Mbak Ndah, Bagaimana saya harus memanggil dirimu mbak. Terima kasih atas ungkapannya dibawah. Kalau tak keberatan kita bisa diskusi via japri. Boleh? Mungkinkah saya ada perbedaan sudut pandang demokrasi. Islam sendiri tak menolak sesuatu diuar Islam yang sesuai syariatnya. Tapi semua itu perlu telaah fakta yang komprehensif terhadap suatu pemahaman baik sejarah dll. Mohon maaf mbak bisakah saya dibantu dijelaskan. Apakah demokrasi di setiap negara itu berbeda sumbernya? Darimana awal mulanya sejarah demokrasi? KAlau orang -orang muslim sedang membahas demokrasi referensi apa referensi sumber rujukannya? BUku-buku dari Amerika, Barat? atau Al Quran? Nah untuk ini saya mohon bisa dijawab teman-teman yang belajar FISIP dan ketatanegaraan? Demokrasi itu cara, atau metode atau sistem pemerintahan atau apa? Atau demokrsi itu sekedar suara terbanyak ? Atau suara terbanyak itu adalah konsekusensi demokrasi? ini ada diskusi menarik dari milis jurnalisme yang saya ikuti.... mohon dipertimbangkan.. dengan demokrasi. jadi bolehkah kemudian saya jadi tidak percaya dengan demokrasi? agama hanya sebagai salah satu option dalam demokrasi. Bila mayoritas orang di Parlemen (MPR yang jumlahnya 1000) mengatakan... shalat, puasa, pakai busana muslim dilarang dan keuar UU pelarangan, maka keputusan itu akan mau tidak mau terpaksa diterima oleh rakyat. Mirip UU migas dan privatisasi BUMN bukan? UU apalagi ya kira-kira..... Tak ada yang rela kenaikan BBM, suara mayoritas mengatakan itu. Tapi isu2 strategis itu semua hanya diputuskan dalam forum minoritas yang dari sudut pandangan syariat Islam itu tidak diperkenankan. MIsalnya kepemilikan negara migas , dan kepemilikan umum air menjadi statusnya boleh di- privat,. Islam telah memiliah tiga kepemilikan kepemilikan pribadi, umum dan negara. Air termasuk kepemilikan umum. Migas milik negara. ------------------- mbak sirikit,
saya garuk-garuk kepala membaca tulisan anda bahwa "Harmoni dan toleransi adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek." hmm, bangsa yang mana? arok yang merampas tahta tumapel dengan bersimbah darah? kisah raja-raja mataram yang sarat pertikaian? salam, yus ariyanto On 9/29/06, Sirikit Syah <sirikitsyah@ yahoo.com> wrote: > > Salam, > > Benar juga, sudah terbukti berkali-kali. Iran dipimpin > Ayatolah Khomeini, katanya tidak demokratis. Pemilu di > Palestina yang dimenangkan HAMAS, direspon dengan > boikot dan sabotase atas tidak hanya bantuan > internasional tetapi juga HAK Palestina atas PAJAK > yang lewat Israel. Bahkan dana-dana Palestina di bank > dibekukan, sebagaimana dana rakyat Irak di bank-bank > asing (apakah ini bukan perampokan dan penjarahan? kok > gak malu ya Bush dan Blair? rakyatnya sudah padha malu > tuh) > > Kalau saya berpedoman harmoni dan toleransi lebih > penting, bukan berarti saya manut eyang soeharto atau > antek orde baru. tetapi JUSTRU karena saya orang > Indonesia asli dan berkebudayaan Indonesia. Harmoni > dan toleransi adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek moyang. Demokrasi > Terpimpin yang dimulai oleh Soekarno itulah yang diteruskan oleh Soeharto. > Demokrasi .... > bukankah itu cuma cara, jalan, sarana, menuju tujuan? > Mungkin tujuannya: menjadi negara makmur, memiliki > rakyat sejahtera dengan mayoritas kelas menengah, > bangsa yang maju dan terdidik, dst .... melalui cara > demokrasi. Masak kita mau berhenti di tengah jalan > dengan menjadikan DEMOKRASI sbagai tujuan? > > Jadi, kecaman Sdr. Ging pada Farid Gaban dan saya soal > demokrasi atau gaya Orba, ya .... inilah jawabannya. > > Soal feminisme barat? Yah, kita berbeda pendapat saja. > tetap, kritikan terhadap cara islam memperlakukan > perempuan itu tidak berdasar sebab kitab sucinya tidak > mengatakan demikian. ajakan pada perempuan muslim > untuk merdeka (woman's lib) itu juga salah sasaran > sebab banyak perempuan muslim yang merdeka dan > berdaya. baru-baru ini di banyak negara barat saya > baca perempuan menjadi msulim, berjilbab, karena > merasa bebas. aneh juga, pikir saya, berjilbab kok > bebas. ternyata maksudnya, bebas dari pandangan > bernafsu para laki-laki yang senantiasa menjadikan > perempuan sebagai obyek. > > Salam, > sirikit > > Salam, Menurut saya, demokrasi itu sendiri memang absurd. Apa sih demokrasi? Kalau demokrasi adalah suara mayoritas rakyat, bagaimana kalau mayoritas rakyat memilih sistem "wilayatul faqih" yang menjadikan seorang ayatullah sebagai pengambil keputusan tertinggi? Pasti negara itu disebut tidak demokratis bukan? Kalau seandainya demokrasi di AS dijadikan standar, bukankah Bush pada pemilu periode pertama dulu, jumlah pemilih di seluruh AS yang memberikan suara kepadanya malah gak sampai 50 persen. Hal ini terkait dengan sistem pemilu AS yang lain daripada yang lain. Berikut saya kopi- paste-kan tulisan saya sekitar setahun lalu (dimuat di website IRIB): Pemilu kepresidenan di AS terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, orang-orang dari berbagai partai mencalonkan dirinya untuk menjadi presiden. UUD AS membenarkan siapa saja untuk mencalonkan diri sebagai presiden namun keberhasilan mereka tergantung sepenuhnya kepada dukungan partai. Sejak bulan Januari pada tahun penyelenggaraan pemilu, telah diadakan proses pemilihan calon kandidat presiden dalam partai-partai. Pemilu ini berupa pemilu pendahuluan atau primary election. Setiap negara bagian secara terpisah mengadakan pemilu pendahuluan. Secara tradisi, pemilu pendahuluan dimulai dai negara bagian Iowa dan dilanjutkan ke negara-negara bagian lainnya. Setiap orang yang berhasil meraih suara terbanyak dalam tahap ini memiliki peluang besar untuk dijadikan calon resmi oleh partai. Tahap kedua dilakukan pada musim panas, setelah berakhirnya pemilu pendahuluan di seluruh negara bagian AS. Dalam tahap ini, partai menyelenggarakan konvensi nasional. Konvensi nasional partai merupakan wadah pengambilkan keputusan final partai, yang memiliki tiga tugas, yaitu menetapkan kandidat presiden dan wapres, mengesahkan piagam pemilu yang berisi target-terget partai, dan memilih ketua komite nasional partai yang akan memimpin partai sampai datangnya masa pemilu empat tahun kemudian. Dalam konvensi ini terjadi berbagai persaingan, persekutuan, dan kolusi, serta penuh gegap-gempita dan dan penuh biaya. Pada hari terakhir konvensi yang biasanya berlangsung 3 sampai empat hari itu, para peserta konvensi memilih pasangan yang akan dijadikan kandidat resmi partai. Biasanya pasangan yang terpilih adalah pasangan yang memiliki suara terbanyak dalam pemilihan pendahuluan. Setelah kedua partai utama di AS, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik resmi menetapkan kandidat presiden dan wapres mereka, persaingan sengitpun dimulai. Sejak saat itu, berbagai sayap dalam partai mulai menggalang aliansi temporer agar dalam beberapa bulan menjelang bulan November mereka dapat menggalang suara sebanyak- banyaknya bagi kandidat presiden mereka. Dalam tahap ini, uang, dukungan lobi Zionis, dan propaganda memainkan peran yang menentukan. Kenyataan menunjukkan bahwa orang yang berhasil lolos dalam pemilihan internal partai dan dalam pemilihan umum sampai akhirnya masuk ke Gedung Putih adalah orang yang memiliki dana terbesar untuk kepentingan propaganda. Bulan-bulan menjelang pemilu akan dipenuhi oleh perjalanan si kandidat ke berbagai negara bagian untuk berkampanye, penampilan dan debat di televisi, serta perang pernyataan yang kontroversial. Tahap ketiga adalah hari pemilu. Pada hari pemilihan, rakyat AS datang ke kotak-kotak pemilu untuk memilih anggota Badan Pemilih atau `electoral college' . Orang-orang yang dicalonkan sebagai anggota Badan Pemilih itu dinominasikan oleh partai, dan berjanji akan memilih kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang sama dengan partai yang menominasikan mereka tersebut. Jumlah anggota badan pemilih yang dinominasikan oleh suatu partai di suatu negara bagian adalah sama dengan jumlah wakil dari negara bagian tersebut di Kongres (DPR dan Senat). Jumlah keseluruhan anggota Badan Pemilih adalah 538, yaitu dari sesuai jumlah anggota Senat dan DPR, yaitu 100+ 435, dan ditambah dengan 3 anggota dari Washington DC. Dengan demikian, sistem pemilihan Presiden Amerika Serikat itu sebenarnya tidaklah bersifat langsung, tetapi tetap bersifat tidak langsung. Akan tetapi, dalam prakteknya, para wakil rakyat yang dipilih untuk duduk menjadi anggota Badan Pemilih itu secara langsung menjadi instrumen kampanye untuk pemilihan calon Presiden dan Wapres yang sejak awal dipromosikan oleh partai politiknya. Dengan cara itu, para anggota Badan Pemilih atau `electoral college' berfungsi menjadi tukang stempel terhadap dukungan yang dihimpun dari rakyat kepada calon Presiden dan Wakil Presiden yang dipromosikan oleh partai. Itu sebabnya, dalam wacana publik di Amerika Serikat, peran mereka ini tidak menonjol, sehingga yang terlihat seolah-olah Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat itu secara langsung dipilih sendiri oleh rakyat. Pada saat pemilu, suara rakyat akan menentukan badan pemilih atau electoral college dari partai mana yang berhak melakukan pemilihan presiden. Kemenangan ditentukan dengan sistem winner takes all, yaitu bahwa partai yang memenangkan pemilu di suatu negara bagian akan menguasai seluruh Badan Pemilih dari negara bagian tersebut. Prinsip ini berlaku untuk hampir semua negara bagian di AS, kecuali Maine dan Nebraska. Tahap keempat pemilu AS adalah ketika secara formal, para anggota Badan Pemilih berkumpul dan memberikan suara di ibukota negara bagian masing-masing pada hari Rabu kedua bulan Desember dalam tahun pemilu. Suara tersebut selanjutnya disegel dan dikirimkan kepada Presiden Senat di ibu kota negara, dimana kotak suara tersebut baru akan dibuka di depan Sidang Gabungan Senat dan DPR pada tanggal 6 Januari tahun berikutnya. Kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang memenangkan suara mayoritas sederhana (setengah + satu, atau 270) terpilih sebagai Presiden. Meskipun secara resmi nama Presiden terpilih baru dapat diketahui pada tanggal 6 Januari, namun karena anggota Badan Pemilih sebelumnya telah berjanji untuk memilih kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang berasal dari partainya, maka segera setelah hasil pemilu diketahui, dapat langsung dipastikan siapa kandidat Presiden yang akan memenangkan suara dalam Badan Pemilihan nanti. Jika dalam pemungutan suara di Badan Pemilih tidak ada yang berhasil meraih suara mayoritas sederhana yaitu 270 suara, atau suara yang diraih oleh para kandidat sama besarnya, pemilihan presiden diserahkan kepada anggota DPR. Dalam sejarah AS, hingga kini terjadi satu kali pemilihan yang dilakukan oleh DPR, pada tahun 1829 yang menetapkan John Quincy Adams sebagai presiden. Selain itu, pernah tiga kali terjadi pemilihan presiden dengan suara mayoritas sederhana, yaitu seorang kandidat berhasil menjadi presiden hanya dengan suara mayoritas sederhana atau hanya kelebihan satu suara. Kejadian terakhir seperti ini adalah pada pemilu tahun 2001 yang memenangkan George W. Bush. --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @...> wrote: > > (dari milis tetangga:) > > Keputusan Pemerintah Bush 'Bungkam' Pemikiran > Cendikiawan Muslim, Menuai Kecaman > > Kalangan akademisi dan organisasi kemerdekaan sipil di > AS, mengecam kebijakan pemerintahan AS menolak > kehadiran cendikiawan Muslim Tariq Ramadan dari AS. > ndah maldiniwati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Islam anti terhadap demokrasi dan hak asasi???? Hal itu sangat tidak mendasar dan saya kira hanya diucapkan oleh mereka yang memahami Islam setengah hati (ada band banget sih) Ketika ada negara Islam belum melaksanakan HAM, apakah ada salah penafsiran terhadap firman2 Allah SWT?? TENTU SAJA IYA!! Karena pada dasarnya Tidak ada agama yang melarang kebebasan berbicara dan tidak ada agama apapun yang memerintahkan umatnya berlaku diskriminatif, Tidak ada agama yang melegalkan kekerasan, Tak ada ajaran agama yang menganjurkan kekerasan terhadap kelompok dan agama lain. Ketika ada terorisme terhadap Barat oleh teroris Islam, sudah jelas itu bukanlah mewakili Islam. Karena Al Qur'an & Nabi Muhammad tak pernah menyuruh umat muslim melakukan teror. Ketika ada aksi pembantaian etnis Bosnia di Semenanjung Balkan oleh penganut Kristen bukankah nabi Isa yang penuh cinta kasih adalah orang suci yang tak pernah menganjurkan kekerasan. Ketika terjadi pembantaian bangsa Palestina oleh Israel bukanlah sifat sejati umat Nabi Musa yang selalu menyuruh ke arah perdamaian Diskriminasi perempuan Muslim oleh negara islam, baik di bidang politik, hukum, dan sosial, apakah BUKAN KARENA berakar dari budaya yang berwatak patriarki dan didominasi pria? Sebab kebebasan dan kesetaraan itu dianggap dapat mengancam posisi historis tradisional para pemimpin dan penjaga budaya tersebut (baca kaum pria). Karena di jaman nabi bukankah telah banyak perempuan yg jd wanita karier (istilah sekarang: berbisnis, guru, tentara, dokter dll) Kalo demokrasi, HAM & perempuan hanya berkiblat pada Amerika tentunya salah besar, Demokrasi bukanlah kopinya Dome yang sama disetiap outlet semua negara, bahkan McD di Indonesiapun ditambah nasi biar sesuai dengan perut Indo hal itu berarti standar demokrasi-pun tidak bisa dipukul rata satu paket disemua negara (terbukti gagal di negara2 yg telah 'didemokrasikan" oleh amrik) --- In [email protected], aris solikhah wrote: > > Kangmas.. kangmas, > Kenyataannya slogan demokrasi dan HAM tak seindah impian... bila memahami makna terdalam, sejarahnya, alur berpikirnya, perilaku penjual demokrasi dan HAM sendiri yang sering membuktikan bahwa demokrasi tak menerima Islam. > > Islam yang dipandang selintas, sebelah mata, dengan pandangan yang kurang mengenakkan bahkan digugat pemeluknya sendiri.. malah seringkali menunjukkan memuliakan manusia. Sejarah lebih banyak berbicara, itu pun jika kita memahami dan arif memandang sejarah agama sendiri. > > Mungkin saya juga tak perlu mendebat Anda mas kali ini, nanti saja kalau mimpi telah jadi nyata, semua tinta habis melukiskan kata- kata indahnya Islam. > > Kisah Afganistan, kisah Irak, KIsah Hirosima Nagasaki, kisah Vietnam, Indonesia ini juga mau diujicoba kan..... potret slogan demokratisasi dan HAM. > > Teman-teman yang memperjuangkan gender sedang memperjuangkan kesetaraan yang Anda inginkan di DPR, mungkin ada baiknya kalau Allah mengizinkan sekularisasi, Amerikanisasi dan liberalisasi itu gencar di Indonesia.. sehingga orang akan tahu bagaimana nasib bangsa ini.. biarlah orang yang tertidur bangun dari tidurnya...dan membelalakan matanya. > > Oh ya btw tentang HAKI, kemarin Elizabeth Wiese, science writer dari USA Today kemarin datang ke IPB, saya sih cuma dengerin saja meski bahasa inggrisku ancur.. saya ingin sedikt berbagi mas Arcon. Para peneliti disana sedang mengusahakan suatu konsep para petani di Asia, Afrika, dll bisa mengakses hasil penelitian mereka dengan tanpa terbebani membayar royalti hak paten pada penemunya yang mahal. Selain itu hak paten itu bikin mereka ndak kreatif, lha iyalah setiap mau mengembangkan yang sudah ada mereka musti bayar dulu royalty. > > > Bersyukurlah barat pada dunia Islam, dulu tidak ada hak paten, dan memang demikianlah Islam mengajarkan bahwa ilmu itu milik Allah sehingga siapapun boleh menikmati dan mengembangkan tanpa dipungut bayaran. Sehingga ilmu dan teknologi berkembang pesat.. sekarang mau meneliti apa harus bayar royalti ke Perusahaan Penelitian negara pujaan Demokrasi dan Sekular,.. kapan pinter dan kreatifnya orang Indonesia. Parahnya penelitian itu hasil orang Indonesia, karena kerjasama dengan asing diklaim miliknya. > > Kalau ada orang Islam berlomba-lomba menerima hak paten... lucu, lha disana aja mau menghilangkan. Kalau ada orang Islam Indonesia lomba-lomba menghambakan demokrasi dan meninggalkan Islam.. yah gimana ya.. lha wong di Barat dan Amerika.. orang-orang berbondong-bondong mempelajari Islam. Ini namanya keseimbangan alam. Ada yang pergi dan ada yang masuk. ^_^ > > salam, > aris > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Ari Condro wrote: > Mbakyu mbakyu, > > saya kan hanya mencoba memberi kilikan, bukannya beberapa kalangan Islam > selama ini membawakan idiom bahwa islam itu tidak compatible dgn demokrasi > bahkan menolak, islam menolak HAM, islam juga tidak mau ajaran perbudakan > dan jihad dihapuskan dari fikih, keselamatan hanya ada dalam Islam, dalam > islam hak lelaki juga diatas hak wanita dan lain lain :p > > bukankah legalisasi perbudakan dan penerapannya dalam sebuah Islamic State > justru menjadi penjelas mungkinnya semua klaim diatas diwujudkan ... > > > kemungkinan diatas hanya akan mejadi berbeda ketika perbudakan kita tolak, > otomatis kita akan dealing juga dengan semua konsekuensi lanjutannya, HAM, > Dmeokrasi, dan lain lain ... :D > > > salam sayang, > Ari Condro > > On 9/29/06, aris solikhah wrote: > > > > Yah saking liarnya menyimpang dari syariat Islam dan serampangan, orang > > yang pro syariah akan menolaknya tentu saja termasuk NU sendiri ^_^. Kecuali > > NU alirannya mas Arcon ^_^. > > > > Nugroho Dewanto > > > wrote: > > bung arcon, > > > > ide anda ini orisinal, cerdas, meski liar hehehe.... > > > > At 12:08 PM 9/28/2006, you wrote: > > > > >makanya di legalkan saja itu perbudakan. biar status hukumnya jual beli > > >wanita dan anak naka bisa ndompleng masuk dalam perbudakan. > > > > > >pernah ingat film little missy ndak, sinetron/televovela dari amerika > > >selatan yg pertama kali. dia kan budak kulit putih. menurut aris, ini > > >disebabkan karena perang atau karena kemiskinan orang tuanya sehingga > > >menjual anaknya menjadi budak, hayo ...... > > > > > >dan yg saya sebut perbudakan itu ndak cuman jual perempuan, tapi juga > > anak > > >anak. jadi termasuk yg anak cowok juga. > > > > > >=== > > > > > >setelah digedein sesuai rencana domba, kan bisa dipekerjakan .. jadi > > tukang > > >kebun kek, apa tukang angkat angkat barang. kalo lagi baik, dibebasin, > > pas > > >bulan puasa lagi .. pahala berlipat gitu lho ... mosok ndak tergiur. > > > > > >selain itu selama proses membesarkan di islamkan juga, trus disuruh > > ikutan > > >jadi anggota pasukan jihad. meninggal di jalan Allah langsung masuk > > surga. > > >sangat baik untuk masa depan para budak tersebut. lagian ndak perlu > > pusing > > >ngasih warisan atau pesangon kalo mau memecat eh .. memerdekakan mereka > > kan > > >? > > > > > >buat yg industriawan besar, jadi souerce tenaga murah tanpa harus ribut > > >dengan UU ketenagakerjaaan ... :p mungkin kalau ada negara islam yg punya > > >sumber daya alam dan sumber daya budak cukup besar, plus infrastrukturnya > > >bagus, bisa menarik investor untuk menanam modal dan mendirikan pabrik di > > >sana. > > > > > >barangkali HTI berminat ... untuk menghidupkan isu perbudakan ini di > > negara > > >islam yg akan didirikan ?. ada dua keuntungan yg saya baru pikir sekarang > > >ini. > > > > > >- budak lelaki jadi tenaga murah industri > > >- budak wanita bisa sekaligus jai pelampiasan nafsu jadi tidak perlu > > membuat > > >industri seks yg harom itu .. > > >- tidak perlu pusing kb, soalnya anak kedua dan seterusnya bisa disetting > > >pemerintah, wajib jadi budak. jadi makin banyak anak, makin besar pula > > stok > > >budak yg didapat. umat islam anti KB bukan ? > > > > > >ini bisa menjadi daya tarik investasi tersendiri lho. > > > > > >salam, > > >Ari Condro > > > > > > ********************************************************************** ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > > > ********************************************************************** ***** > > __________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > The great job makes a great man > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > --------------------------------- > > Get your email and more, right on the new Yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http:// groups.yahoo.com/group/ppiindia > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > The great job makes a great man > pustaka tani > nuraulia > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links The great job makes a great man pustaka tani nuraulia --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

