Saya sudah bekeluarga dengan dua orang anak , sekitar 3 tahun yang lalu saya berkenalan dengan teman seprofesi saya seorang wanita , ternyata kami saling tertarik , namun karena pada saat itu ia masih bersuami , kami menghentikan hubungan kami sementara . Setelah ia berpisah ( dengan alas an tidakada kecocokan dan tidak ada anak ) , kami melanjutkan hubungan kami , semakin lama semakin indah kami menuliskan cerita cinta kami, usia kami terpaut 4 tahun . Tidak terasa waktu sudah berjalan 3 tahun , dan saya ingin mengawini-nya , sebagai istri kedua . Dalam perjalanan kisah kami , sempat beberapa kali kami mencoba untuk berpisah karena keadaan kita , namun beberapa bulan berselang kami akrab lagi , dan kembali bersama ( kami satu kantor dan satu profesi ) . Kembali ke soal menikah , pada awalnya ia tidak keberatan saya nikahi sebagai istri kedua, namun saat ini , atas desakan orang tuanya ia menolak untuk dijadikan istri kedua ( istri saya sudah merestui bila saya menikah lagi ) . Pernah suatu waktu , saya berdiskusi dengan orang tuanya , dan mereka menuntut saya untuk menceraikan istri pertama saya dulu , baru menikahi anak wanita mereka . Bagi saya itu syarat yang GILA , saya berpendapat apa yang saya miliki sekarang adalah suatu rahmat dan karunia dari Allah , termasuk keluarga dan anak anak saya , mana mungkin saya meniadakan mereka, mana mungkin saya menyi-nyiakan mereka , khususnya anak anak saya . Sempat saya berargumen dengan mereka , bahwa kenapa saya harus memilih jalan yang dibenci oleh Allah walaupun itu halal ( perceraian ) disbanding dengan jalan yang diperbolehkan oleh Allah ( walaupun dengan syarat syarat tertentu ) , namun mereka bersikeras ; bahwa saya harus menceraikan dahulu keluarga saya baru menikah dengan anak mereka . Pernah suatu saat , mereka membawa pacara saya itu ke dukun , dan si mbah dukun bilang kalau saya memakai susuk sehingga anak mereka tertarik pada saya , dan sejak itu mulailah segala prosesi anneh bin ajaib ( menurut saya ) yang tujuannya meniadakan pengaruh susuk saya ke anak mereka , pada Subhanallah , saya seorang professional , yang cukup mapan , dan punya kepercayaan diri yang cukup kuat , ditambah lagi factor utama adalah bahwa hal itu termasuk Musyrik , sehingga mana mungkin saya memakai susuk, pellet, atau ajian dan doa doa yang lain . Kini pacar saya mulai berubah , ia bersikeras , tidak akan mau menikah dengan saya TANPA restu dari orang tuanya , sementara kita sudah melangkah dan menuliskan kisah kita cukup lama , dan sekarang ia memberi batas waktu ke saya ; kalau sampau akhir tahun 2008 tidak juga ada tanda tanda kita bisa menikah seperti yang mereka inginkan ( keluarga pacar saya ) , maka ia akan mundur . Terus terang bila ingat semua perjalanan cerita kita , saya sedih , saya sudah memberikan apa yang dia mau bila ia kelak menjadi istri saya , dan ia pun sudah bercerai dengan suaminya , ijin istri kedua sudah saya dapatkan , namun ia tetap mau mundur bila tidak ada tanpa tanda kita bakal menikah , dengan alasan ia ingin mempunyai anak , dan tidak mau merusak hubungannya dengan orang tuanya . Mungkin ada yang bisa membantu saya , apa yang harus saya lakukan , untuk mendapatkannya tanpa harus meninggalkan keluarga , khususnya anak anak saya .
thanks

