Sebetulnya kalau kita telaah dari kelahiran Islam itu
sendiri, Islam adalah agama realisme yang mengagungkan
kemerdekaan berpendapat dan berpikir.
    Islam lahir karena realitas sosial. Sebetulnya,
Islam sama sekali tidak menolak kehadiran teknologi,
apa pun jenis teknologi itu. Bahkan Islam adalah agama
yang memunculkan sejumlah teknologi canggih pada masa
lalu sebelum Perang Salib pecah maupun sepanjang
Perang Salib tersebut. 
    Teknologi adalah sebuah realitas sosial yang hadir
karena kebebasan berpikir masyarakat. Lantas kenapa
banyak pihak yang menilai bahwa orang-orang Islam
menolak kehadiran teknologi? Bukan menolak, Islam
menolak jika teknologi itu disalah gunakan untuk
mengingkari kehadiran sang Khalik. Yang mendorong
masyarakat menjadi tidak percaya kepada Sang Khalik.
Yang mendorong masyarakat mengingkari ajaran atau
Firman sang khalik.  
   Islam tidak menolak kehadiran obat-obatan dan
teknologi canggih aborsi, misalnya. Islam menolak jika
obat-obatan dan teknologi itu disalah gunakan untuk
membunuh bayi di dalam kandungan dengan alasan-alasan
yang tidak pada tempatnya. Islam menolak jika
obat-obatan itu disalah gunakan untuk mabuk-mabukkan,
misalnya. 
   Tapi memang gerakan kaum fundamentalis Islam (dan
ini tidak cuma di Islam saja) yang akhirnya bersuara
keras melarang ini dan itu. Segala TV dibilang
haramlah, celana jins di bilang haram lah, radio di
bilang haramlah. Tidak pakai jilbab di bilang kafir
lah, berbeda pendapat di bilang haramlah dan masuk
neraka lah. 

terima kasih hanya sekedarmasukan 

 
--- Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> anda tulis dengan mengutip lewis:
> 
> "Menurutnya, kelemahan umat Islam adalah selain ia
> lalai dalam syariat ISlam adalah karena umat Islam
> bahkan memisahkan Ilmu teknologi dari kehidupan.
> Umat
> Islam agak enggan mengadopsi ilmu dan teknologi dari
> dunia barat dan malah sangat terbuka mengadopsi
> sistem
> politiknya yang demokrasi liberal untuk diterapkan
> dinegerinya."
> 
> saya jawab:
> 
> 1. cuma sedikit negara islam yang sudah menerapkan
> sistem
> demokrasi liberal.
> 
> lebih banyak negara islam masih berbentuk kerajaan
> atau
> menerapkan demokrasi semu, seperti di negara komunis
> dulu.
> 
> 2. masih banyak orang islam yang menolak ilmu dan
> teknologi barat
> terutama di bidang biologi.
> 
> kabarnya beberapa perguruan tinggi di indonesia yang
> dikuasai
> kaum fundamentalis juga mulai enggan mengajarkan
> teori darwin.
> 
> 3. jadi bagaimana orang islam bisa maju?
> 
> 
> 


Eka Zulkarnain



 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

Kirim email ke