Lho bukannya Hirsi Ali ini sudah pernah dibahas di milis ini, bos? Ada yang tahu kabar terakhirnya dia? Waktu itu kan kabarnya mau ke amrik ya.. jadi satu kubu dengan GWB? :-)
Wassalam, Irwan.K =========== Begitulah, tetapi baru-2 ini tiba-2 si mbak mendapat musibah. Pemerintah Belanda (yang sekarang didominasi oleh pihak konservatif) yang memang akhir-2 ini bersikap lebih keras terhadap imigran tiba-2 mendapatkan bukti-2 bahwa mbak Hirsi Ali yang "terlanjur" diangkat menjadi anggota parlemen Belanda ini dulu dianggap memalsukan beberapa data mengenai identitas dan sejarah hidupnya (latar belakang "penderitaannya") sehingga dia mendapat Asilum di Belanda. Pengungkapan data-2 ini menimbulkan kehebohan di kalangan parlemen Belanda seperti bisa dibaca pada tabloid detik.com. Mungkin karena merasa terpojok, akhirnya si mbak memutuskan akan mundur dari keanggotannya di parlemen Belanda, dan katanya mo mengungsi ke negara lain lagi. wassalam wr. wb. ----( IM )----------------------------- http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/16/time/195715/idnews/596298/idkanal/10<http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/16/time/195715/idnews/596298/idkanal/10> > --------------------------------- Dari Klitoris Hingga Akhir Tragis --------------------------------- Eddi Santosa - detikcom Den Haag - Nasib wanita dalam dunia Islam penuh kekerasan. Sejak lahir klitorisnya dipotong, demikian kekerasan berlanjut hingga ke liang lahat. Itulah antara lain isu-isu yang diangkat Ayaan Hirsi Ali atas apa yang diklaimnya sebagai perjuangan untuk mengangkat harkat dan martabat wanita Islam di Belanda. Namun perjuangan wanita Somalia ini tidak nyambung dengan kalangan muslim sendiri di Belanda. Apa yang dia gambarkan sebagai 'islam' dinilai merupakan refleksi dari latar belakang kebudayaannya sendiri dan pengalaman hidupnya yang penuh kekerasan, bukan islam. Di kalangan komunitas Somalia sendiri, Hirsi Ali dianggap sebagai aib. Nama sebenarnya Ayaan Hirsi Magan, dilahirkan pada 13/11/1969 di Mogadishu, Somalia. Ia mempunyai 4 saudara perempuan dan satu laki-laki, dari empat istri ayahnya. Ibu kandungnya akhirnya hidup cerai, tetap di Somalia, sedangkan ayahnya menetap di London. Pada 1992 dia meminta suaka di Belanda dengan cerita haru-biru dengan mengaku sebagai Ayaan Hirsi Ali. Dia juga mengaku sebagai gadis muslimah disunat dengan dipotong klitorisnya tanpa pembiusan sama sekali, mengalami perang sampai 5 kali, dan dikawinkan paksa oleh ayahnya, sehingga dia kabur ke Belanda. Atas semua cerita itu dia lalu mendapat status perlindungan di Belanda. Lima tahun kemudian (1997), permohonannya untuk naturalisasi dikabulkan. Belakangan, programa Zembla mengungkapkan fakta sebaliknya. Segera setelah memperoleh suaka, dia menikmati pendidikan pada Sekolah Tinggi Driebergen. Setahun kemudian dia masuk Univeritas Leiden, mengambil jurusan Politikologi. Lulus dari Leiden, Hirsi Ali masuk wadah pemikiran milik Partai Buruh, Wiardi Beckman Stichting. Setahun kemudian pada Oktober 2002, dia membuat guncangan besar dengan menyatakan bergabung ke partai liberal VVD, saingan bebuyutan Partai Buruh. Menjelang keputusannya itu, Hirsi Ali melepaskan pernyataan kontroversial, sekaligus penjebol tabu dalam hubungan multikultural di Belanda. Ia ketika itu menamai islam sebagai kebudayaan terbelakang. Pernyataan itu memantik suhu politik di Belanda, terutama karena latar belakang politik sedang diwarnai turbulensi akibat ketakutan pasca peristiwa 11/9, dominasi isu islam teroris serta kemunculan tokoh ultra kanan Pim Fortuyn dan peristiwa pembunuhannya oleh aktifis lingkungan, Volkert van der Graaf. Hirsi Ali makin merebut perhatian dan dielu-elukan ketika dia juga berani menyentuh simbol islam dengan menyebut bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tiran, pedofil, dan kejam. Pembobolan tabu oleh Hirsi Ali itu kemudian diikuti para kolomnis dan sineas, antara lain Theo van Gogh. Ketika M. Bouyari membunuh Van Gogh, menyusul film Submission garapannya bersama Hirsi Ali, Belanda mengalami guncangan kedua setelah terbunuhnya Fortuyn. Sebagian orang menyalahkan Hirsi Ali, karena memanfaatkan posisi sekaligus ketidaktahuan Van Gogh tentang simbol-simbol kesucian dalam islam. Selanjutnya Hirsi Ali menghilang dan mendapat penjagaan ketat. Namun jalan kontranya terhadap islam masih terus menghiasi media. Ia kembali melontarkan gagasan kontroversial dengan mengusulkan pelarangan sekolah-sekolah islam yang berwarna agama. Gagasan ini ditentang partai Kristen Demokrat (CDA), yang juga berkepentingan dengan sekolah-sekolahnya. Selain itu Konstitusi Belanda Pasal 23 menjamin kebebasan pendidikan. Hirsi Ali juga pernah mengangkat isu bahwa sunat pada anak- anak laki-laki islam seharusnya dilarang, karena itu adalah pencacatan pada fisik anak-anak dan anak-anak belum punya kesadaran menentukan hak atas tubuhnya sendiri. Namun langkah Hirsi Ali kali ini mendapat 'sempritan' kuat dari komunitas Yahudi. Sejak itu dia tidak pernah lagi mengutak-atik soal sunat. Kini setelah kebohongan-kebohongan soal ceritanya dalam meraih suaka terbongkar, keadaan menjadi berbalik 180 derajat untuk Hirsi Ali. Kredibilitasnya kini cacat. Kewarganegaraan Belandanya tidak sah, dengan demikian statusnya sebagai anggota parlemen juga menyalahi UU. Karir politik Hirsi Ali di Belanda tamat. Hari ini dia akan resmi menyatakan mundur dalam konferensi pers. Dan kemungkinan dia masih akan menghadapi proses hukum dari Kejaksaan Agung. (Sumber: parlement.com, Trouw) (es) On 10/3/06, Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ayaan > > Ayaan, anak gadis yang kelak membuat heboh Eropa > itu, memulai pemberontakannya di sebuah gedung > bioskop. Itu terjadi ketika ia, asal Somalia, > bersama ibu, kakak, dan adiknya tinggal sebagai > keluarga pengungsi di Kenya pada akhir tahun 1980-an. > > Pada umur belasan tahun itu ia jatuh cinta kepada > seorang pemuda yang ia beri nama rahasia > "Yussuf". Bagi keluarga Ayaan, hubungan itu > salah. Pemuda itu orang Kenya. Tapi seandainya > pun bukan, pacaran adalah perbuatan cela bagi gadis muslimah seperti dia. > > .. > > Ayaan melihat, Islam terus-menerus menampik untuk > menjabat dunia yang diciptakan beraneka, dan ia > tak sendirian menyaksikan itu. Yang tak dilihat > segera ialah Eropa sendiri--dengan prestasi > Pencerahan--belum juga memecahkan soal itu. Para > imigran, seperti Ayaan, mengalami Eropa yang tertutup. > > Goenawan Mohamad > (Catatan Pinggir Majalah Tempo, 2 Oktober 2006) > > At 09:57 PM 10/2/2006, you wrote: > > >Lalu, dimanakah gerangan posisi gerakan wanita yang tepat? Posisi > >Hizbut Tahir yang menginginkan wanita selalu men-subordinate diri, > >atau posisi, yang memperjuangkan kepentingan wanita agar mendapat > >perlakuan yang setara? > > > >Dimanakah posisi wanita Indonesia yang benar? seperti di Afganistan > >dizaman Taliban (sampai kini) atau seperti di Mesir atau Jordania, > >atau Jerman, Canada atau Australia? > > > >Salam > > > >Danardono > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

