkan katanya?
bukan dari investigasi yang benar-benar. Nah, jika
rujukan tersebut
bersifat katanya? karena bukan berasal dari rujukan
primer, bagaimana
mungkin orang bisa mempercayai kebenaran tulisan
tersebut.

Dalam ilmu mushtalahul hadits, sanadnya (penyampai
berita) mungkin
tidak tsiqah (kurang bisa dipercaya) hingga orang yang
meriwayatkan
pun (rawi) akhirnya asal-asalan. Maka berita itu pun
dianggap dhaif
(lemah), dan karena kedhaifannya, maka berita tersebut
tidak bisa
dijadikan rujukan. Oleh karena itu, orang patut curiga
maksud si
penulis berita. Benarkah, mengada-ada atau ada maksud
kurang baik.
Dalam etika jurnalistik, hal semacam ini tidak bisa
dipertanggungjawabkan secara akademik.

Ketiga, ia benar-benar tidak tahu atau hanya
mengarang. Sebab
Perusahaan yang menerbitkan majalah Hidayah bukanlah
PT VARIA POP
NUSANTARA melainkan yang benar adalah PT VARIAPOP
GROUP. Sangat
berbeda sekali.

Dan media-media yang berada di bawah naungan bendera
PT VARIAPOP GROUP
adalah MAJALAH HIDAYAH (Sebuah Intisari Islam), PARAS
(Wanita Islam),
MUSLIMAH (Trend Remaja Islam), ANGGUN (Pengantin
Islam), VARIASARI,
DIDIK (Anak Islam), CHEF (masakan) serta BERITA
INDONESIA yang khusus
diedarkan di Malaysia. Jadi, TABLOID POP tidak ada di
dalamnya. Dengan
kata lain, jika seseorang menyandingkan atau bahkan
menganggap bahwa
majalah HIDAYAH saudara sekandung dengan TABLOID POP
yang konon
katanya media porno alias esek-esek, maka penilaian
tersebut SALAH
BESAR dan sangat tidak berdasar.

Keempat, Pak Kyai Ali Yafie tentu bisa menilai tentang
isi dan misi
majalah HIDAYAH sebelum menjatuhkan sepakat untuk
menjadi penanggung
jawab rubrik Konsultasi Fiqh. Saya yakin, beliau tidak
akan mau
mengasuh rubrik ini jika kenyataannya HIDAYAH punya
saudara media yang
hanya mengumbar syahwat, TABLOID POP. Kalau pun tahu
belakangan,
beliau akan segera menyetop rubrik asuhannya.

Tapi kenyataannya tidak demikian kan. Beliau tetap
mengawal majalah
Hidayah sebagai pengasuh rubrik konsultasi fiqh sudah
lebih dari 33
edisi (hampir 3 tahun). Dan alhamdulillah hingga kini
beliau masih
setia menerima kedatangan saya tiap sebulan sekali,
saat hendak
mewawancarainya (dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan dari pembaca)
yang akan dimuat di rubrik konsultasi fiqh.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diluruskan atas
berita yang tidak
mengenakkan ini. Jika penasaran, silahkan konfirmasi
kebenarannya
secara langsung ke redaksi Hidayah. Kepada penebar
berita miring ini,
kalau Anda punya nyali, silahkan datang ke kantor
Redaksi HIDAYAH atau
Perusahaan yang menerbitkan HIDAYAH. Kita bicara
blak-blakan
sejauhmana tuduhan Anda benar.

Wassalamualaikum wr. wb
Herry M (staf redaksi HIDAYAH)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


         

                
---------------------------------
 Try the all-new Yahoo! Mail . "The New Version is radically easier to use" – 
The Wall Street Journal

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke