61 Dari 112 Pilkada Telah Direbut PKS

Pekanbaru, 10 Juni 2006 14:48
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, kader
PKS se-Indonesia telah berhasil merebut 61 dari 112 penyelenggaraan
pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.

"Sampai saat ini dari 112 pilkada yang diikuti PKS, baik maju sendiri
ataupun berkoalisi dengan parpol lainnya sudah berhasil menang di 61
kabupaten/kota maupun provinsi," katanya di Pekanbaru, Sabtu (10/6).

Dari 61 pilkada provinsi dan kabupaten/kota yang dimenangi PKS, ada beberapa
daerah yang calon dari PKS tampil sebagai nomor satu (sebagai walikota,
bupati, dan gubernur] seperti di Kota Depok, Kabupaten Halmahera, Cianjur,
Sukabumi, dan Provinsi Bengkulu.

"Kader PKS banyak yang muda-muda, didorong untuk nomor satu pada
*enggak*mau," kata Sembiring.

Ia mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS akan memberikan perhatian
khusus pada pilkada Kota Pekanbaru saat ini dengan memberikan dukungan
strategi pemenangan pilkada.

"Kami akan mencoba *meng-copy paste* pengalaman-pengalaman di 61
pilkadayang sudah kami menangkan dari 112
pilkada yang diikuti," katanya yang didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah
(DPW) PKS Provinsi Riau Amin Triawan.

Pengalaman dari 112 pilkada ini merupakan pelajaran yang baik terutama
menyangkut masalah persiapan, penyiapan saksi-saksi, dan juga mengantisipasi
kecurangan, dan penggalangan saksi-saksi di setiap TPS.

Menjawab pertanyaan mengenai persaingan antara Partai Golkar dengan
PKSseperti yang terjadi di Pekanbaru, dia mengatakan, persaingan itu
tidak
mutlak begitu karena di beberapa daerah PKS malahan berkoalisi dengan Partai
Golkar.

Ia mencontohkan di Kepulauan Riau (Kepri) mulai dari pilkada provinsi, Kota
Batam, dan Kabupaten Kepri, ketiga-tiganya PKS berkoalisi dengan Partai
Golkar dan menang ketiga-tiganya.

"Kami bukan melihat partainya tetapi lebih dari melihat figur yaitu figur
yang layak jual dan baik untuk memimpin daerah tersebut," jelasnya.

Dalam upaya mempertahankan citra PKS, partai ini dalam mendukung seorang
calon tidak polos begitu saja memberikan cek kosong tetapi melakukan kontrak
politik yang disepakati bersama.

Kontrak politik itu seperti komitmen melakukan pemerintahan yang baik,
pemerintahan yang bersih, menjamin adanya transparansi partisipasi maupun
akuntabilitas publik.

"Kontrak politik itu akan kami akan tinjau ulang, kalau calon tersebut
memiliki *track record* melakukan KKN, atau setelah berkuasa melakukan KKN,"
katanya.

Ditanya soal masyarakat awam sudah mulai mempunyai stigma yang negatif
terhadap "cairnya" sikap politik PKS, Sembiring mengatakan kemenangan PKS di
61 titik ini dari segi persentase lebih besar dari yang diraih oleh Partai
Golkar.

Ini berarti kalau seandainya memang secara citra dukungan masyarakat itu
menurun tidak mungkin PKS meraih kemenangan di 61 titik itu.

"Di sini fakta berbicara ternyata dengan apa yang kami tempuh dan
menjelaskan kepada masyarakat mengapa kami berkoalisi dengan seorang calon,
apa harapan dan tujuan kami, masyarakat ternyata mengerti dengan cara-cara
begitu," katanya seraya mengakui ada sebagian kelompok yang ingin PKS tetap
bersikap keras dengan pendekatan hitam putih sementara politik itu sendiri
tidak hitam putih.

Dilihat dari statistik penduduk Indonesia, dia memperkirakan di atas 70
persen "abangan". "Jadi untuk dukungan politik kami perlu juga melihat
segmen itu di samping kalau berbicara dengan kalangan Islam yang lebih
kental kami juga siap menjelaskan mengapa sikap politik PKS seperti itu."
tuturnya. *[EL, Ant]*


[Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke