*http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=133903*<http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=133903> ** ** *Krakatau Steel Dapat US$50 Juta Lewat Murabaha* ** *Penulis: irana*
*JAKARTA--MIOL:* PT Krakatau Steel (KS) (Persero) mendapatkan pinjaman US$50 juta dari sindikasi murabaha internasional yang dipimpin HSBC. Dengan kerja sama tersebut, KS memperbesar peluang untuk penetrasi ke pasar internasional khususnya kawasan Timur Tengah. Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Ari Slamet ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Jumat (25/5). Ia mengemukakan, pinjaman yang diteken pada awal pekan ini tersebut merupakan pinjaman pertama yang bersumber dari pasar keuangan syariah. Pinjaman tersebut rencananya digunakan untuk membiayai kebutuhan bahan baku berupa komoditas pelet, sponge, maupun komoditas lainnya. Terkait dengan keberadaan bank-bank Timur Tengah di dalam sindikasi pembiayaan tersebut, ucap Ari, hal itu sejalan dengan keinginan Krakatau Steel untuk menembus pasar internasional, termasuk di kawasan penghasil minyak terbesar di dunia itu. "Jadi kerja sama pinjaman ini memberikan sistem yang lebih baik dari konvensional dengan mekanisme bagi hasil, sekaligus menjadi entry point kita untuk penetrasi ke pasar Timut Tengah," tutur Ari. Pasalnya, sambung dia, investor Timur Tengah cenderung untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki pembiayaan secara syariah. KS sendiri berniat menjual berbagai produknya di kawasan tersebut, seperti pipa, aplikasi konstruksi kapal, dan sebagainya. Ia menambahkan, karena pembiayaan ini digunakan sebagai modal kerja, tak ada jangka waktu yang akan membatasinya. Pinjaman akan selalu dapat diperpanjang selama perseroan memerlukan. Sementara itu, berdasarkan siaran pers yang diterima, HSBC berperan selaku Mandated Lead Arranger dan Bookrunner dalam sindikasi tersebut. Selain HSBC Amanah Syariah, sindikasi tersebut melibatkan empat bank syariah lainnya di kawasan Timteng dan Asia. Penandatanganan dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Senin (21/5) lalu, dihadiri beberapa anggota Komisaris Krakatau Steel dan Direktur Keuangan Fazwar Bujang. Sebagai Bank asing pertama yang mendirikan unit Syariah di Indonesia, HSBC telah membawa transaksi penting ini kepada pasar keuangan. Setelah berhasil melaksanakan sindikasi internasional syariah pertama untuk PT Pertamina (Persero) pada tahun 2004 (US$322 juta) dan 2006 (US$200 juta), HSBC Amanah kembali membuktikan jaringan distribusinya yang kuat di Timur-Tengah dan kemampuannya dalam membantu pelaku usaha di Indonesia menjangkau kalangan investor syariah internasional. (Sha/OL-06) [Non-text portions of this message have been removed]

