*http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0705/30/172051.htm
**

Banyak Tata Surya Lain di Alam Semesta**

**

HONOLULU, RABU*- Sistem tata surya dengan sebuah bintang yang dikelilingi
planet-planet mungkin hal yang jamak di alam semesta. Para astronom telah
menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya bintang yang dikelilingi lebih
satu planet, meski masih sangat jarang terlihat.

Dari 28 planet asing di luar tata surya kita yang ditemukan sepanjang tahun
lalu, terdapat planet-planet yang mengelilingi satu bintang. Temuan ini
tidak hanya menambah panjang daftar planet asing yang telah ditemukan
sebelumnya yakni 236 planet, tapi juga menguatkan bukti bahwa sistem
planet-planet merupakan hal yang jamak di alam semesta.

"Kami menambahkan 12 persen dari seluruh objek planet asing tahun lalu dan
kami sangat bangga karenanya," ujar Jason Wright, salah satu astronom dari
Universitas California Berkeley yang melaporkan temuan tersebut dalam
pertemuan Masyarakat Astronomi Amerika (AAS), Selasa (29/5). Semakin
banyaknya temuan planet asing tidak lepas dari kemampuan teknologi
pengamatan objek langit yang semakin maju. karena jarak yang sangat jauh,
para astronom belum sanggup melihat langsung planet asing tersebut.

Untuk mengetahui adanya planet asing, para astronom mendeteksinya dari
'riak' cahaya bintang yang terjadi saat sebuah planet transit atau bergerak
di antara bintang dan pengamat. Jika 15 tahun lalu para peneliti dapat
mendeteksi adanya 'riak' dengan resolusi 10 meter perdetik, kini mereka
sanggup dengan satu meter perdetik.

Sistem planet-planet

Setidaknya empat dari seluruh planet asing yang baru diketahui berada dalam
satu sistem planet-planet seperti tata surya kita. Hal tersebut menunjukkan,
bahwa objek serupa planet dan sistem seperti tata surya kita merupakan
sistem yang jamak dan banyak ditemukan di luar angkasa. Sebuah bintang
kerdil merah tipe M yang jauh lebih kecil, lebih redup, dan lebih dingin
dibandingkan Matahari mungkin dikelilingi lebih dari sebuah planet.

Kebanyakan planet asing yang terdeteksi memang objek yang seukuran Saturnus.
Planet seukuran Bumi di luar tata surya kita mungkin masih sulit dideteksi,
namun para astronom yakin akan semakin banyak ditemukan planet asing saat
teknologi untuk mengamatinya semakin maju.

Planet asing terkecil yang pernah terdeteksi berukuran 5 kali massa Bumi.
Planet yang diberi nama 581 c mengelilingi bintang kerdil merah bernama
Gliese 581 yang berada pada jarak 190 triliun kilometer dari Bumi. Namun,
planet ini belum teridentifikasi hingga detail komposisinya.

Sedangkan planet kecil lainnya seukuran Neptunus. Planet ini mengelilingi
sebuah bintang tipe M bernama Gliese 436 (GJ 436) yang berada 30 tahun
cahaya dari Bumi. Ukurannya sekitar 22,4 kali massa Bumi.

Saat ini, para pemburu planet asing akan semakin tertarik berburu 'riak'
pada bintang-bintang tipe M. Sebab, sekitar 70 persen bintang di alam
semesta diperkirakan termasuk dalam tipe M.

Namun, pencarian planet juga dilakukan ke bintang-bintang tipe A atau F.
Tiga dari planet asing yang ditemukan tahun lalu mengelilingi bintang yang
massanya masin-masing 1,6 dan 1,9 kali massa Matahari. Namun, karena bintang
jenis ini berotasi sangat cepat dan memiliki atmosfer yang berdenyut, sulit
mendeteksi planet berukuran kecil dan hanya panet-planet raksasa seukuran
Jupiter yang dapat terdeteksi.

Mendukung kehidupan

Pencarian planet-planet asing tidak berhenti hingga penemuan. Misi yang
lebih menantang bagi para astronom adalah menemukan planet asing yang
mendukung kehidupan seperti Bumi yakni dengan mencari tanda-tanda keberadaan
air, oksigen, es, atau unsur lainnya.

Sejauh ini, hanya beberapa planet asing terdeteksi mengandung unsur
pendukung kehidupan. Planet yang mengelilingi GJ 436, misalnya, diperkirakan
memiliki lapisan es beku dan bukannya planet gas seperti planet-planet asing
umumnya. Sedangkan 581 c dengan ukuran tak lebih besar dari Bumi mungkin
padat dan mengandung unsur pembentuk kehidupan.

Dengan ditemukannya es, planet yang mendukung kehidupan dengan kandungan air
dan oksigen seperti Bumi mungkin tersebar di berbagai sudut alam semesta.


Sumber: Space.com
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke