ehmmm
Susah juga ya mengurus non muslim yang slalu usil akan agama Islam. Kiranya
anda ini harus hati-hati,jangan sampai kejeblos lagi seperti Paus Benediktus.
Hal seperti itulah yang akan merusak kerukunan beragama di Indonesia.
Usul saya,anda akan lebih terurus jika 'magang' di Vatikan sana....
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ahhh ente pulang aja ke hadramaut gembalain onta petik korma, jangan
urus putra putri bumi Nusantara! you are not needed here!
--- In [email protected], Al-Badruuni Enterprise
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hahaha...
>
> Anda sendiri yang bikin judul begitu.....makanya jangan selalu
jadi 'Provokator'....
>
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bukan syariat yang berubah, ujar beliau. Tetapi perilaku
fanatikun
> yang harus berubah, kalau mau negara ini tetap langgeng..
>
> Jelas kan? Dan beliau pasti banyak yang gugu, kecuali hizbut
> hizbutan..
>
> --- In [email protected], Al-Badruuni Enterprise
> <al_badruuni@> wrote:
> >
> > Ungkapan dibawah sangat tidak pantas diungkap oleh seorang
Doktor
> seperti Mahfud MD. Syariah Islam adalah tetap dan tidak berubah-
> ubah. Yang hak dan batil adalah jelas. Faktor-faktor yang dianggap
> sebagai 'merubah' sikap beberapa tokoh yang disebut kesemuanya
> merupakan godaan duniawi dan materi. Jika memang karena faktor
> perubah itu yang membuat para tokoh seperti Gus Dur, Syafii
maarif,
> dll berubah, maka apakah Mahfud MD hendak menyatakan bahwa tokoh-
> tokoh itu mata duitan dan gila harta/jabatan????Kalau ya, berarti
> kita cukup tahu kredibilitas tokoh-tokoh itu dan tidak perlu kita
> gugu....
> >
> > Ahmad
> >
> > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> wrote:
> > http://www.gatra.com/artikel.php?id=98724
> >
> >
> > Islam Syariat Bisa Berubah
> >
> > Masalah serius harus kita hadapi jika gerakan Islam syariat
> seperti
> > yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia, Majelis Mujahidin
> Indonesia,
> > dan Komite Penegakan Syariat Islam Sulawesi Selatan menjadi arus
> > kuat di Indonesia. Masalahnya, Islam akan berwajah lebih rigid,
> > doktriner, dan elitis, yang dapat melahirkan kultur santri baru
> yang
> > semakin ortodoks.
> >
> > Ia juga sangat memungkinkan terjadinya perluasan fragmentasi
yang
> > melahirkan generasi Islam abangan yang lebih besar. Bahkan bisa
> > muncul kecenderungan ekstrem berupa arus baru konversi
kepemelukan
> > Islam ke agama lain yang dirasa lebih memberi kenyamanan
beragama
> > daripada tetap berada dalam Islam yang serba syariat dan
berwajah
> > ideologis.
> >
> > Itulah temuan Haedar Nashir dalam disertasi "Gerakan Islam
> Syari'at
> > Reproduksi Salafiyah Ideologis", yang dipertahankan di
Universitas
> > Gadjah Mada, Yogyakarta, 20 September lalu. Disertasi yang
> tampaknya
> > mengkhawatirkan menguatnya gerakan Islam syariat itu menyebutkan
> > bahwa yang dimaksud gerakan Islam syariat adalah gerakan Islam
> yang
> > bercorak ideologis dengan memperjuangkan Islam secara formal
dalam
> > negara. Gerakan ini muncul dengan militan karena dorongan
> keyakinan
> > dan paham keagamaan yang ingin mencetak ulang (reproduksi) tipe
> > ideal zaman Nabi dan generasi salaf al-shalih (generasi terbaik
> > sesudah Nabi) secara harfiah dan formal.
> >
> > Disertasi salah satu Ketua PP Muhammadiyah itu sulit disanggah.
> > Referensinya sangat kaya, metodologinya sangat ketat. Tujuh guru
> > besar penguji yang terdiri dari Miftah Thoha, Sunyoto Usman,
> > Tadjuddin Noer Effendi, Amin Abddullah, Azyumardi Azra, Ali
> Haidar,
> > dan saya memberi yudisium kelulusan dengan predikat cum laude
> tanpa
> > dissenting opinion. Ketika menguji pun, saya tak mempersoalkan
> > temuan ilmiah yang telah dibingkai dengan konsep dan metodologi
> yang
> > ketat itu. Saya hanya mengemukakan fakta bahwa meskipun gerakan
> itu
> > dikatakan didorong oleh keyakinan, dalam kenyataan sejarah,
sikap
> > dan militansi penganut gerakan Islam syariat seperti itu bisa
> > berubah atau diubah oleh situasi tertentu.
> >
> > Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi`i Ma`arif, pada
> masa
> > mudanya adalah orang yang mencitakan berdirinya negara Islam
> > Indonesia. Tetapi, setelah nyantri ke Universitas Chicago dan
> > berguru kepada Prof. Fazlur Rahman, dia berubah sangat drastis
dan
> > menjadi penentang gerakan Islam syariat.
> >
> > Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada mulanya
> > mengidolakan gerakan Al-Ikhwan al-Muslimin, sebuah gerakan Islam
> > radikal yang pernah membunuh Presiden Anwar Sadat di Mesir
karena
> > dianggap kurang membela Islam, Bahkan, karena kekagumannya pada
> > gerakan itu, ketika masih belia, Gus Dur pernah membangun
> > organisasi "Al-Ikhwan" itu di Jombang. Tetapi, setelah belajar
ke
> > Mesir, Irak, dan bekerja di Eropa selama beberapa tahun, Gus Dur
> > pulang ke Indonesia dengan visi pluralisme yang sangat liberal
dan
> > sangat anti-formalisasi Islam dalam kehidupan kenegaraan.
> >
> > Banyak juga tokoh lain yang tadinya menggelorakan gerakan Islam
> > syariat menjadi berubah dan sangat akomodatif terhadap yang
> > serba "non-Islam" setelah menjadi anggota DPR atau masuk ke
> kabinet.
> > Mereka bahkan menjadi sangat fasih menerangkan bahwa negara
> > Pancasila adalah negara yang sudah final.
> >
> > Perubahan seperti itu juga terjadi pada organisasi politik yang
> dulu
> > jelas-jelas mengusung "semacam" gerakan Islam syariat. Minimal
ada
> > tiga parpol yang pada masa-masa awal reformasi menegaskan diri
> > sebagai parpol Islam yang akan memperjuangkan berlakunya syariat
> > Islam, mengubah Pasal 29 UUD 1945, bahkan ada yang menyatakan
akan
> > memperjuangkan berlakunya substansi Piagam Jakarta. Tetapi,
> setelah
> > agenda itu dipertarungkan melalui mekanisme demokrasi di DPR dan
> > MPR, sekarang parpol-parpol itu berubah diam. Mereka "sadar" dan
> > ikut mengatakan bahwa negara Pancasila memang final sebagai
> pilihan
> > yang secara demokratis tak bisa dilawan.
> >
> > Maka, kalau kita memang takut akan menguatnya gerakan Islam
> syariat,
> > minimal ada tiga situasi yang bisa mengubah gerakan itu.
Pertama,
> > menyekolahkan mereka ke universitas yang maju agar wawasannya
> lebih
> > luas dan akomodatif seperti yang dialami Syafi`i Ma`arif, Gus
Dur,
> > dan lain-lain.
> >
> > Kedua, memberi kesempatan dan tempat bagi mereka di lembaga
> > demokrasi seperti DPR. Sebab, kalau kalah dalam pertarungan di
> sana,
> > mereka takkan bisa berbuat apa-apa dan tetap harus terikat
dengan
> > segala konsekuensi keputusan yang telah diambil secara
demokratis.
> >
> > Ketiga, memberi jabatan penting pada tokoh mereka. Sebab, dalam
> > kenyataannya, setelah tawar-menawar jabatan, tak sedikit di
antara
> > mereka yang tiba-tiba berubah dan mengatakan secara sama dengan
> yang
> > kita inginkan bahwa untuk bangsa yang majemuk seperti Indonesia,
> > negara Pancasila adalah pilihan final.
> >
> > Menyambung tanya-jawab saya dengan promovendus pada ujian
promosi
> > doktor itu, Miftah Thoha menutup pertanyaan kepada Haedar
> > Nashir. "Apakah Ustad Anu yang sangat keras dalam gerakan Islam
> > syariat bisa berubah jika menjadi pejabat tinggi atau gubernur?"
> > tanya Miftah. "Ya, ada kemungkinan berubah," jawab Haedar. Nah.
> >
> > Moh. Mahfud MD
> > Anggota DPR-RI
> > [Kolom, Gatra Nomor 48 Beredar Kamis, 12 Oktober 2006]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone
> call rates.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/