*http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0705/28/134156.htm



Bayi Dapat Membaca Bibir*

Sampai usia 8 bulan pertama, seorang bayi mungkin belum dapat bicara namun
telah dianugerahi kemampuan membaca bibir. Bahkan, dengan cara itu, bayi
juga dapat membedakan bahasa ibunya dan bahasa asing yang belum pernah
didengarnya.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa bayi mengenali bahasa yang
asing baginya meski tidak tahu artinya. Hal ini acapkali diekspresikan
dengan perhatian lebih dari pandangan mata terhadap sumber yang
mengatakannya. Karena itu, Whitney Weikum dari Universitas British Columbia
(UBC) di Vancouver, Kanada penasaran apakah bayi mengenali perbedaan
tersebut hanya dari suara yang didengarnya atau juga dengan cara melihat
gerakan mulut orang yang mengucapkannya.

Untuk menguji hipotesisnya, ia mengajak Janet Werker, seorang ahli psikologi
perkembangan dari UBC mempelajari bayi usia 4,6, dan 8 bulan. Sebanyak 44
bayi yang dilibatkan hidup di lingkungan keluarga yang menggunakan dua
bahasa, Inggris dan Prancis. Sedangkan 36 lainnya hanya menggunakan bahasa
Inggris sehari-harinya.

Setiap bayi dihadapkan pada video seseorang yang mengucapkan sesuatu dengan
bahasa Inggris kemudian berubah mengucapkan kalimat dalam bahasa Perancis.
Namun, suaranya dimatikan sehingga bayi hanya melihat gerakan mulut
pengucapnya. Bayi-bayi yang berusia 4 dan 6 bulan baik dari keluarga
berbahasa tunggal maupun ganda ternyata memperhatikan ucapan kedua lebih
seksama terlihat dari cara melihatnya yang lebih lama. Hal tersebut
menunjukkan bahwa mereka mengetahui perbedaan dua bahasa hanya dengan
membaca bibir.

Namun, bayi berusia 8 bulan dari keluarga berbahasa tunggal tidak
menunjukkan ekspresi berbeda dari perubahan tersebut. Sedangkan bayi berumur
sama dari keluarga berbahasa ganda tetap memperhatikan perubahan bahasa
dengan seksama. Hal ini menunjukkan bayi dari keluarga berbahasa ganda tetap
mengetahui perbedaan tersebut sedangkan pada bayi berbahasa tunggal
kemampuan tersebut telah hilang pada usia 8 bulan.

Untuk memastikan apakah perubahan bahasa yang berpengaruh, bayi-bayi
tersebut dihadapkan pada kalimat berbeda namun dengan bahasa yang sama.
Benarlah, gerakan bibir dari ucapan kedua kalimat dengan bahasa yang sama
mendapat perhatian yang tidak jauh berbeda.

Temuan ini memastikan bahwa bayi mengembangkan kemampuan berbahasa tidak
hanya dengan mendengar tapi juga mengucapkan sesuatu yang dilihatnya.
Setidaknya, sampai usia 8 bulan, bayi dapat membaca bibir. Bayi mungkin
menggunakan kemampuannya sampai mereka dapat mengucapkan kalimat sendiri.

"Kami sangat terkejut dengan kemunduran pada 8 bulan," ujar Weikum
sebagaimana dilaporkan jurnal Science edisi terbaru. Sebelumnya para
peneliti memprediksi kemampuan tersebut terus meningkat dan berguna sampai
bayi berkembang dewasa. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan
tersebut bersifat pilihan, mau digunakan atau tidak. Bayi yang tumbuh dengan
bahasa tunggal kehilangan kemampuan lebih awal karena mungkin tak
membutuhkannya. Weikum dan para peneliti lainnya akan mempelajari lebih
lanjut apakah bayi melihat perubahan dari perubahan ritme raut muka
seseorang yang dilihatnya juga atau faktor lainnya.


Sumber: Science
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke