1. monggo mbakyu ndak, dijelaskan ttg demokrasi dan ham pada mbakyu aris.

2. sebaiknya diskusi di milis saja, jangan japri, karena banyak yg ingin
belajar.  ilmu jgn di maem sendiri , bukan ...


On 9/29/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Mbak Ndah,
> Bagaimana saya harus memanggil dirimu mbak. Terima kasih atas ungkapannya
> dibawah. Kalau tak keberatan kita bisa diskusi via japri. Boleh?
>
> Mungkinkah saya ada perbedaan sudut pandang demokrasi. Islam sendiri tak
> menolak sesuatu diuar Islam yang sesuai syariatnya. Tapi semua itu perlu
> telaah fakta yang komprehensif terhadap suatu pemahaman baik sejarah dll.
>
> Mohon maaf mbak bisakah saya dibantu dijelaskan. Apakah demokrasi di
> setiap negara itu berbeda sumbernya? Darimana awal mulanya sejarah
> demokrasi? KAlau orang -orang muslim sedang membahas demokrasi referensi apa
> referensi sumber rujukannya? BUku-buku dari Amerika, Barat? atau Al Quran?
> Nah untuk ini saya mohon bisa dijawab teman-teman yang belajar FISIP dan
> ketatanegaraan?
>
> Demokrasi itu cara, atau metode atau sistem pemerintahan atau apa? Atau
> demokrsi itu sekedar suara terbanyak ? Atau suara terbanyak itu adalah
> konsekusensi demokrasi?
>
> ini ada diskusi menarik dari milis jurnalisme yang saya ikuti....
> mohon dipertimbangkan.. dengan demokrasi. jadi bolehkah kemudian saya jadi
> tidak percaya dengan demokrasi? agama hanya sebagai salah satu option dalam
> demokrasi. Bila mayoritas orang di Parlemen (MPR yang jumlahnya 1000)
> mengatakan... shalat, puasa, pakai busana muslim dilarang dan keuar UU
> pelarangan, maka keputusan itu akan mau tidak mau terpaksa diterima oleh
> rakyat. Mirip UU migas dan privatisasi BUMN bukan? UU apalagi ya
> kira-kira.....
>
> Tak ada yang rela kenaikan BBM, suara mayoritas mengatakan itu. Tapi isu2
> strategis itu semua hanya diputuskan dalam forum minoritas yang dari sudut
> pandangan syariat Islam itu tidak diperkenankan. MIsalnya kepemilikan negara
> migas , dan kepemilikan umum air menjadi statusnya boleh di- privat,. Islam
> telah memiliah tiga kepemilikan kepemilikan pribadi, umum dan negara. Air
> termasuk kepemilikan umum. Migas milik negara.
>
>
>
> -------------------
> mbak sirikit,
>
> saya garuk-garuk kepala membaca tulisan anda bahwa "Harmoni dan toleransi
> adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek." hmm, bangsa yang mana? arok yang
> merampas tahta tumapel dengan bersimbah darah? kisah raja-raja mataram
> yang
> sarat pertikaian?
>
> salam,
> yus ariyanto
>
> On 9/29/06, Sirikit Syah <sirikitsyah@ yahoo.com> wrote:
> >
> > Salam,
> >
> > Benar juga, sudah terbukti berkali-kali. Iran dipimpin
> > Ayatolah Khomeini, katanya tidak demokratis. Pemilu di
> > Palestina yang dimenangkan HAMAS, direspon dengan
> > boikot dan sabotase atas tidak hanya bantuan
> > internasional tetapi juga HAK Palestina atas PAJAK
> > yang lewat Israel. Bahkan dana-dana Palestina di bank
> > dibekukan, sebagaimana dana rakyat Irak di bank-bank
> > asing (apakah ini bukan perampokan dan penjarahan? kok
> > gak malu ya Bush dan Blair? rakyatnya sudah padha malu
> > tuh)
> >
> > Kalau saya berpedoman harmoni dan toleransi lebih
> > penting, bukan berarti saya manut eyang soeharto atau
> > antek orde baru. tetapi JUSTRU karena saya orang
> > Indonesia asli dan berkebudayaan Indonesia. Harmoni
> > dan toleransi adalah TUJUAN bangsa kita sejak nenek moyang. Demokrasi
> > Terpimpin yang dimulai oleh Soekarno itulah yang diteruskan oleh
> Soeharto.
> > Demokrasi ....
> > bukankah itu cuma cara, jalan, sarana, menuju tujuan?
> > Mungkin tujuannya: menjadi negara makmur, memiliki
> > rakyat sejahtera dengan mayoritas kelas menengah,
> > bangsa yang maju dan terdidik, dst .... melalui cara
> > demokrasi. Masak kita mau berhenti di tengah jalan
> > dengan menjadikan DEMOKRASI sbagai tujuan?
> >
> > Jadi, kecaman Sdr. Ging pada Farid Gaban dan saya soal
> > demokrasi atau gaya Orba, ya .... inilah jawabannya.
> >
> > Soal feminisme barat? Yah, kita berbeda pendapat saja.
> > tetap, kritikan terhadap cara islam memperlakukan
> > perempuan itu tidak berdasar sebab kitab sucinya tidak
> > mengatakan demikian. ajakan pada perempuan muslim
> > untuk merdeka (woman's lib) itu juga salah sasaran
> > sebab banyak perempuan muslim yang merdeka dan
> > berdaya. baru-baru ini di banyak negara barat saya
> > baca perempuan menjadi msulim, berjilbab, karena
> > merasa bebas. aneh juga, pikir saya, berjilbab kok
> > bebas. ternyata maksudnya, bebas dari pandangan
> > bernafsu para laki-laki yang senantiasa menjadikan
> > perempuan sebagai obyek.
> >
> > Salam,
> > sirikit
> >
> >
>
>
> Salam,
> Menurut saya, demokrasi itu sendiri memang absurd. Apa sih demokrasi?
> Kalau demokrasi adalah suara mayoritas rakyat, bagaimana kalau
> mayoritas rakyat memilih sistem "wilayatul faqih" yang menjadikan
> seorang ayatullah sebagai pengambil keputusan tertinggi? Pasti negara
> itu disebut tidak demokratis bukan?
>
> Kalau seandainya demokrasi di AS dijadikan standar, bukankah Bush pada
> pemilu periode pertama dulu, jumlah pemilih di seluruh AS yang
> memberikan suara kepadanya malah gak sampai 50 persen. Hal ini terkait
> dengan sistem pemilu AS yang lain daripada yang lain. Berikut saya kopi-
> paste-kan tulisan saya sekitar setahun lalu (dimuat di website IRIB):
>
> Pemilu kepresidenan di AS terdiri dari empat tahap. Tahap pertama,
> orang-orang dari berbagai partai mencalonkan dirinya untuk menjadi
> presiden. UUD AS membenarkan siapa saja untuk mencalonkan diri sebagai
> presiden namun keberhasilan mereka tergantung sepenuhnya kepada
> dukungan partai. Sejak bulan Januari pada tahun penyelenggaraan
> pemilu, telah diadakan proses pemilihan calon kandidat presiden dalam
> partai-partai. Pemilu ini berupa pemilu pendahuluan atau primary
> election. Setiap negara bagian secara terpisah mengadakan pemilu
> pendahuluan. Secara tradisi, pemilu pendahuluan dimulai dai negara
> bagian Iowa dan dilanjutkan ke negara-negara bagian lainnya. Setiap
> orang yang berhasil meraih suara terbanyak dalam tahap ini memiliki
> peluang besar untuk dijadikan calon resmi oleh partai.
>
> Tahap kedua dilakukan pada musim panas, setelah berakhirnya pemilu
> pendahuluan di seluruh negara bagian AS. Dalam tahap ini, partai
> menyelenggarakan konvensi nasional. Konvensi nasional partai merupakan
> wadah pengambilkan keputusan final partai, yang memiliki tiga tugas,
> yaitu menetapkan kandidat presiden dan wapres, mengesahkan piagam
> pemilu yang berisi target-terget partai, dan memilih ketua komite
> nasional partai yang akan memimpin partai sampai datangnya masa pemilu
> empat tahun kemudian. Dalam konvensi ini terjadi berbagai persaingan,
> persekutuan, dan kolusi, serta penuh gegap-gempita dan dan penuh
> biaya. Pada hari terakhir konvensi yang biasanya berlangsung 3 sampai
> empat hari itu, para peserta konvensi memilih pasangan yang akan
> dijadikan kandidat resmi partai. Biasanya pasangan yang terpilih adalah
> pasangan yang memiliki suara terbanyak dalam pemilihan pendahuluan.
>
> Setelah kedua partai utama di AS, yaitu Partai Demokrat dan Partai
> Republik resmi menetapkan kandidat presiden dan wapres mereka,
> persaingan sengitpun dimulai. Sejak saat itu, berbagai sayap dalam
> partai mulai menggalang aliansi temporer agar dalam beberapa bulan
> menjelang bulan November mereka dapat menggalang suara sebanyak-
> banyaknya bagi kandidat presiden mereka. Dalam tahap ini, uang,
> dukungan lobi Zionis, dan propaganda memainkan peran yang menentukan.
> Kenyataan menunjukkan bahwa orang yang berhasil lolos dalam pemilihan
> internal partai dan dalam pemilihan umum sampai akhirnya masuk ke
> Gedung Putih adalah orang yang memiliki dana terbesar untuk kepentingan
> propaganda. Bulan-bulan menjelang pemilu akan dipenuhi oleh perjalanan
> si kandidat ke berbagai negara bagian untuk berkampanye, penampilan dan
> debat di televisi, serta perang pernyataan yang kontroversial.
>
> Tahap ketiga adalah hari pemilu. Pada hari pemilihan, rakyat AS datang
> ke kotak-kotak pemilu untuk memilih anggota Badan Pemilih
> atau `electoral college' . Orang-orang yang dicalonkan sebagai anggota
> Badan Pemilih itu dinominasikan oleh partai, dan berjanji akan memilih
> kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang sama dengan partai yang
> menominasikan mereka tersebut. Jumlah anggota badan pemilih yang
> dinominasikan oleh suatu partai di suatu negara bagian adalah sama
> dengan jumlah wakil dari negara bagian tersebut di Kongres (DPR dan
> Senat). Jumlah keseluruhan anggota Badan Pemilih adalah 538, yaitu
> dari sesuai jumlah anggota Senat dan DPR, yaitu 100+ 435, dan ditambah
> dengan 3 anggota dari Washington DC.
>
> Dengan demikian, sistem pemilihan Presiden Amerika Serikat itu
> sebenarnya tidaklah bersifat langsung, tetapi tetap bersifat tidak
> langsung. Akan tetapi, dalam prakteknya, para wakil rakyat yang dipilih
> untuk duduk menjadi anggota Badan Pemilih itu secara langsung menjadi
> instrumen kampanye untuk pemilihan calon Presiden dan Wapres yang sejak
> awal dipromosikan oleh partai politiknya. Dengan cara itu, para anggota
> Badan Pemilih atau `electoral college' berfungsi menjadi tukang stempel
> terhadap dukungan yang dihimpun dari rakyat kepada calon Presiden dan
> Wakil Presiden yang dipromosikan oleh partai. Itu sebabnya, dalam
> wacana publik di Amerika Serikat, peran mereka ini tidak menonjol,
> sehingga yang terlihat seolah-olah Presiden dan Wakil Presiden Amerika
> Serikat itu secara langsung dipilih sendiri oleh rakyat.
>
> Pada saat pemilu, suara rakyat akan menentukan badan pemilih atau
> electoral college dari partai mana yang berhak melakukan pemilihan
> presiden. Kemenangan ditentukan dengan sistem winner takes all, yaitu
> bahwa partai yang memenangkan pemilu di suatu negara bagian akan
> menguasai seluruh Badan Pemilih dari negara bagian tersebut. Prinsip
> ini berlaku untuk hampir semua negara bagian di AS, kecuali Maine dan
> Nebraska. Tahap keempat pemilu AS adalah ketika secara formal, para
> anggota Badan Pemilih berkumpul dan memberikan suara di ibukota negara
> bagian masing-masing pada hari Rabu kedua bulan Desember dalam tahun
> pemilu.
>
> Suara tersebut selanjutnya disegel dan dikirimkan kepada Presiden Senat
> di ibu kota negara, dimana kotak suara tersebut baru akan dibuka di
> depan Sidang Gabungan Senat dan DPR pada tanggal 6 Januari tahun
> berikutnya. Kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang memenangkan suara
> mayoritas sederhana (setengah + satu, atau 270) terpilih sebagai
> Presiden. Meskipun secara resmi nama Presiden terpilih baru dapat
> diketahui pada tanggal 6 Januari, namun karena anggota Badan Pemilih
> sebelumnya telah berjanji untuk memilih kandidat Presiden dan Wakil
> Presiden yang berasal dari partainya, maka segera setelah hasil pemilu
> diketahui, dapat langsung dipastikan siapa kandidat Presiden yang akan
> memenangkan suara dalam Badan Pemilihan nanti.
>
> Jika dalam pemungutan suara di Badan Pemilih tidak ada yang berhasil
> meraih suara mayoritas sederhana yaitu 270 suara, atau suara yang
> diraih oleh para kandidat sama besarnya, pemilihan presiden diserahkan
> kepada anggota DPR. Dalam sejarah AS, hingga kini terjadi satu kali
> pemilihan yang dilakukan oleh DPR, pada tahun 1829 yang menetapkan John
> Quincy Adams sebagai presiden. Selain itu, pernah tiga kali terjadi
> pemilihan presiden dengan suara mayoritas sederhana, yaitu seorang
> kandidat berhasil menjadi presiden hanya dengan suara mayoritas
> sederhana atau hanya kelebihan satu suara. Kejadian terakhir seperti
> ini adalah pada pemilu tahun 2001 yang memenangkan George W. Bush.
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Satrio Arismunandar
> <satrioarismunandar @...> wrote:
> >
> > (dari milis tetangga:)
> >
> > Keputusan Pemerintah Bush 'Bungkam' Pemikiran
> > Cendikiawan Muslim, Menuai Kecaman
> >
> > Kalangan akademisi dan organisasi kemerdekaan sipil di
> > AS, mengecam kebijakan pemerintahan AS menolak
> > kehadiran cendikiawan Muslim Tariq Ramadan dari AS.
>
> >
>
> ndah maldiniwati <[EMAIL PROTECTED] <ndah_dien%40yahoo.com>> wrote:
> Islam anti terhadap demokrasi dan hak asasi???? Hal itu sangat tidak
> mendasar dan saya kira hanya diucapkan oleh mereka yang memahami Islam
> setengah hati (ada band banget sih)
>
> Ketika ada negara Islam belum melaksanakan HAM, apakah ada salah
> penafsiran terhadap firman2 Allah SWT?? TENTU SAJA IYA!! Karena pada
> dasarnya Tidak ada agama yang melarang kebebasan berbicara dan tidak
> ada agama apapun yang memerintahkan umatnya berlaku diskriminatif,
> Tidak ada agama yang melegalkan kekerasan, Tak ada ajaran agama yang
> menganjurkan kekerasan terhadap kelompok dan agama lain.
> Ketika ada terorisme terhadap Barat oleh teroris Islam, sudah jelas
> itu bukanlah mewakili Islam. Karena Al Qur'an & Nabi Muhammad tak
> pernah menyuruh umat muslim melakukan teror.
> Ketika ada aksi pembantaian etnis Bosnia di Semenanjung Balkan oleh
> penganut Kristen bukankah nabi Isa yang penuh cinta kasih adalah orang
> suci yang tak pernah menganjurkan kekerasan.
> Ketika terjadi pembantaian bangsa Palestina oleh Israel bukanlah sifat
> sejati umat Nabi Musa yang selalu menyuruh ke arah perdamaian
>
> Diskriminasi perempuan Muslim oleh negara islam, baik di bidang
> politik, hukum, dan sosial, apakah BUKAN KARENA berakar dari budaya
> yang berwatak patriarki dan didominasi pria? Sebab kebebasan dan
> kesetaraan itu dianggap dapat mengancam posisi historis tradisional
> para pemimpin dan penjaga budaya tersebut (baca kaum pria). Karena di
> jaman nabi bukankah telah banyak perempuan yg jd wanita karier
> (istilah sekarang: berbisnis, guru, tentara, dokter dll)
>
> Kalo demokrasi, HAM & perempuan hanya berkiblat pada Amerika tentunya
> salah besar, Demokrasi bukanlah kopinya Dome yang sama disetiap outlet
> semua negara, bahkan McD di Indonesiapun ditambah nasi biar sesuai
> dengan perut Indo hal itu berarti standar demokrasi-pun tidak bisa
> dipukul rata satu paket disemua negara (terbukti gagal di negara2 yg
> telah 'didemokrasikan" oleh amrik)
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, aris
> solikhah wrote:
> >
> > Kangmas.. kangmas,
> > Kenyataannya slogan demokrasi dan HAM tak seindah impian... bila
> memahami makna terdalam, sejarahnya, alur berpikirnya, perilaku
> penjual demokrasi dan HAM sendiri yang sering membuktikan bahwa
> demokrasi tak menerima Islam.
> >
> > Islam yang dipandang selintas, sebelah mata, dengan pandangan
> yang kurang mengenakkan bahkan digugat pemeluknya sendiri.. malah
> seringkali menunjukkan memuliakan manusia. Sejarah lebih banyak
> berbicara, itu pun jika kita memahami dan arif memandang sejarah agama
> sendiri.
> >
> > Mungkin saya juga tak perlu mendebat Anda mas kali ini, nanti
> saja kalau mimpi telah jadi nyata, semua tinta habis melukiskan kata-
> kata indahnya Islam.
> >
> > Kisah Afganistan, kisah Irak, KIsah Hirosima Nagasaki, kisah
> Vietnam, Indonesia ini juga mau diujicoba kan..... potret slogan
> demokratisasi dan HAM.
> >
> > Teman-teman yang memperjuangkan gender sedang memperjuangkan
> kesetaraan yang Anda inginkan di DPR, mungkin ada baiknya kalau Allah
> mengizinkan sekularisasi, Amerikanisasi dan liberalisasi itu gencar di
> Indonesia.. sehingga orang akan tahu bagaimana nasib bangsa ini..
> biarlah orang yang tertidur bangun dari tidurnya...dan membelalakan
> matanya.
> >
> > Oh ya btw tentang HAKI, kemarin Elizabeth Wiese, science writer
> dari USA Today kemarin datang ke IPB, saya sih cuma dengerin saja
> meski bahasa inggrisku ancur.. saya ingin sedikt berbagi mas Arcon.
> Para peneliti disana sedang mengusahakan suatu konsep para petani di
> Asia, Afrika, dll bisa mengakses hasil penelitian mereka dengan tanpa
> terbebani membayar royalti hak paten pada penemunya yang mahal. Selain
> itu hak paten itu bikin mereka ndak kreatif, lha iyalah setiap mau
> mengembangkan yang sudah ada mereka musti bayar dulu royalty.
> >
> >
> > Bersyukurlah barat pada dunia Islam, dulu tidak ada hak paten, dan
> memang demikianlah Islam mengajarkan bahwa ilmu itu milik Allah
> sehingga siapapun boleh menikmati dan mengembangkan tanpa dipungut
> bayaran. Sehingga ilmu dan teknologi berkembang pesat.. sekarang mau
> meneliti apa harus bayar royalti ke Perusahaan Penelitian negara
> pujaan Demokrasi dan Sekular,.. kapan pinter dan kreatifnya orang
> Indonesia. Parahnya penelitian itu hasil orang Indonesia, karena
> kerjasama dengan asing diklaim miliknya.
> >
> > Kalau ada orang Islam berlomba-lomba menerima hak paten... lucu,
> lha disana aja mau menghilangkan. Kalau ada orang Islam Indonesia
> lomba-lomba menghambakan demokrasi dan meninggalkan Islam.. yah gimana
> ya.. lha wong di Barat dan Amerika.. orang-orang berbondong-bondong
> mempelajari Islam. Ini namanya keseimbangan alam. Ada yang pergi dan
> ada yang masuk. ^_^
> >
> > salam,
> > aris
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Ari Condro wrote:
> > Mbakyu mbakyu,
> >
> > saya kan hanya mencoba memberi kilikan, bukannya beberapa kalangan
> Islam
> > selama ini membawakan idiom bahwa islam itu tidak compatible dgn
> demokrasi
> > bahkan menolak, islam menolak HAM, islam juga tidak mau ajaran
> perbudakan
> > dan jihad dihapuskan dari fikih, keselamatan hanya ada dalam Islam,
> dalam
> > islam hak lelaki juga diatas hak wanita dan lain lain :p
> >
> > bukankah legalisasi perbudakan dan penerapannya dalam sebuah Islamic
> State
> > justru menjadi penjelas mungkinnya semua klaim diatas diwujudkan ...
> >
> >
> > kemungkinan diatas hanya akan mejadi berbeda ketika perbudakan kita
> tolak,
> > otomatis kita akan dealing juga dengan semua konsekuensi
> lanjutannya, HAM,
> > Dmeokrasi, dan lain lain ... :D
> >
> >
> > salam sayang,
> > Ari Condro
> >
> > On 9/29/06, aris solikhah wrote:
> > >
> > > Yah saking liarnya menyimpang dari syariat Islam dan serampangan,
> orang
> > > yang pro syariah akan menolaknya tentu saja termasuk NU sendiri
> ^_^. Kecuali
> > > NU alirannya mas Arcon ^_^.
> > >
> > > Nugroho Dewanto >
> > > wrote:
> > > bung arcon,
> > >
> > > ide anda ini orisinal, cerdas, meski liar hehehe....
> > >
> > > At 12:08 PM 9/28/2006, you wrote:
> > >
> > > >makanya di legalkan saja itu perbudakan. biar status hukumnya
> jual beli
> > > >wanita dan anak naka bisa ndompleng masuk dalam perbudakan.
> > > >
> > > >pernah ingat film little missy ndak, sinetron/televovela dari
> amerika
> > > >selatan yg pertama kali. dia kan budak kulit putih. menurut aris,
> ini
> > > >disebabkan karena perang atau karena kemiskinan orang tuanya
> sehingga
> > > >menjual anaknya menjadi budak, hayo ......
> > > >
> > > >dan yg saya sebut perbudakan itu ndak cuman jual perempuan, tapi
> juga
> > > anak
> > > >anak. jadi termasuk yg anak cowok juga.
> > > >
> > > >===
> > > >
> > > >setelah digedein sesuai rencana domba, kan bisa dipekerjakan ..
> jadi
> > > tukang
> > > >kebun kek, apa tukang angkat angkat barang. kalo lagi baik,
> dibebasin,
> > > pas
> > > >bulan puasa lagi .. pahala berlipat gitu lho ... mosok ndak
> tergiur.
> > > >
> > > >selain itu selama proses membesarkan di islamkan juga, trus
> disuruh
> > > ikutan
> > > >jadi anggota pasukan jihad. meninggal di jalan Allah langsung
> masuk
> > > surga.
> > > >sangat baik untuk masa depan para budak tersebut. lagian ndak
> perlu
> > > pusing
> > > >ngasih warisan atau pesangon kalo mau memecat eh .. memerdekakan
> mereka
> > > kan
> > > >?
> > > >
> > > >buat yg industriawan besar, jadi souerce tenaga murah tanpa harus
> ribut
> > > >dengan UU ketenagakerjaaan ... :p mungkin kalau ada negara islam
> yg punya
> > > >sumber daya alam dan sumber daya budak cukup besar, plus
> infrastrukturnya
> > > >bagus, bisa menarik investor untuk menanam modal dan mendirikan
> pabrik di
> > > >sana.
> > > >
> > > >barangkali HTI berminat ... untuk menghidupkan isu perbudakan ini
> di
> > > negara
> > > >islam yg akan didirikan ?. ada dua keuntungan yg saya baru pikir
> sekarang
> > > >ini.
> > > >
> > > >- budak lelaki jadi tenaga murah industri
> > > >- budak wanita bisa sekaligus jai pelampiasan nafsu jadi tidak
> perlu
> > > membuat
> > > >industri seks yg harom itu ..
> > > >- tidak perlu pusing kb, soalnya anak kedua dan seterusnya bisa
> disetting
> > > >pemerintah, wajib jadi budak. jadi makin banyak anak, makin besar
> pula
> > > stok
> > > >budak yg didapat. umat islam anti KB bukan ?
> > > >
> > > >ini bisa menjadi daya tarik investasi tersendiri lho.
> > > >
> > > >salam,
> > > >Ari Condro
> > >
> > >
> > >
> **********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > >
> > >
> **********************************************************************
> *****
> > > __________________________________________________________
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > > 4. Satu email perhari: [EMAIL 
> > > PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> >
> > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> >
> > > 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> > > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
> >
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > > The great job makes a great man
> > > pustaka tani
> > > nuraulia
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Get your email and more, right on the new Yahoo.com
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> **********************************************************************
> *****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://
> groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> **********************************************************************
> *****
> >
> __________________________________________________________
> ____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> > PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > The great job makes a great man
> > pustaka tani
> > nuraulia
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-digest%40yahoogroups.com>
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]<ppiindia-nomail%40yahoogroups.com>
> 6. kembali menerima email: [EMAIL 
> PROTECTED]<ppiindia-normal%40yahoogroups.com>
>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
> countries) for 2�/min or less.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke