--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <linadahlan@> wrote:
> >
> > Mau berbagi pandangan.
> > Sulit bagi beberapa orang, termasuk saya, memisahkan Allah dari 
diri > > dan segala kehidupan (Mungkin karena selalu berjanji dalam 
sholat > > bahwa "sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku 
hanya untuk > > Allah semata"). Paling banter untuk saya adalah 
untuk self control, > > apakah Allah ridho? 
> > 
> 
> 
> Kalau kita mampu tak memisahkan diri kita dari Allah sedetikpun, 
kita > sudah terbang keawan, lepas landas dari bumi, suci tak lagi 
berbuat > dosa..
> Berapa % dari apa yang kita lakukan se-hari hari diridhai Allah? 
Kita > jawab bagi kita masing masing dalam hati...

Lina: Mampu tak mampu bukan urusan kita. Kita hanya berusaha self 
control. Tak ada yang mampu sedetikpun tak memisahkan diri dari 
ALLAH, tapi itulah perjuangan hidup pribadi sebagai MANUSIA yang 
harus terus diusahakan. Ada yang menyebutnya inilah jihad dalam 
hidup. Jatuh bangun dan jatuh bangun.

Betul! jawab masing2 dalam hati kita. Ini juga suatu introspeksi.
> 
> 
> kalau 90% dari bangsa kita mampu berbuat demikian, kita sudah 
melewati > AS, Jepang, Eropa dan negara negara maju dalam 
menjalankan kehidupan > negara dan bangsa, jauh dari 
keamburadulan..kehidupan tertata, hukum > tertegakkan, moral 
dijunjung..
> 
> Let us be autocritical..

Lina: Bisa jadi demikian. Namun nampaknya bangsa kita seperti bangsa 
yang baru melek mata lalu melihat kemajuan kehidupan negara dan 
bangsa lain, lalu langsung mau mencontoh/menjiplak kemajuan itu apa 
adanya, tanpa instrospeksi diri: siapa kita ini?. Ada yang mau 
mencontoh ke Timur (Tengah) sana, ada pula yang mau ke Barat sana.
Yaaa..itulah hidup..selalu ada daya tarik menarik antara dua kutub.
> 
wassalam,

Kirim email ke