*http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0705/16/124328.htm*<http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0705/16/124328.htm> **
*NASA Temukan Bukti Keberadaan Materi Gelap * *WASHINGTON, RABU* - Para astronom Amerika hari Selasa (15/5) mempresentasikan apa yang mereka sebut sebagai bukti paling kuat sejauh ini mengenai keberadaan materi gelap (dark matter). Materi gelap adalah senyawa misterius yang diyakini mengisi lebih dari seperempat bagian jagat raya. Menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Hubble, para astronom menemukan penampakan cincin materi gelap di sebuah gugusan galaksi sekitar lima milyar tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Cincin tersebut memiliki garis tengah sekitar 2,6 juta tahun cahaya, dimana satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya dalam satu tahun atau sekitar 9.460.730.472.580.800meter. "Ini adalah kali pertama kami berhasil mendeteksi materi gelap yang memiliki struktur unik yang berbeda dari gas-gas dan galaksi di gugusan tersebut," kata James Jee, anggota tim astronom NASA. Para astronom sudah sejak lama meyakini keberadaan materi misterius yang mengikat gugusan galaksi. Tanpa materi tersebut, galaksi hanya akan memiliki gaya gravitasi dari bintang-bintangnya, yang tidak cukup kuat untuk menahan bintang-bintang itu di tempatnya. Walau tidak kelihatan, para astronom juga meyakini keberadaan materi tersebut dengan mengamati bagaimana gravitasinya membelokkan cahaya galaksi yang berada di belakangnya. "Meski materi tak tampak sudah pernah ditemukan sebelumnya di gugusan galaksi lain, namun belum pernah terdeteksi sedemikian terpisah dari gas panas dan galaksi-galaksi yang membentuk gugusan tersebut," kata Jee, yang juga bekerja di Johns Hopkins University. "Dengan melihat struktur materi gelap tanpa gangguan galaksi-galaksi dan gas panas, kita bisa mempelajari bagaimana perbedaan perilakunya dibanding materi normal." Astronom AS mengatakan bahwa mereka mendapatkan penemuan itu secara tidak sengaja ketika memetakan penyebaran materi gelap di dalam gugusan galaksi ZwC10024+1652, bulan Agustus 2006. Ketika mempelajari data yang diperoleh, para astronom mendapati sebuah riak dalam materi gelap yang serupa dengan riak yang tercipta ketika kita melemparkan batu ke sebuah kolam. Jee semula kecewa saat mendapati riak berbentuk cincin itu karena ia mengira ada kesalahan dalam pengolahan data. Namun ia kemudian mendapatkan hasil riset yang dipublikasikan tahun 2002, yang meyebutkan bahwa gugusan galaksi yang diamatinya pernah bertabrakan dengan gugusan lain satu atau dua milyar tahun lalu. Tabrakan itu terjadi sejajar dengan arah pandang dari Bumi, dan dari sudut pandang ini struktur materi gelap akan terlihat seperti cincin. Dalam simulasi komputer mengenai tabrakan gugusan galaksi, materi gelap akan bergerak ke pusat tabrakan, lalu bergerak keluar dan gerakannya menjadi pelan akibat tarikan gravitasi. "Tabrakan gugusan galaksi menciptakan riak materi gelap yang meninggalkan jejak jelas di latar belakang galaksi," ucap Jee. "Ini seperti melihat batu di dasar kolam yang bergelombang permukaannya. Bentuk batu akan terlihat berubah ketika gelombang melintasinya. Begitu juga dengan galaksi di belakang cincin itu akan terlihat berubah bentuk karena gerakan materi gelap yang bergelombang." Sumber: AFP Penulis: wsn [Non-text portions of this message have been removed]

