*www.kompas.com* <http://www.kompas.com>
*Manipulasi Gen Atasi Kerusakan Jantung * *CHICAGO, SENIN* - Gen tertentu pada tikus dewasa dapat diaktifkan kembali sehingga jaringan jantung yang rusak akibat serangan jantung dapat diperbaiki. Teknik ini suatu saat dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerusakan jantung yang sering terjadi pada manusia. Para peneliti di Pusat Kedokteran Universitas Columbia, New York menemukan bahwa dengan memanipulasi gen yang berhubungan dengan pertumbuhan sel, tikus dewasa mampu menghasilkan sel-sel baru yang dapat menggantikan sel yang rusak akibat serangan pada jantung. Hal ini sangat bermanfaat mengingat gen tersebut tidak aktif pada kondisi normal. Setelah lahir hingga dewasa, pada sel jantung tikus maupun manusia tidak terdapat sistem regenerasi. Sehingga ketika jantung mengalami kerusakan akibat serangan jantung, bisa disebabkan berbagai faktor, sistemnya tidak dapat membuat sel-sel baru untuk memperbaiki kerusakan. Dan efesiensi daya pompa jantung akan berkurang. "Sel-sel jantung tidak dapat membelah sama sekali pada semua jantung mamalia. Oleh karena itu angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung maupun penderita penyakit jantung sangat tinggi," kata Dr. Hina Chaudhry. Maka dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan jurnal terbaru Circulation Research, para peneliti mempelajari gen cyclin A2, yakni gen pada mamalia yang aktif ketika embrio namun menjadi tidak berfungsi/tidak aktif ketika dewasa. "Kami secara genetik telah merekayasa tikus ini untuk tetap mengekspresikan gen tersebut yang alaminya tidak aktif setelah kelahiran" kata Chaudry. Setelah gen tersebut direkayasa, mereka lalu memberikan kejutan pada jantung tikus. Setelah tiga bulan, tikus-tikus yang gen cyclin A2-nya telah direkayasa memiliki fungsi jantung 77 persen lebih baik dibandingkan dengan tikus yang tidak direkayasa gennya. Tikus yang tidak direkayasa mengalami gagal jantung dan sekarat. Sementara tikus yang mengekspresikan gen cyclin A2 memiliki daya tahan hidup yang lebih baik. Chaudry mengatakan bahwa penelitian mereka adalah yang pertama kali memperlihatkan kemajuan pada fungsi jantung yang bersifat tetap, tidak hanya sementara, dengan cara manipulasi sel atau molekul. Pendekatan yang sama mungkin dapat dilakukan pada mamalia yang lebih besar dan kemudian pada manusia. Suatu hal yang menurut Chaudry tidak akan terlalu lama lagi untuk dapat dilakukan. Sumber: reuters Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

