--- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pagi ini saya baca berita dari negeri jiran sesama Melayu, disana 
asset anak negeri tidak boleh dijual kepada asing, disana anak 
negeri diberikan segala kemudahan untuk maju, pribumi malaysia harus 
didorong untuk mandiri dan sukses, konstitusi Malaysia mencantumkan 
dasar negara salah satu kitab suci, tapi tidak pernah terdengar ada 
bom yang meledak, rumah ibadah di bakar atau manusia dipenggal 
kepalanya atas nama agama. Malaysia jauh lebih beradab dari 
kita...sementara kita masih berkutat pada issue primordial ...partai-
partai mengusung agama masih dianggap sebagai alternatif pembawa 
kesejahteraan di dunia....padahal nyatanya hanya ilusi...
>   di malaysia partai agama tidak laku dan hanya berkuasa di satu 
negara bagian saja....
>   sungguh beda malaysia dan kitanya...beda sekali...GNP dan GDP 
kebersihan ketertiban dan jangan lupa mereka sudah banyak membeli 
perusahaan Indonesia...!!!!!!
>   Kasian kita ya....hidup direpublik mimpi dan republik BBM
>    
>   salam
>   iwan
>    
> 
>  

Satu tambahan menarik,mas: disana mayoritas tak ada yang ingin 
mengubah kerajaan Malaysia yang sekular demokratis bernuansa Islam 
itu dengan sebuah negara SI.. nobody. Disanapun tak ada organisasi 
pembela Islam atau sejenisnya, seperti diutarakan PM Badawi..

Disana IPTEK lebih memimpin. Dan... tak ada pemilikan perusahaan 
yang lebih dari 50% ditangan asing. PETRONAS yang belajar dari 
Pertamina kini jauh lebih dahsyat performance-nya daripada si 
Pertamina.

Salam

Danardono



Kirim email ke